banner 728x90

Bangsa Indonesia 77 Tahun Ber- Agama : Tapi Tidak Pernah Ber- Doa !

Bangsa Indonesia 77 Tahun Ber- Agama : Tapi Tidak Pernah Ber- Doa !

Terakhir para pemuda Indonesia berdoa pada tanggal 28 Oktober 1928.
Sa’at perhelatan Kongres ‘ Soempah ‘ Pemoeda.

Lantunan lagu Indonesia Raya 3 Stanza adalah fakta nyata sejarah perjalanan ( cikal bakal ) bangsa dan negara Indonesia.

[ Negara Indonesia baru ter- Proklamir -kan pada tanggal 17 Agustus 1945 ]

Bayangkan sejak tahun 1928 sampai 2022,
ternyata sudah nembus angka 94 tahun
Bangsa Indonesia selama 94 tahun tidak lagi ngaDu’a, berdoa bersama.

Tentu saja Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragama
Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Khong Hu Chu serta kepercayaan lainnya
yang senantiasa berdoa menurut agama dan kepercayaan secara khusus.
Namun sayang sekali sebagai sebuah bangsa Indonesia tidak pernah lakukan prosesi berdoa bersama sebagai bangsa Indonesia walau hanya sekedar lewat lantunan lagu Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya yang selalu bangsa dan negara Indonesia nyanyikan baik dalam acara resmi negara maupun dalam setiap even/momen adalah hanya lagu Indonesia Raya 1 Stanza.
Sejak tanggal 17 Agustus 1945 sampai 17 Agustus 2022.

[ Idealnya setelah upacara resmi kenegaraan di Istana Negara, setelah acara resmi selesai

Nyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza ( eksibisi ) dulu baru Farel bernyanyi dang dut.
Tentu hal ini lebih yahuuut lah ! ]

Berdampak dan berpengaruh kah selama 77 tahun bangsa Indonesia secara nasional tidak mendoa ?

Sungguh sangat kita rasakan sampai sa’at ini.

Pemerintah, eksekutif, birokrat sangat tidak pro Tanah dan Air, Rakyat serta Ibu Pertiwi.
Termasuk TNI dan Polri lebih pro pada pemerintah daripada pada rakyat.

Para Jaksa dan Hakim tidak pro rakyat dalam menjalankan hukum dan undang – undang.
Hukum sangat berpihak pada penguasa/pemerintah dan para pengusaha ( lokal dan global ).
Siapa yang pegang uang dan kuasa, pasti berujung happy ending.
Begitu tervonis dan terhukum endingnya bebas bersyarat.

575 Anggota DPR RI lebih membela dan wajib pro para pemilik & Ketum Partai Politik daripada bela rakyat dan Tanah.Air serta Ibu Pertiwi.

Hasilnya sa’at ini :
14.006.450 hektar makrak dan kritis serta nganggur,
artinya Ibu Pertiwi merana dan berduka lara.
Lebih dari 70 % tanah dan lahan Indonesia berada di bawah kuasa dan kendali asing. Akibatnya kekayaan alam di daratan dan lautan jadi garapan bangsa asing.

Jadi, bangsa Indonesia sungguh tidak wajib ( bahkan haram ) jadi bangsa miskin dan papa.

Apa yang harus dan wajib segera bangsa Indonesia lakukan jelang tahun 2023 dan 2024 ?

Pemerintah ( Eksekutif ), Anggota DPR RI ( Legislatif ) dan Jaksa & Hakim ( Yudikatif ) tentu kompak berkata,
” Sangat susah bangsa Indonesia cepat terbebas dari zona miskin.
Karena kita tidak mampu ! “

Dan seterusnya.

Satu hal saja yang mudah dan murah biaya yaitu seluruh komponen bangsa Indonesia mulai belajar dan nyanyikan lagu wajib Indonesia Raya 3 Stanza. Mulai tahun 2022, 2023 dan 2024.

Minimal bangsa Indonesia belajar mengajak dan ucapkan
” … Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia ! … “

Semoga,
Aamiiin.

Bandung, Senin, 12 September 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan