banner 728x90

” Belajarlah Dari Orang Mati ! ” Gus Dur

” Belajarlah Dari Orang Mati ! ” Gus Dur

Serie Amanah Gus Dur

130 Masehi

Apakah orang mati itu kita hidupkan dan bangkitkan dari alam kubur ?

Andai ada orang yang telah puluhan, ratusan bahkan berabad tahun hidup kembali dan bisa sharing pengalaman, maka sungguh tidak susah jawab pertanyaan di atas.
Namun,
tersebab tidak ada,
maka kita cukup bisa jawab ” … seandainya … “.

So,
orang mati di sini adalah sejarah, artefak, manuskrip dan sejenisnya.

Sebagai contoh
Ternyata Sungai Citarum ada kaitan erat ( minimal ) dengan kehidupan awal Masehi, abad 6 dan 7 Masehi dan abad 19 dan 20 Masehi.

Manuskrip Salakanagara

Awal Abad Masehi

Aki Tirem adalah Penguasa Tunggal wilayah awal Nusantara, tepatnya Cikal Bakal Kerajaan Sunda dan Nusantara di bumi Pertiwi. Punya anak bernama Sri Pohaci Larasati yang menikah dengan Dewawarman seorang Raja dari India Selatan yang kalah perang.

Sri Pohaci Larasati bersama suaminya Dewawarman mendirikan Kerajaan Salakanagara ( I ) sebagai Kerajaan Pertama di Tatar Sunda dan Nusantara pada tahun 130 Masehi. Inilah kerajaan pertama dan terawal di Nusantara.

[ Bangsa Yunani sebagai negara Super Power sa’at itu bersama Persia dan China lewat sang Maestro filosof dan pencatat sejarah/geografi Ptolomeus sudah mengenal ( teryakini ketemu langsung dengan Aki Tirem ) Aki Tirem dan Kerajaan Salakanagara. Bahkan tercatat dalam bahasa Yunani. Rahasia ini besar kemungkinan lebih jelas terbuka ketika ada Orang Indonesia yang bisa/kuasai bahasa Yunani dan bisa tembus bebas ke Vatikan ]

Pada masa Kerajaan Salakanagara ini Dewawarman membangun Candi Jiwa yang tepat berlokasi di Bantaran Sungai Citarum,
Kecamatan Batujaya Kota Karawang Provinsi Jawa Barat.

Situs Batujaya : Candi Jiwa Karawang Bantaran Sungai Citarum

Bayangkan !

Candi Jiwa adalah Candi Pertama dan Tertua se Nusantara dan Indonesia.

Namun,
kembali karena hanya kepentingan politik dan kekuasaan rezim Suharto/Soeharto ‘ tega sekali ‘ dengan sengaja dan sistematis menyembunyikan dan menutup rapat keberadaan Candi Jiwa dari peta sejarah bangsa Indonesia,
terutama Urang Sunda sebagai Pewaris Utama kebesaran dan kemuliaan Peradaban Sunda.

Hal ini sangat berdampak kuat pada sifat dan karakter Urang Sunda ( terutama ) sejak era Kemerdekaan Republik Indonesia.

Praktis Urang Sunda kehilangan keberanian dan kepercayaan diri dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara, hanya satu dua orang saja yang berkiprah dan berdampak besar dalam percaturan ‘ politik ‘ nasional dan internasional.

[ Ir. Juanda/Djoeanda/Djuanda, Sjafruddin Prawiranagara dan Mochtar Kusumaatmadja adalah contoh nyata Urang Sunda yang telah meng- kaya -kan NKRI dan Bumi Pertiwi Indonesia ]

Apa istimewa dan kekayaan dari Candi Jiwa yang sangat jelas berdiri di Bantaran Sungai Citarum ?

Patung Emas Tercetak setinggi antara 25 – 30 centimeter, selain Bangunan Candi, adalah satu artefak penting yang tersisa atau tertinggal dari 40 % sampah artefak Candi Jiwa.
60 % artefak utama Candi Jiwa sengaja dibawa kabur/dicuri/dirampok oleh _dua orang Arkeolog asal Eropa pada tahun 1980 -an. [Patung Emas tersimpan di Musieum Kemendikbud]

Seperti biasa dan sangat biasa bangsa Indonesia dan terutama pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat dan bertindak apapun, selain diam dan diam.

Ironis dan sangat membuat hati serta fikiran setiap Urang Sunda yang sadar diri sakit hati dan sakit fikir yaitu
baru pada tahun 2010 di Hotel Salak dan di area Situs Candi Jiwa terbuka dan terketahui publik mengenai hal ihwal Candi Jiwa.

Begitu silent dan rapihnya ( bodoh ? ) para penulis sejarah resmi/formal dari bangsa Indonesia khususnya para Sejarahwan Sunda sejak tahun 1980 -an sampai 2010 sungguh tidak tahu apapun tentang Candi Jiwa.

So,
hari ini sangat wajar sebagai Urang Sunda yang menduduki secara populasi ranking kedua terbesar Suku Terbanyak se Indonesia setelah Jawa,
tidak punya apapun yang bisa berkiprah besar dan strategis di tatar nasional dan global.

[ Aneh bin Ajaib !
Suku Sunda Terbesar Kedua se Indonesia tidak punya satupun Partai Politik. Jangankan Parpol Nasional hanya buat Parpol Lokal pun sudah tidak bisa dan mampu.

Kalah telak oleh Aceh yang secara terhormat punya partai politik lokal ]

Apa dampak terburuk sari putusnya Silaturahim Sejarah antara Urang/Suku Sunda dengan Candi Jiwa ?

Sangat jelas berupa
hilangnya rasa cinta dan bangga Urang Sunda terhadap akar Sejarah dan kebesaran, kemajuan Peradaban Sunda Abad Awal Masehi.
[ Putus Silaturahim Sejarah dengan _Aki Tirem, Kerajaan Salakanagara dan Tarumanagara ]

Kedua Urang Sunda kehilangan sense of belonging rasa cinta dan memiliki atas ‘ Lemah Cai ‘ Tatar Sunda dan terutama Sungai Citarum ]

Saya berani katakan
siapapun dari pemerintah Kota, Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat yang ngurus dan terlibat di Sungai Citarum dan segala masalah turunannya
hanya berfikir dan bertindak sebatas _ Program & Benefit Oriented_ dari dulu sampai sekarang dan sa’at ini.

Fakta nyata secara global di dunia internasional terekam jejak digital
Sungai Citarum adalah Sungai Terkotor se Dunia.

Hanya itu prestasi dan prestise Urang Sunda siapapun pemimpinnya.

Alhamdulillaah,
seorang Doni Monardo Allooh SWT turunkan ke Tatar Sunda Jawa Barat
[ Jenderal bintang tiga asli Padang kelahiran Kota Cimahi Jawa Barat yang serius cinta Sungai Citarum dan pohon serta lingkungan ]
telorkan program Revitalisasi Sungai Citarum bernama Program Citarum Harum semasa jabat Pandam III Siliwangi.

Presiden Joko Widodo respon sangat baik dan paralel dengan buat
Perpres No 15 Tahun 2018 berisi Percepatan Revitalisasi Sungai Citarum.

Doni Monardo hade pisan dan Presiden Jokowi edun euy !

Tapi Gubernur Jawa Barat sangat leled dan tidak responsif
faktanya
Percepatan Pengendalian Kerusakan ‘ Lemah Cai ‘ Sungai Citarum tidak terjadi dan
tidak akan pernah terjadi sampai Perpres No 15 Tahun 2018 kadaluarsa alias habis masa berlakunya.

Penting !

Perpres No 15 Tahun 2018 adalah Percepatan PPK DAS Citarum

Pergub Jawa Barat jadi PPK DAS Citarum
tanpa Percepatan.

Artinya
PPK DAS Citarum tidak akan pernah bisa lagi kembalikan Kekayaan, Kebesaran Sejarah Peradaban Awal Sunda dan ke- Suci Bersih -an Sungai Citarum.

Penguakan sejarah kebesaran dan kemuliaan Peradaban Kerajaan Salakanagara dan Tarumanagara serta penyambungan ‘ kembali ‘ perceraian Silaturahim Sejarah Sunda hanya akan bisa dan mampu muncul lewat percepatan.

Waktu hanya tersisa dua tahun kurang ( 2023 dan 2024/2025 )

mampukah Gubernur Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jawa Barat dan Kajati Jawa Barat serta 12 Bupati dan Walikota se Jawa Barat lakukan fikir ( mikir ) dan aksi ( gerak ) dengan percepatan ?

[ Tahun 2024 Presiden Republik Indonesia harus berganti … Kebijakan politik dan lingkungan presiden baru tentu dan pasti baru ]

…. next …

Bandung, Selasa, 17 Januari 2023

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan