banner 728x90

Cinta Air dan Tanah

Cinta Air dan Tanah
Molekul Air Berisi Du’a/Doa

” Shareit Air Campur Du’a/Doa : Ke’arifan Nusantara “

Salah satu pemuliaan khas Ummat Islam Nusantara terhadap Air adalah jadi media perantara ‘ shareit ‘ berbagi du’a atau doa antar sesama. Era Nusantara hampir seluruh ummat Islam percaya dan yakin 100 % akan kekuatan dan dahsyatnya dari du’a/doa.

Yang paling menarik adalah media ‘ Air ‘ yang jadi perantara pasti berupa Air Suci dan Bersih, sehingga dapat segera orang minum tanpa harus dalam kondisi masak atau matang.

Dampak besar dan manfa’atnya terhadap keberadaan ‘ Air ‘ dimanapun adalah pemuliaan yang sangat tinggi akan dzat dan keberadaan air.

Tanpa kampanye dan propaganda pun manusia Nusantara dengan kesadaran tinggi senantiasa dimanapun selalu menjaga dan merawat agar Air selalu suci, bersih dan tersedia.
Artinya manusia Nusantara sangat memelihara ekosistem air dan tanah.
Sehingga secara langsung mereka sudah masuk kategori para pencinta Tanah dan Air.

Sebuah pencapaian yang sangat sulit tertandingi oleh sistem pendidikan manapun di dunia ini. Terutama pendidikan formal warisan penjajah/kolonial Belanda yang sekarang menjelma jadi sekolah dan kuliah pada sistem pendidikan nasional resmi bangsa Indonesia.

Fakta,
semenjak Indonesia merdeka dan pendidikan warisan Belanda yaitu sekolah dan kuliah ( perguruan tinggi ) jadi ageman negara Indonesia.
Ternyata kondisi Tanah dan Air Indonesia tidak jadi lebih baik dan mulia dibandingkan sa’at era Nusantara.

Cinta Tanah dan Air serta NKRI hanya sebuah dogma yang setelah tersampaikan dan tersosialisasikan ( kampanye ) cukup lah sudah.
Seolah sudah lakukan perbuatan pencintaan.

Sebuah keyakinan yang sesat dan menyesatkan.

Salah satu contoh nyata adalah Sungai Citarum.
Sungai Citarum sebagai nara sumber utama hidup dan penghidupan sebagian besar warga masyarakat Urang Sunda dan Jawa Barat sangat rusak dimana Air Sungai Citarum sudah tidak bisa lagi manusia minum langsung. Air Sungai Citarum sudah bercampur sampah dan limbah yang otomatis kotor, bau dan beracun.

Sejak tahun 1980 -an sampai sa’at ini kondisi Air Sungai Citarum masih tetap tidak bisa manusia minum langsung.
Apalagi dicampur dengan du’a/doa, apapun du’anya, maka pasti du’a -nya pun tertolak selama Air Sungai Citarum kotor dan najis.

Rasanya sangat begitu sulit Urang Sunda bisa kembali punya kekuatan besar dan peradaban tinggi serta mulia selama Air, Tanah Sungai Citarum najis, beracun dan berlimbah.

Mampukah Urang Sunda dan masyarakat Jawa Barat membuat Air Sungai Citarum jadi Suci dan Bersih ?

Bandung, Sabtu, 30 April 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan