banner 728x90

Tugas Negara : ‘ Nganjuk Ngahutang ‘ Ber- Hutang Demi Rakyat/Bangsa Indonesia !

Tugas Negara : ‘ Nganjuk Ngahutang ‘ Ber- Hutang Demi Rakyat/Bangsa Indonesia !

Pembebasan Lemah Cai “Ibu Pertiwi” Sungai Citarum

Perpres No 15 Tahun 2018 = Percepatan !

Bisa kah,
Mampu kah,
Berkehendak kah
pemerintah Indonesia ‘ nganjuk ngahutang ‘ hanya demi kedaulatan, kemerdekaan ‘n kesejahteraan seluruh anggota warga negara Indonesia ?

[ Bukan hanya anggota PNS/ASN, TNI.Polri, DPR/DPD/MPR RI dan etnis Cina saja sebagaimana Suharto/Soeharto beri fasilitas selama orde baru berkuasa 32 tahun ]

Suharto/Soeharto berhutang kepada bangsa dan lembaga asing atas nama pemerintah dan bangsa Indonesia, tetapi lebih dari 90 % dana hutang hanya untuk dan demi etnis Cina yang hanya sekitar 1 % dari populasi penduduk Indonesia.
Jadi sangat wajar mereka berdaulat penuh dan berkuasa atas roda perekonomian 90 % hajat hidup negara dan bangsa Indonesia.

Mereka dirikan puluhan Bank swasta dan pada akhirnya lebih dari 80 bank swasta milik mereka bangkrut dan wajib tutup. Indonesia pun kolaps pada tahun 1997.

Luar biasa nya !
Mereka pindahkan dana dan kekayaan selama terutama era orde baru berjaya ke luar negeri : Singapura, Eropa dan negara China.

Nasib bangsa dan pemerintah Indonesia hanya bertugas dan berkewajiban bayar hutang atas nama negara dan pemerintah.
Hingga sa’at ini terus bayar hutang, entah sampai kapan.

[ Gus Dur sejak terpilih resmi jadi Presiden Republik Indonesia langsung lakukan ‘ terobosan ‘ penetrasi politik. Keliling dunia hampir sekitar 80 -an negara supaya ‘ berharap ‘ seluruh dan atau sebagian besar harta kekayaan Indonesia yang telah eksodus ke luar negeri bisa kembali lagi. Ternyata lebih dari 90 % para penguasa politik Indonesia sangat tidak mau dan serius berkehendak bangsa Indonesia cepat sejahtera dan berdaulat ekonomi … alhasil dan ‘ the end of … ‘ Gus Dur tumbangkan ! ]

Ok, masa ‘ hutang berkuasa ‘ Presiden Gus Dur/K. H. Abdurrahman Wahid masih tersisa 2,5 tahun -an untuk segera lakukan percepatan demi perubahan nasib dan kesejahteraan seluruh anggota warga negara Indonesia.

Hulu Cisanti

Apa yang harus segera dan cepat pemerintah Indonesia lakukan untuk rebut kedaulatan dan kesejahteraan bangsa ?

Hutang lah demi 99 % Rakyat Indonesia !

Perpres No 15 Tahun 2018 telah menjelma dan berlaku sampai 7 tahun sampai 2025.
Namun Amanat Perpres terpenting yaitu Percepatan gagal total.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 12 Kota Kabupaten terkait Sungai Citarum tidak mau dan mampu lakukan Percepatan.

Alasan tercepat dan termurah adalah lakukan dan buat alasan untuk gagalkan percepatan Revitalisasi Sungai Citarum.

Takdir dan
Nasib emang harus dan wajib Urang Sunda dan bangsa Indonesia perjuangkan dengan keras !

Solusi tercepat adalah negara Indonesia dalam hal ini pemerintah Indonesia berhutanglah dan pinjamlah dana kepada lembaga dan negara asing hanya untuk beli tanah dan lahan Bantaran Sungai Citarum.
Luasan 1 kilometer kanan dan kiri Sungai Citarum sepanjang 269 kilometer dari mulai hulu Cisanti sampai hilir Muara Gembong Bekasi.

Jadi,
269 kilometer X 1. 000 meter X 2
= 269.000.000 meter X 2
= 538.000.000 meter

Harga tanah per meter di sepanjang bantaran Sungai Citarum ( ambil ) Rp 20.000, maka
538.000.000 meter X Rp 20.000
= Rp 10.760.000.000.000

Ternyata cuma Rp 10.760.000.000.000 = Rp 10,76 Triliun

Hutang sebesar Rp 10,76 Triliun sangat kecil bagi bangsa dan negara besar Indonesia.
Pasti negara China, Arab dan Eropa bahkan Singapura sekalipun sangat mampu beri hutang kepada negara Indonesia.

Hilir Muara Gembong Bekasi

What’s next ?

Seluruh tanah dan lahan bantaran Sungai Citarum jadikan Tanah dan Lahan Wakaf Negara milik Sungai Citarum dan seluruh Urang Sunda.
Wajib ‘ dipelakan ‘ tertanam seluruh Pohon endemik Sungai Citarum dan Jawa Barat serta Tanaman Pangan.

Perintahkan seluruh Perguruan Tinggi
[ IPB, Unpad, UI, ITB, UIN, IPDN, STKS, IPI dan seluruh perguruan tinggi se Jawa Barat dan DKI Jakarta lakukan penelitian, praktek dan pendampingan langsung kepada 27,5 juta masyarakat terkait Sungai Citarum ]

Bentuk pasukan Relawan Pejuang Petarung Sungai Citarum multi gender terutama generasi Milenial sebanyak 7 juta orang.
Kasih mereka makan gratis 3 kali, pendidikan gratis dan rumah gratis selama dua tahun berturut – turut dari tahun 2023 sampai 2024.

Tugas utama dan pokok 7 juta orang Relawan Pejuang Petarung adalah :

  1. Makan gratis 3 kali sehari ( pagi, siang dan malam ).
  2. Belajar apapun dari para ilmuwan, santis dan akademisi serta pakar/penggerak non akademik.
  3. Jaga, rawat dan bela ‘ Lemah Cai ‘ seluruh Tanah dan Air Sungai Citarum supaya senantiasa Suci dan Bersih.
  4. Setiap hari tanam, siram dan rawat sampai hidup multi Pohon Endemik Jawa Barat, multi Pohon/Tanaman Keras dan multi Tanaman Pangan di sepanjang dan seluruh bantaran Sungai Citarum.
  5. Setiap hari lakukan Istighosah dan ngaDu’a bersama demi kedaulatan, kemerdekaan dan ke- Mulia -an Tanah dan Air Sungai Citarum.

In ( g ) syaa Allooh
‘ainul wa haqqul yaqiiin
Tahun 2025 seluruh bantaran Sungai Citarum sepanjang hulu, tengah sampai hilir menjelma jadi Lahan/Tanah Sumber Utama Ketahanan Pangan Lokal, Regional dan Nasional,
aamiiin.

Bandung, Kamis, 22 Desember 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

#HidupMuliaAtauTerhinaAdalahPilihan!

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan