banner 728x90

Apakah Negara Indonesia Perlu ‘ Kita ‘ Bela ?

Apakah Negara Indonesia Perlu ‘ Kita ‘ Bela ?

” Negara Indonesia bukan Tuhan, ia bisa jadi ( bentuk ) apa saja sesuai manusia penghuninya ! “

Rentetan sejarah Nusantara

Berawal dari Sang Penguasa tanpa bentuk yaitu Aki Tirem yang tidak ada bentuk. Sangat berbeda dengan Yunani, Romawi, Persia, India dan China.
Salakanagara adalah bentuk Kerajaan Pertama yang berdiri tahun 130 Masehi dengan Raja Dewawarman sebagai Raja ( menantu Aki Tirem asal India ) dan Permaisuri Nyi Pohaci Larasati ( anak Aki Tirem ). Inilah cikal bakal Kerajaan Nusantara.
Dewawarman VIII menikahkan putrinya dengan Jayasingawarman, kemudian mendirikan dan jadi Raja Pertama Kerajaan Tarumanagara.

Inilah perjalanan awal peradaban Sunda cikal bakal Kerajaan se Nusantara. Namun sangat sayang sekali, bukti fisik tidak ketemu ( masih terkubur dan tersembunyi bahkan sengaja dikubur/disembunyikan ).

Candi Jiwa di daerah Batujaya Karawang Jawa Barat adalah satu – satunya bukti fisik berupa candi yang sangat terhubung dengan Kerajaan Salakanagara dan Tarumanagara.
Pendirian dan proses pembuatan Candi Jiwa bersamaan dengan pendirian Kerajaan Pertama Salakanagara. Antara 60 % sampai 70 % artefak, manuskrip dan peninggalan utama Candi Jiwa sengaja dirampok dan dibawa oleh dua orang arkeolog asal Eropa pada tahun 1980 -an.

[ Era Soeharto/Suharto berkuasa sengaja tutupi proses penggalian Candi Jiwa sebagai kunci pembuka ‘ sejarah ril ‘ kebesaran Peradaban Sunda ]

Istilah Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil adalah bukti nyata ada rentetan sejarah panjang Peradaban Besar Sunda.
Suharto/Soeharto adalah orang paling bertanggung jawab atas sesatnya catatan sejarah Nusantara dan Indonesia, sehingga para anak bangsa khususnya Urang Sunda terputus hubungan sejarah dan emosinya dengan para pendiri Nusantara.

Dia sengaja secara sistemik membiarkan 60 % – 70 % artefak dan peninggalan Candi Jiwa dirampok dan dibawa kabur oleh dua orang arkeolog asal Eropa. Pada tahun yang bersamaan Suharto/Soeharto lewat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef menghapus Istilah Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil dari catatan sejarah resmi/formal dan Geografi Indonesia.

Sejak tahun 1980 -an lewat pendidikan nasional bangsa Indonesia mempelajari sejarah sesat, akibatnya pada hari ini sangat sulit menemukan para pejabat, penguasa dan pengusaha yang benar – benar mencintai Tanah dan Air Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi para PNS/ASN, pelajar dan mahasiswa, terutama TNI dan Polri semuanya sama terjangkiti rasa gamang dalam hal cinta negara dan bangsa NKRI.

Ibarat buih di lautan,
ngambang dan terombang ambing gelombang dari manapun datangnya.

Ada gelombang ” Khilafah “, ya ikut.
Ada gelombang ” Komunis “, ya ikut.
Ada gelombang ” Kapitalis dan Fasis “, ya ikut.

Arah pun berubah sesuai gelombang dan arah mata angin,
ada yang ikut gelombang Eropa ( Belanda, Inggris, Perancis, Portugis dan lainnya ), Amerika Serikat, Tumur Tengah Arab, Russia ( Uni Soviet ) dan China juga Jepang.

Satu hal yang pasti dan wajib terjadi yaitu
bangsa Eropa, Amerika Serikat, Israel, Arab, China dan Jepang tidak pernah akan cinta dan bangga pada NKRI.

Sangat wajar dan seharusnya secara serius dan sistematis mereka buat dan cipta kondisi supaya NKRI selalu tersesat, berebut dan ber- konflik permanen. Sejak era Kerajaan dan penjajahan hingga sa’at ini.

Artinya mereka tidak akan pernah bela negara Indonesia.

Siapa yang harus dan wajib bela negara Indonesia ?

Hanya bangsa Indonesia yang bisa dan mampu lakukan bela negara.

Bagaimana caranya setelah puluhan tahun jadi ( seperti ) buih lautan ?

Gali dan pelajari sejarah Nusantara yang benar, bukan sejarah sesat yang resmi para pelajar dan mahasiswa serta anak bangsa Indonesia pelajari sejak tahun 1980 -an sampai 2022 ini.

Lakukan hal – hal ini segera supaya tahun 2045 seluruh bangsa Indonesia bisa wujudkan Indonesia Emas, bukan Indonesia sepuhan dan imitasi.

Pertama wajibkan seluruh pelajar, mahasiswa dan santri seluruh Indonesia menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza yang utuh dan sempurna paripurna. Supaya bangsa Indonesia full berdaulat dan merdeka.
Pun seluruh PNS/ASN, TNI dan Polri serta pejabat juga anggota DPR – DPD – MPR RI wajib nyanyikannya.

Kedua MoU Freeport buka secara utuh ke seluruh bangsa Indonesia tanpa kecuali.

Ketiga negara wajib ambil kembali seluruh artefak dan peninggalan utama Candi Jiwa dari negara Eropa tanpa sisa sedikit pun.

Keempat ambil dan rebut kembali lebih 26.000 artefak, manuskrip dan peninggalan peradaban Sunda Nusantara yang tersimpan rapih di Leiden University dan negara Eropa termasuk Jepang yang ratusan tahun telah mencuri, merampok dan bawa kabur sejak mereka menjajah sampai hari ini tidak bisa kembali.

[ Moal pernah kajadian ‘ mereka ‘ rela, rido jeung ikhlas kembalikan semua ]

Kelima siapapun yang anti Pancasila, anti Agama, anti Budaya Nusantara dan anti NKRI secepatnya usir dan tinggalkan wilayah Indonesia.

Bandung, Sabtu, 26 Februari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan