banner 728x90

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Teh Nurul Arifin di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2022

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Teh Nurul Arifin di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2022

Warga masyarakat Citeureup seputar RW 14 Keluruhan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara mendapat pencerahan tentang 4 Pilar Kebangsaan dari Teh Nurul Arifin, Anggota DPR RI Komisi I asal Fraksi Partai Golkar. Salah satu anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi yang berjumlah 7 orang.

Perkumpulan Geulis Harmonis menyelenggarakan acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama warga masyarakat RW 14 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara di Gedung Serba Guna ( GSG ) RW 14 pada hari Minggu, 18 September 2022. Sebanyak 150 orang peserta mengikuti acara dari awal sampai berakhir dalam suasana akrab dan hangat.

Ideologi negara Pancasila,
Negara Kesatuan Republik Indonesia ” NKRI “,
UUD 1945 sebagai acuan dasar hukum perundang – undangan negara Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan bingkai utama perekat keharmonisan hidup berbangsa dan bernegara seluruh rakyat Indonesia merupakan 4 Pilar Kebangsaan yang wajib seluruh warga masyarakat ketahui dan fahami dengan baik dan benar. Supaya warga masyarakat menjadi warga negara yang ‘ on the track ‘ sesuai dengan cita – cita luhur para pendiri bangsa dan negara Indonesia.

Tentu Pancasila sebagai satu – satunya Ideologi resmi dan syah negara Indonesia tidak luput dari serangan dan gempuran ideoligi non Pancasila. Baik yang berhaluan Khilafah, Komunis maupun Liberalis Kapitalis. Dimana semuanya sama punya target utama mengganti Ideologi Pancasila.

Apalagi di era pandemi Covid-19 dimana hampir seluruh warga masyarakat tidak bisa lepas dan terlepas dari hp, gadget dan sejenisnya ( dunia internet dan medsos ), sehingga masyarakat setiap sa’at mendapat berbagai info yang baik maupun tidak baik. Termasuk masuknya faham – faham anti Pancasila, anti NKRI, anti UUD 1945 dan anti ke- Bhinneka Tunggal Ika -an yang sedikit banyak telah membuat sebagian bangsa Indonesia jadi bertindak radikal dan anti toleransi.

Teh Nurul pun menjelaskan bahwa pemahaman yang benar atas keberagaman agama dan keyakinan serta kepercayaan, ras, suku bangsa dan kebudayaan harus menjadi unsur penguat bagi seluruh warga negara Indonesia. Allooh SWT Tuhan YME sengaja membuat manusia beragam hanya untuk saling kenal mengenal satu sama lain, bukan untuk saling menghilangkan dan menghancurkan.

Warga masyarakat Citeureup yang hadir sangat beragam baik agama, suku maupun budayanya. Sejak lama sudah terjalin kebersamaan dan toleransi yang berdampak pada terciptanya kehidupan yang rukun, aman dan nyaman.

Hanya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia saja yang paling cocok bagi bangsa Indonesia, bukan bentuk Kerajaan, Kesultanan, Khilafah/ Ke- Khilafah -an, Federasi/Serikat dan bentuk lainnya. Bangsa dan Negara Indonesia terbentuk dari penyatuan multi suku dan agama. Rakyat menjadi penguasa dan pemilik penuh Kedaulatan.

Supaya hidup senantiasa selaras dan harmonis, maka satu – satunya sandaran dan pedoman penegakan hukum di Indonesia hanya satu yaitu Undang Undang Dasar 1945, bukan undang – undang agama tertentu. Tentu saja bangsa dan negara asing yang selalu ingin ‘ kembali ‘ menguasai dan mengendalikan negara Indonesia, senantiasa berusaha supaya undang – undang dan aturan – aturan buatan mereka bisa masuk dan berlaku jadi pedoman hukum di Indonesia, supaya kembali mereka bisa kuasai dan jajah Indonesia.

Semoga Allooh senantiasa melindungi seluruh bangsa Indonesia supaya hidup rukun, bersatu dan damai selamanya,
aamiiin.

Seluruh peserta warga masyarakat sangat antusias mengikuti acara sejak awal sampai berakhir berbalut dialog hangat dan penuh keakraban.

Bandung, Senin, 19 September 2022

Zaki CJI &
Sumber dari Dadan Tim Nurul Arifin

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan