banner 728x90

Alumni Bandung : 4 Jenderal Itu, Ternyata !

Alumni Bandung : 4 Jenderal Itu, Ternyata !
Doni Monardo, Ketua Pengurus Pusat PPAD

Ada yang menarik di seputar Bandung Raya. Alumni Bandung Raya sa’at ini khususnya di ranah militer atau tentara sedang terjadi hal yang unik.

Apakah itu ?

Ternyata, ada 4 orang Jenderal alumni alias jebolan, terkhusus mereka adalah asli kelahiran Bandung.
3 orang keluar dari rahim Kota Bandung dan 1 orang dari Kota Cimahi.

Entah sengaja atau tidak dan entah kebetulan atau hanya kebetulan belaka.
Apapun cerita atau praduga bahkan opini yang berkembang tentang mereka, namun itulah yang sedang terjadi.

Siapakah mereka ?

Doni Monardo, Sang Jenderal purna TNI berpangkat ‘ Letnan Jenderal ‘ adalah prajurit petarung kelahiran Kota Cimahi. Doktor Honoris Causa ini berdarah Minang, namun rasa cinta ‘ Tatar Sunda ‘ dan ke- NKRI -annya tak teragukan lagi.
Mantan Danjen Kopassus dan Dan PasPampres begitu dekat dengan beberapa Presiden Republik Indonesia mulai Presiden ‘ Gus Dur ‘ K.H . Abdurrahman Wahid, SBY hingga Joko Widodo.

Beberapa jabatan penting pun pernah bersandar di pundaknya :
Pangdam 3 Siliwangi sebagai ‘ Pelopor Perintis ‘ program Citarum Harum yang fenomenal secara lokal, regional, nasional sampai internasional,
Sesjen Wantanas,
Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid-19.
Setelah purna tugas pun masih terpercaya jadi Ketua Pengurus Pusat PPAD.

Muhammad Andika Perkasa, Panglima TNI

Andika Perkasa, Sang Panglima Tentara Nasional Indonesia sa’at ini adalah Jenderal kelahiran Kota Bandung.
Menapaki Danjen Kopassus sebelum pegang Kepala Staf Angkatan Darat dan berakhir sebagai pemegang puncak Panglima TNI.

Dudung Abdurachman, KSAD

Dudung Abdurachman, Jenderal kelahiran Kota Bandung dan jebolan SMP Kartika Chandra persis depan lapangan golf area Stadion Siliwangi. Semasa sekolah sempat jualan es dan makanan.
Tak seorang pun menduga dan mengira bahwa suatu sa’at Dudung memegang puncak pimpinan TNI AD sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, KSAD.

Iwan Setiawan, Danjen Kopassus

Terakhir adalah Iwan Setiawan. Sang Jenderal TNI Bintang Dua pun kelahiran Kota Bandung. Iwan sa’at ini memuncaki pimpinan pasukan khusus punya TNI AD yang jadi kebanggaan negar dan bangsa Indonesia.
Komandan Jenderal Kopassus adalah amanah yang sedang ia emban.

Uniknya, Iwan merupakan Jenderal TNI yang paling kocak dan humoris asli Urang Sunda, begitulah khabar yang beredar.

Apakah ini sebuah fenomena perdana bahwa Urang Bandung dan Sunda bakal menjadi ‘ pionir ‘ balik – Bandung -nya ( kembalinya ) kedaulatan dan kemerdekaan sejati bangsa dan negara Indonesia ?

Bisa jadi dan terwujud !
Sebuah negara dan bangsa bisa berdaulat penuh manakala kuat rahayat/rakyat dan petarung/jawara bersenjatanya ( tentara/TNI ).
Tentara Nasional Indonesia kuat, tanpa dukungan penuh seluruh rakyat, maka TNI hanya sebagai serdadu profesional berbayar belaka. Mereka keropos dan sangat tidak punya rasa cinta ” Tanah – Air “, NKRI.

Hanya TNI yang punya ruh dan jiwa ‘ pejuang petarung ‘ demi negara dan bangsa Indonesia saja yang mampu membawa NKRI memuncaki predikat sebagai bangsa berdaulat, merdeka, ma’mur sejahtera dan rahmat berkah bagi seluruh alam.

Semoga Allooh takdirkan dan jadikan sebagai titik nadir bahwa Doni, Andika, Dudung dan Iwan mampu nyalakan kembali spirit
Bandung Lautan Api
api yang membakar dan melumatkan segala penderitaan dan kerusakan multi dimensi yang sedang menyerang dan memapar sebagian besar bangsa Indonesia.

Satu Hari Menderita Demi Merdeka – Berdaulat Kekal Lebih Baik Daripada ( Seolah ) Merdeka Satu Hari Untuk Terjajah Selamanya !

Selamat berjuang dan bertarung duhai wahai para Jenderal ku,
persembahkan pada haribaan Ibu Pertiwi kedaulatan Lemah Cai – Tanah Air Indonesia.

Tanah dan Air Indonesia adalah milik bangsa NKRI, bukan milik bangsa penjajah dan asing.
Darah kalian adalah merah putih NKRI, bukan komunis ( palu arit ) dan bukan khilafah ( pedang ) maupun kapitalis – liberalis ( barat/Eropa/Amerika/Yahudi ).

Rahayat, Lemah Cai,
Negara dan Bangsa Indonesia sedang
rindu dan kasmaran
pada para ‘ pejuang petarung ‘ pembebas
kesejatian jiwa sukma
leluhur Nusantara.

Percepatan dan gerak cepat adalah jati diri kalian.
Bukan pembiaran dan
bukan pula hanya
diam membatu.

Habisi semua bangsat
pun para pengkhianat
siapapun mereka adanya yang selama Indonesia merdeka sampai sa’at ini hanya berperan aktif agresif merusak, menggadai sampai menjual aset bangsa dan negara Indonesia.

Indonesia sebagai pewaris tunggal peradaban Nusantara.

Bandung, Selasa, 26 April 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan