banner 728x90

Sungai Citarum : Pusat Peradaban Sunda !

Sungai Citarum : Pusat Peradaban Sunda !

Serial Citarum

Candi Jiwa bantaran Sungai Citarum di Karawang Abad 2 Masehi

Era Nol/Satu Mase

Penguasa, pendaulat, pemulia sekaligus perawat Sungai Citarum adalah Aki Tirem. Sang anak Sri Pohaci Larasati menikah dengan Dewawarman I seorang Raja pelarian dari wilayah India Selatan yang kalah perang dan terusir hingga dapat Suaka Politik perlindungan dari Aki Tirem.

Tahun 130 Masehi Sri Pohaci Larasati dan Dewawarman I mendirikan Kerajaan Pertama ( cikal bakal Kerajaan di Nusantara ) bernama Kerajaan Salakanagara.
Pada era Dewawarman inilah Candi Pertama di Nusantara berdiri yang sekarang bernama Candi Jiwa. Situs Candi Jiwa berada di bantaran Sungai Citarum sekitar Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Indonesia.

So,
artinya pembangunan Candi Jiwa bermula awal Abad 2 Masehi begitu Kerajaan Salakanagara berdiri dan terus berlanjut sampai Kerajaan Tarumanagara. Candi Jiwa merupakan warisan terbesar yang Kerajaan Salakanagara wariskan kepada Era Kerajaan Tarumanagara.

Tahun 358 Masehi Jayasinghawarman/Jayasingawarman menantu Raja Dewawarman VIII ( Raja Salakanagara ) mendirikan Kerajaan Tarumanagara.
Kerajaan Tarumanagara berdiri sejak abad 4 Masehi sampai abad 7 Masehi.

Kerajaan Sunda silih berganti sesuai kondisi dan kemajuan zaman. Sejak Salakanagara, Tarumanagara, Sunda, Galuh, Sunda Galuh sampai Pajajaran dan yang tetap adalah Sungai Citarum jadi Pusat Peradaban Besar Sunda.

Artefak dan warisan Benda Nyata terbesar dan terawal Peradaban Besar Sunda adalah Candi Jiwa ( mulai awal abad 2 Masehi/Salakanagara ).

Bayangkan !
Sejak tahun 130 Masehi/Abad 2 Masehi sampai Akhir Abad 20 Masehi/2000 -an eksistensi dan keberadaan daripada Candi Jiwa sengaja dikubur dan disembunyikan serta tanpa sengaja terkubur tanah endapan Sungai Citarum.

Sungai Citarum Tempo Doeloe

Sejak kapan Sungai Citarum rusak dan sekarat ?

Baru tahun 1980 -an,
atas laporan warga masyarakat Batujaya Karawang menemukan benda – benda aneh sekitar gundukan – gundukan tanah ‘ Unur Unur ‘ di tengah pesawahan,
maka berlanjut pada proyek penelitian dan penggalian oleh dua orang Arkeolog Eropa ( kalau tidak salah, salah satunya dari Perancis ). Ironisnya, lebih 60 % Artefak/Peninggalan Utama Candi Jiwa mereka bawa kabur ke Eropa.

Seperti biasa, Urang Sunda dan Pemerintah Indonesia, sama sekali tidak tahu dimana keberadaan 60 % Artefak dan hingga sa’at ini pemerintah Republik Indonesia tidak bisa kembalikan lagi.

Baru pada tahun 2010 keberadaan dan eksistensi daripada Candi Jiwa mulai terkuak ke permukaan lewat sebuah Seminar Internasiinal ” di Hotel Salak Kota Bogor Jawa Barat selama 3 hari berturut – turut.
Seluruh peserta, pada hari kedua, menggunakan 7 bis khusus berkunjung ke lokasi Situs Candi Jiwa di wilayah Batujaya Kabupaten Karawang.

Sungguh sangat menyedihkan Warisan Besar Peninggalan Peradaban Besar Sunda Nusantara,
peninggalan awal abad Masehi ( sejak 130 Masehi )
pun tidak bisa kita ambil kembali dan bawa kembali ke tempat asal yaitu tanah Tatar Sunda ParaHyangan di Batujaya Karawang Jawa Barat Indonesia.

Jangankan mau dan berani cari tahu serta gunakan seluruh potensi dan kekuatan negara dan pemerintah Indonesia untuk ‘ paksa ‘ negara Eropa kembalikan seluruh Artefak Utama Candi Jiwa yang telah mereka rampok.
Hanya sekedar merawat dan mulia -kan Sungai Citarum saja pemerintah Indonesia dan Jawa Barat telah berhasil lakukan ke- gagal total -an sejak tahun 1980 -an sampai sa’at ini.

Emang ada peristiwa apa sejak tahun 1980 -an ?

Era Suharto/Soeharto terapkan program Swastanisasi dan Industrialisasi, maka mulai tahun 1980 -an Air Sungai Citarum ternoda oleh limbah industri/pabrik. Pabrik/industri tekstil mulai berdiri dan menjamur di bantaran Sungai Citarum. Pada akhirnya tahun 2018 Sungai Citarum telah terlimbahi racun secara rutin dan sistematis dari pabrik/industri sekitar 3000 -an di sepanjang bantaran dan DAS Citarum.

Amazing pisan euy !

Akibatnya,
Sungai Citarum berhasil menyabet gelar internasional paling Bergengsi sepanjang sejarah :
Sungai Citarum Sebagai Sungai Terkotor Se Dunia.

Sungguh sangat menyayat hati dan nurani bagi orang/seseorang yang masih punya harga diri sebagai Urang Sunda ( baik Suku maupun Bangsa ) menyaksikan fakta :

Penghapusan dan Penghilangan Istilah,
setelah 60 % Artefak Utama Candi Jiwa dirampok dua orang Arkeolog asal Eropa,
Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil
pada era rezim Suharto/Soeharto tahun 1980 -an.

Artinya Urang Sunda resmi kehilangan ( tumpur ludes ) Artefak Candi Jiwa dan _Istilah.

Next …

Bandung, Minggu, 11 Desember 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

#SungaiCitarumPusatPeradabanBesarSunda

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan