banner 728x90

Minyak Goreng Raib : Kalah Perang Pemerintah VersuS Kartel !

Minyak Goreng Raib : Kalah Perang Pemerintah VersuS Kartel !

Harga Minyak Goreng Kemasan di 6 Negara Asia Tenggara

Indonesia
Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per liter

Vietnam
Rp 25.000 per liter

Thailand
Rp 26.000 per liter

Singapura
Rp 29.387 per liter

Filipina
Rp 32.000 per liter

Malaysia
Rp 8.500 per liter
( Subsidi )
Rp 8.500 per dua liter
( Non Subsidi )

Para generasi kolonial ( non Milenial ) yang lahir pada era pra 1980 -an masih mengenal lagu Nasional berjudul ” Rayuan Pulau Kelapa “ tentang ” Nyiur Melambai “.

Apakah itu ” Nyiur ” ?

Arti kata ” nyiur ” adalah kelapa atau cocos nucifera.
[ Kamus Besar Bahasa Indonesia ]

Namun,
sa’at dan hari ini nama besar dan nama adidaya kelapa ( nyiur ) pupus sudah,
hanya tinggal kenangan, sweet memory.
Kita bisa dan mampu gali kembali kebesaran ‘ peradaban ‘ kelapa dalam bait – bait lagu dan lirik Lagu Wajib Nasional ” Rayuan Pulau Kelapa ” karya cipta Ismail Marzuki.

Tanah Airku Indonesia
Negeri Elok Amat Kucinta
Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia
Yang Kupuja Sepanjang Masa

Tanah Airku Aman Dan Makmur
Pulau Kelapa Yang Amat Subur
Pulau Melati Pujaan Bangsa
Sejak Dulu Kala

Reff :

Melambai Lambai
Nyiur Di Pantai
Berbisik Bisik
Raja Kelana
Memuja Pulau
Nan Indah Permai
Tanah Airku
Indonesia

[ hari ini telah terwujud :

Tanah Airku Indonesia
Negeri Kritis Amat Kucinta
Tanah Tumpah Limbah Sampah
Yang Ku Nista Sepanjang Masa

Tanah Airku Kritis Dan Krisis
Pulau Sawit Yang Amat Subur
Pulau Industri Pujaan Asing
Sejak Dulu Kala

Reff :

Melambai Lambai
Sawit Di Ladang
Berbisik Bisik
Raja Penista
Memuja Industri/Pabrik
Nan Rusak Binasa
Tanah Airku Indonesia ]

Satu lagu lagi karang cipta R. Maladi berjudul
Nyiur Hijau

Nyiur Hijau, Di Tepi Pantai
Siar Siur, Daunnya Melambai

Padi Mengembang, Kuning Merayu
Burung – Burung, Bernyanyi Gembira

Tanah Airku, Tumpah Darahku
Tanah Yang Subur, Kaya Makmur

Tanah Airku, Tumpah Darahku
Tanah Yang Indah, Permai Nyata

Yaa Allooh !
Sedemikian ” durhaka ” dan ” penista ” para pemimpin bangsa Indonesia,
sungguh sangat tega nian jadikan Ibu Pertiwi, Tanah Airku dan Tumpah Darahku sebagai
Tanah dan Air penampung sampah, limbah beracun nan bahaya.

Nenek moyang dan Aki Nini kami adalah bangsa penyukur dan pemulia Tanah dan Air pemberian dan berkah dari Mu Yaa Allooh Tuhan kami.

Tapi,
namun,
hari ini bangsa mayoritas kami rakyat dan warga negara Indonesia
mengantri dan berbaris panjang mencari hanya Minyak Goreng buatan pabrik/industri penguasa Kelapa Sawit.

Sementara para pemilik perkebunan sawit jutaan hektar dan pengelola pabrik/industri penghasil minyak ‘ sawit ‘ goreng, sedang ketawa ketiwi senang bahagia atas keuntungan dari selisih harga yang sangat menguntungkan.

Pemerintah resmi bangsa Indonesia, sudah tidak bisa berbuat apa – apa selain hanya bisa akui bahwa mereka lemah tak berdaya hadapi para kartel ‘ penjahat ‘ minyak goreng.

Apakah salah dan dosa, bila kami rakyat jelata ” membumi hangus ” -kan seluruh perkebunan sawit dan pabrik/industri minyak goreng milik para kartel/mafia/penjahat pengusaha yang sungguh tidak bermakna nan faedah bagi kami ?

Ataukah menunggu dan nunggu pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten ” membibitkan ” dan ” menanam ” pohon Nyiur dan Kelapa ?

Ataukah kami hanya cukup berharap, menunggu dan ber- Nyanyi ” Nyiur Hijau ” dan ” Rayuan Pulau Kelapa ” ?

[ Kartel/Mafia Minyak Goreng ” Kalah Telak ” -kan Jutaan PNS/ASN, TNI dan Polri ]

Bandung, Sabtu, 26 Maret 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan