banner 728x90

Minal ” Istighosah ” Menuju Pe- Wujud -an ” Tanah Air Wakaf ” !

Minal ” Istighosah ” Menuju Pe- Wujud -an ” Tanah Air Wakaf ” !

Islam mengenal
minazhzhulumaati ilannuuur
” Dari gelap menuju cahaya ! “

Budaya Nusantara mengenal
” dari kegelapan ( dunia penjajahan ) menuju terang benderang ( merdeka/pencerahan ) “

Bayangkan !

Seseorang dan atau komunitas berada pada kondisi tunanetra ( buta ), tunarungu ( tuli ) dan tunawicara ( bisu ) dalam gua yang gelap gulita, tanpa ada titik cahaya sedikitpun.
[ kata Urang Sunda mah, poek mongkleng buta rajin ]

Itulah yang telah dan sedang melanda dan memapar sebagian besar ( mungkin 99 % ) bangsa dan warga negara Indonesia.
Khususnya menerpa Urang Sunda.

Kenapa hal ini sedang terjadi ?

Kembali ceuk Urang Sunda mah sesuai ideom
Pareumeun Obor !

Artinya putus dan terputus dari cahaya.
Sengaja, tidak sengaja maupun terjadi begitu saja. Padahal mah tidak ada satupun sesuatu hal terjadi karena kebetulan.
Semuanya sudah ter- skenario -kan oleh Allooh SWT.
Pun manusia ( penguasa, pengusaha dan sebagian kecil orang ) telah sengaja merancang dan jalankan rencana mereka.

Pareumeun Obor,
terjadi dan bisa terwujud hanya karena satu hal saja yaitu terputusnya alur sejarah.
Akibatnya seseorang/komunitas tidak tahu lagi siapa bapa dan ibunya, apalagi bisa mengetahui siapakah kake dan buyut serta moyangnya.

Sama halnya dengan seorang anak manusia yang tidak tahu dan kehilangan ” Ayah dan Ibu ” sejak usia dini ( balita ). Walaupun sebenarnya dia adalah ‘ raja ‘ atau ‘ kaisar ‘ sekalipun,
Faktanya dia hanyalah seorang anak ‘ yakin piatu ‘ ( paha tulalis/basa Sunda ), dhu’afa alias miskin permanen dan lemah tak berdaya.

Secara legal dan formal adalah sebuah kemustahilan orang seperti ini bisa dan mampu berdaya serta berubah ( cepat atau lambat ) jadi orang sukses dan kuat sejahtera.

Adakah jalan untuk bisa mengubah secara cepat dari kondisi tak berdaya/lemah/terpuruk/marjinal dan sejenisnya ?

Tentu saja ada dan hanya satu – satunya jalan.
Yaitu sesuai instruksi dan perintah Allooh SWT :
Ud’uunii Astajiblakum !
( Mohonlah/Mintalah pada KU
niscaya KU Kabulkan ! )

Apa bedanya minta sesuatu kepada manusia/jin syetan/pemerintah/lembaga dengan hanya kepada Allooh SWT ?

Minta kepada manusia ( juga jin ) pasti dan tentu ada syarat tertulis dan tak tertulis. Hal ini butuh waktu lama dan prosedural. Loba aturan main dan banyak permainan.
Hal terfavorit adalah pemotongan dengan dalih apapun dan ujung akhirnya korupsi.

Tidak ada jaminan untuk dapat, baik ajuan lewat proposal apalagi tidak pernah membuat ajuan.

” Mana ada yang geratis ? “
begitu jargonnya.

[ mungkin dalam bincang batinnya berkata, saya juga jadi PNS/ASN dan atau TNI.Polri bayar ! ]

Minta kepada Allooh SWT gratis dan tanpa ada syarat apapun.
[ tinggal der ]
Bisa kapanpun dan dimanapun serta bebas minta ( ngaDu’a/berdoa ) apapun.
[ asal jangan pernah minta jadi ” Tuhan ” saja ]

Alhamdulillaaah,
Kami dari CJI
Citizen Journalism Interdependen
sudah berhasil lakukan dan wujudkan Istighosah selama 40 Hari Tanpa Henti bersama 40 Santri.
Sungguh berat dan sangat tidak mudah, kami butuh waktu lebih dari 5 tahun ( 2015 – 2022 ).

Semoga Allooh ubah nasib dan kondisi CJI ( sebagai komunitas orang – orang kelas bawah )
pada tahun 2022 jadi komunitas mapan, sejahtera, dermawan, manfa’at bagi manusia dan lingjungan.
*Rahmatan lil ‘aalamiiin *.

Tuk menyongsong era Indonesia Emas pada tahun 2045 !

Aamiiin

Semoga

Bandung, Selasa, 3 Mei 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan