banner 728x90

Tukang ‘ Coet ‘ Itu Ber- Zakat !

Tukang ‘ Coet ‘ Itu Ber- Zakat !

” Assalaamu’alaikum ! ” seseorang membaca salam berdiri di depan pintu yang terbuka.
Sambil ‘ rengkuh ‘ posisi tubuh agak membungkuk, ciri khas Urang Sunda ketika melewati orang.

Si Petugas Masjid itu persilahkan pria berusia 30 an tahun ( mungkin lebih muda dari itu ). Tak lama berselang setelah beberapa sa’at berbincang, pada akhirnya pria muda itu pamitan pulang.

Saya dapat info, ternyata dia seorang penjual ‘ coet ‘ alat untuk mengulek sambal ( ulekan ).
Dia sudah berniat untuk Zakat Fithrah, walau kondisi jualan ‘ coet ‘ nya pun tidak jelas. Untuk menghormati dan menghargai niat tulus dia, maka Sang Petugas itu pun menerima dan ijab kabul, namun setelah selesai segera uang tersebut dia kembalikan pada pria muda tersebut.

Saya penasaran dan langsung nanya pria muda tersebut.

” Kang, kawit ( asal ) ti mana ? ” tanya saya.

” Abdi ti Soreang ! “
jawabnya sambil tersenyum.

” Naha teu jadi petani weh ? ” pertanyaan susulan.

” Ah, da teu gaduh sawah sareng kebon na ! ” jawaban itu muncul ketika saya tanya kenapa tidak bertani saja.

Sebuah kewajaran peristiwa yang sejatinya sangat tidak wajar sekali.
Bayangkan !

Seorang pria muda hanya berjualan ‘ coet ‘ milik orang lain ( ada bos -nya ) dan sangat pasti hasilnya tidak seberapa, itu pun kalau laku.
Begitu tidak ada satupun pembeli, ya hanya keringat dia yang keluar.

Sungguh mulia hati pria muda sederhana tersebut, di tengah usaha dia yang tidak jelas dan tidak menentu, namun dia masih berusaha nyari Masjid hanya untuk tunaikan rasa taggung jawab pada Ilahi Allooh SWT, Zakat Fithrah yang sejatinya dia mutlak wajib menerima Zakat.
Kategori ‘ fakir ‘ sudah melekat padanya.

Sementara puluhan bahkan ratusan orang yang berpredikat PNS/ASN, pejabat dan anggota dewan ( DPR/DPD/MPR RI dan DPRD ) lakukan korupsi dan lebih ‘ edan ‘ lagi bangga sambil tersenyum dan lambaikan tangan pada awak media, amazing !

Semoga Allooh jadikan pria muda sederhana itu sebagai pengusaha ‘ entrepreneur ‘ kaya yang dermawan, aamiiin.

Kemuliaan tidak bisa terukur hanya oleh penampilan fisik, gelar dan jabatan !

Bandung, Kamis, 28 April 2022

Muhamnad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan