banner 728x90

Sepenggal Kisah Jelang Peristiwa Longsor Sampah Leuwi Gajah : 21 Februari 2005 !

Sepenggal Kisah Jelang Peristiwa Longsor Sampah Leuwi Gajah : 21 Februari 2005 !
Napak Tilas : Tangkal Jati di area bekas TPAS Leuwi Gajah ! Senin, 21 Februari 2022

Hari Peduli Sampah Nasional
( Selamat, Musibah atau Laknat ? )

” Bi, teu sieun eta sampah murag ? ” pertanyaan itu spontan keluar dari mulut Kang Yana pada salah seorang penduduk dimana gunungan sampah tepat berada di pinggir rumahnya.
Si Bibi ngukut domba oge.

” Ah, paling oge sarerea ! ” jawabnya singkat.

Dialog ini terjadi 3 hari jelang longsor besar tumpukan sampah di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwi Gajah yang berlokasi di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung ( sebelum menjadi Kabupaten Bandung Barat ).

Hari Minggu sekitar pukul 3 sore, Kang Yana sedang berada di ruas jalan tol dan hujan mulai turun tanpa henti sampai malam.
Inilah penyebab terjadi tumpukan sampah yang telah lama menggunung di Leuwi Gajah longsor.
Air hujan tertahan tumpukan sampah terutama plastik yang menggunung.

Sa’at masyarakat RW 9 Leuwi Gajah sedang tidur di bawah guyuran hujan lebat tak henti,
akhirnya longsor sampah pun terjadi.

2005 peristiwa longsor sampah terbesar dalam sejarah ‘ rudet ‘ -nya persampahan nasional yang menyita perhatian dunia.
Lebih dari 157 orang tewas terkubur longsoran sampah.

Ada beberapa peristiwa yang sungguh menyayat hati orang yang punya hati nurani.
Kang Yana cerita ada bantuan uang sebesar Rp 2 miliar dari Jusuf Kalla tidak pernah sampai pada keluarga korban karena dikorup dan habis oleh beberapa pejabat.
Ada 3 orang pejabat yang terlibat dan berakhir di penjara, namun uang tersebut tidak pernah sampai.

Ada lagi cerita Kepala Desa yang ujug – ujug ( bukan latah karena si Arteria Dahlan ) jadi kaya gara – gara dampak dari peristiwa longsor sampah Leuwi Gajah. Beli mobil baru dan bisa bangun ruko.

Yah, ini lah bangsa Indonesia
jadi benar juga ketika ada orang berseloroh
Musibah Membawa Berkah !

Semoga banyak masalah dan apapun namanya termasuk pandemi Covid-19 yang hingga sa’at ini belum usai, entah sampai kapan ( ??? )

Sampai hari ini pun salah satu dari 9 bahan pokok yaitu minyak goreng tidak nongkrong di pasaran.

Pandemi Covid-19 pun jadi berkah bagi para pedagang dan penguasa vaksin di Indonesia.
Info katakan bahwa lebih dari 14,5 juta hektar ladang/kebun kelapa sawit yang ada di Indonesia, namun minyak goreng menghilang dari pasaran.

Sungguh luar biasa,
benar – benar serius terjadi sampai hari ini
99 % warga negara Indonesia terpuruk karena kejelasan hidup tidak terjadi.
Kepastian hanya satu yaitu apapun kondisi dan pandemi yang memapar bangsa Indonesia yang penting para pengusaha/pedagang dan segelintir penguasa untung !

Hari Peduli Sampah Nasional apakah sebuah musibah atau laknat dari Ilahi Robbi karena ulah dan olah manusia ?

Leuwi Gajah Kabupaten Bandung Barat – Kota Cimahi, Senin, 21 Februari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan