banner 728x90

Du’a ‘ Dreams ‘ Terkabul : Kebutuhan Atau Keinginan ?

Du’a ‘ Dreams ‘ Terkabul : Kebutuhan Atau Keinginan ?

” Ud’uunii Astajiblakum “
Allooh SWT mewajibkan seluruh manusia memohon dan meminta.

Permohonan dan permintaan seperti apa yang Allooh kabulkan ?

Setiap manusia ingin jadi ‘ raja ‘ dan ‘ ratu ‘.
Minimal terkondisikan dan terfasilitasi seperti seorang raja atau ratu.
Faktanya hanya segelintir dan atau beberapa gelintir orang saja yang bisa dan mampu jadi ( sebagai ) ‘ the real king ‘ raja dan ratu.
Itupun terbatas masa dan waktu.

Bangsa Indonesia,
Allooh takdirkan sebagai bangsa yang memiliki Tanah dan Air yang subur dan kaya raya. Namun sungguh berbanding terbalik dengan kondisi nyata yang menerpa peri kehidupan mayoritas masyarakatnya.

Miskin, terpuruk, terjajah dan termarjinalkan adalah predikat yang begitu melekat pada lebih dari 90 % warga negara dan penduduk Indonesia.
Bahkan hanya 1 % persen saja penduduk dan atau warga negara Indonesia yang bisa menikmati kemapanan dan kesejahteraan, kaya dan raya.

[ Orang mapan dan sejahtera alias kaya tidak lebih dari 2,5 juta orang, bahkan bisa kurang ]

Setiap orang selalu minta dan memohon pada Allooh Tuhan YME agar menjadi kaya, sejahtera, bahagia dan seterusnya.
Lewat du’a ( doa ) sesuai agama dan kepercayaan masing – masing, baik secara pribadi maupun berjama’ah atau berkelompok.

Seringkali terjadi pada akhir prosesi pemanjatan du’a/doa malah muncul pertanyaan lain,
” Kenapa permintaan saya lewat du’a/doa tak terkabulkan ? “
Banyak sekali dari pada manusia yang menghentikan sama sekali pekerjaan ‘ ngaDu’a ‘ tersebut.

Jadi,
sebagaimana pertanyaan di atas yaitu du’a atau permintaan/permohonan seperti apakah gerangan yang musti dan mesti Allooh kabulkan dan wujudkan ( ? )

Setelah kita perhatikan dan analisis,
ternyata segala permohonan apapun yang kita panjatkan pada Allooh SWT hanya sebagian kecil saja yang terkabul dan terwujud.
Hampir bisa kita pastikan, setuju atau kontra dan suka atau benci, lebih dari 90 % du’a tersebut berupa keinginan.
Sedangkan isi du’a yang sesuai kebutuhan kita tak lebih dari 10 % bahkan sangat minim.

Barangkali semua orang Indonesia, khususnya para pemilik partai dan penguasa, ingin jadi Presiden Republik Indonesia.
Kebutuhan Presiden Republik Indonesia hanya satu orang, maka kudeta atau makar atau demo apapun untuk jatuh gulingkan seorang Presiden Republik Indonesia sungguh sangat sulit terjadi dan bertentangan dengan Kehendak Allooh Tuhan Sang Maha Penguasa.

Alangkah indah dan elok serta humanis sekali seluruh warga negara Indonesia mulai sa’at ini mengubah permohonan dan permintaan lewat panjatan du’a kepada Allooh supaya seluruh bangsa Indonesia hidup aman, damai, bahagia dan sejahtera sesuai kebutuhan dasar setiap manusia.

Tidak perlu minta sesuai keinginan agar setiap orang jadi Presiden, Menteri, Gubernur dan seterusnya.

Ganti seluruh du’a harian kita mulai sa’at ini juga,
Saya sangat yakin ketika seluruh warga negara Indonesia memohon pada Sang Maha Kuasa supaya bisa dan cukup punya beras untuk kebutuhan sampai tahun 2045, maka Allooh segera kabulkan.

Dua hal yang bisa mempercepat pengabulan du’a :
Pertama Allooh telah ciptakan Tanah dan Air Indonesia subur, bersih dan mulia.
Kedua sesuai dengan kebutuhan mayoritas penduduk Indonesia.

Begitu pun seluruh warga negara Indonesia memohon supaya seluruh Air khususnya Air Sungai di seluruh Indonesia bisa langsung manusia minum sehat dan menyehatkan.

Tatkala seluruh bangsa Indonesia mengubah isi du’a ( permohonan/permintaan ) sejak sa’at dan detik ini, maka seluruh potensi dan gerak langkah pemerintah/penguasa akan menuju titik target bersama demi dan untuk kepentingan dan kebutuhan seluruh bangsa Indonesia, tanpa kecuali.

So, apa yang harus segera kita lakukan bersama dan secepatnya ?

Khususnya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mewajibkan seluruh anak mulai Paud, SD, SMP, SMA/K sampai Perguruan Tinggi dan
Menteri Agama wajibkan seluruh anak mulai balita, Madrasah Ibtidaiyyah ( MI ), Madrasah Tsanawiyyah ( MTs ), Madrasah Aliyah ( MA ) sampai Universitas Islam Negeri ( UIN ) juga Santri Pesantren setiap sa’at melantunkan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza.
Isinya mengajarkan supaya seluruh warga negara Indonesia senantiasa ngaDu’a berdoa kepada Allooh Tuhan YME.
Pun seluruh warga negara Indonesia senantiasa me- mulia -kan Tanah dan Air Indonesia selamanya.

Hal ini sungguh sangat penting supaya para lulusan sekolah formal dan para sarjana jebolan perguruan tinggi formal juga para santri se Indonesia tidak jadi anak bangsa yang sesat dan menyesatkan serta hanya bisa merusak Tanah dan Air Indonesia.

Semoga,

Aamiiin

Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

RevolusiPendidikan&KebudayaanIndonesia

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan