banner 728x90

Selamat Jalan : Kang Dicky !

Selamat Jalan : Kang Dicky !

Pertemuan itu tidak sengaja, …, berawal dari sebua⁶h even sederhana yang Kang Dicky and the genk adakan berlokasi di Stadion Siliwangi Kota Bandung.
Kebetulan sa’at itu CJI bisa membawa 25 orang anggota untuk ikut berpartisipasi pada acara tersebut.

Singkat cerita kami berkesempatan hadir pada sebuah acara yang Kang Dicky adakan dan secara lebih dekat bisa mengetahui kiprah bersama komunitas yang dipimpinnya.

Ada hal yang menarik bahkan sangat menarik sampai nyita perhatian saya sa’at itu.
Saya sempat bicara langsung dengan Kang Dicky.
Ternyata, subhaanallooh, luar biasa, Kang Dicky banyak melakukan uji eksperimen ilmiah yang tidak pernah saya dengar selama jadi pemburu seminar/diskusi/workshop dan sejenisnya di kandang akademik sekalipun ( kampus perguruan tinggi ).

Dua hal yang sangat ‘ mengganggu ‘ fikiran saya sejak sa’at itu bahkan sampai detik ini adalah

Pertama Kang Dicky berhasil menemukan teknologi *bahan bakar ( bensin ) berasal dari *Air*.
The best, sungguh luar biasa.

Hal paling aneh di negara Indonesia adalah ternyata juga pemerintah Indonesia ( daerah Kota Bandung, Provinsi, apalagi Pusat ) tidak pernah bahkan tidak mau ‘ mengakui ‘ mengapresiasi, komo deui jadikan penemuan Kang Dicky sebagai program negara untuk hentikan ekspolitasi tambang minyak bumi.

Sejak mulai pengeboran minyak bumi sampai hari ini yang untung, kaya dan makmur abadi adalah hanya negara dan bangsa Singapura.
Plus para pedagang ( penguasa, pejabat dan pemilik modal ) di Indonesia.

Sangat wajar penemuan Kang Dicky ini sangat tidak boleh pemerintah akui dan jadikan program unggulan negara.
Karena bangsa Indonesia yang mayoritas miskin dan ripuh, ujug – ujug bisa kaya raya dan makmur sejahtera. Hal yang sangat para pengusaha lokal dan asing benci dan tidak boleh terjadi sampai hari Kiamat pun.
Kepentingan global terjadi.

Penemuan bahan bakar ( bensin ) dari Air sangat menyentuh kebutuhan pokok masyarakat kecil dan umum.

Kedua Kang Dicky berhasil menemukan dan ciptakan teknologi yang khusus erat berhubungan dengan dunia pertahanan yaitu senjata laser.
Kang Dicky berhasil ciptakan laser sederhana yang dapat jatuhkan pesawat.
Sungguh luar biasa, bahkan sudah diujicobakan di Depertemen/Kementerian Pertahanan.

Bagaimana hasil akhirnya ?

Ya, tentu saja sangat tidak disetujui oleh pemerintah.
Sangat wajar pula, bagaimana sangat terganggunya para produsen senjata dunia khususnya Amerika Serikat begitu tahu produk persenjataan mereka yang bermodal dan berharga jutaan dolar dapat tersaingi dan terlampaui oleh senjata sederhana buatan dan ciptaan asli Urang Sunda anak Ibu Pertiwi.

Tentu saja, mereka bakal berusaha mati – mati -an untuk hentikan dan tumpurkan semua pesaing dan penghalang bisnis mereka, bagaimanapun caranya.

[ Salah satu alasan Gus Dur harus segera dihancurkan/dilengserkan ( secara berjama’ah dikudeta ) karena sangat mengancam cengkeraman AS atas Freeport ]

Ada dua hal yang terpenting adalah

Urang Sunda dan bangsa Indonesia ternyata otaknya canggih – canggih dan banyak melampaui para guru besar hasil produk sistem pendidikan ciptaan barat ( Eropa & AS ). Ini bukti nyata bahwa benar Urang dan Bangsa Sunda itu adalah Bangsa Besar dan punya Peradaban Besar.
Sehingga banyak negara di dunia iri dan dengki serta sangat berhasrat untuk kuasai warisan teknologi dan kekayaan Peradaban Sunda.
Walau lebih dari 26.000 artefak, manuskrip dan peninggalan lainnya tersimpan di Leiden University dan negara Eropa lainnya termasuk di Jepang, namun mereka sangat kesulitan lakukan bedah rahasia.

Kedua hanya Urang Sunda yang bisa buka dan tegakkan kembali tinggalan warisan Peradaban Besar Sunda bukan orang lain dan bukan orang asing, bangsa China sekalipun.

Sayang,
Seribu sayang,
Kang Dicky sa’at itu sudah bersedia menurunkan dan memberikan hasil karya penemuan yang bermanfa’at bagi masyarakat banyak kepada CJI belum bisa terwujud.

Andai Allooh takdirkan sejak sa’at itu CJI dan Kang Dicky bisa wujudkan penerapan teknologi terapan pada dan di masyarakat khususnya Bandung Raya dan Jawa Barat.
Tentu lambat namun pasti, bahkan bisa terjadi percepatan perubahan status dan kondisi kehidupan Urang Sunda dan Jawa Barat.
Kondisi keterpurukan hidup menuju ketercerahan dan kedaulatan menuju kesejahteraan bersama.

Namun, ada juga kisah yang cukup kecutkan nyali pendengarnya bahwa Kang Dicky pun tak luput dari upaya pembunuhan. Allooh masih selamatkan nyawanya.

Akhirnya Allooh SWT takdirkan pada hari Kamis tanggal 17 Agustus 2022 di tengah masa pandemi Covid-19, Kang Dicky harus menemui Sang Maha Pencipta.

Selamat jalan Kang Dicky !

Bandung, Sabtu, 19 Februari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan