banner 728x90

Konflik : Bisakah Negara Indonesia Maju ?

Konflik : Bisakah Negara Indonesia Maju ?
Versus

Perjalanan Sejarah

The New Era, Reformasi
Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur fakta hadirkan ke depan publik berkonflik dengan Wakil Presiden Megawati Kebun PDIP, Ketua MPR RI Amien Rais, Ketua DPR RI Akbar Tanjung dan anak buah sendiri Kapolri Bimantoro.
Hasilnya sangat signifikan yaitu Gus Dur tidak bisa bangun dan majukan bangsa dan negara, mereka merongrong dari dalam dan luar pemerintahan. Gus Dur pun dikeroyok dan dilengserkan.

Itulah prestasi abadi para pemimpin reformasi.

Kerja keras selama puluhan tahun lawan dan tumbangkan rezim Suharto/Soeharto sirna seketika.
Amanat Reformasi untuk mengadili Suharto/Soeharto beserta kroni pupuslah sudah, juga menyita seluruh harta kekayaan para perampok negara selama Suharto/Soeharto berjaya tak pernah bisa terjadi sampai sa’at ini.

Inilah penyebab utama negara Indonesia tidak bisa maju dan tidak bisa bayar hutang lunas hingga kini.

The Old Era, Presiden Sukarno/Soekarno sejak tanggal 17 Agustus 1945 terus berkonflik dengan terutama Karto Soewirjo DI/TII, Sama’un dan Aidit PKI dan separatis lainnya. Belum lagi konflik dengan Malaysia dan Singapura.
Selama 10 tahun awal kekuasaannya bangsa dan negara Indonesia terlibat konflik serius.

[ Suami konflik dengan isteri ( atau anak ) saja di rumah, maka pasti keluarga itu sangat sulit membangun, maju dan sejahtera. Apalagi level negara ]

Bagaimana kondisi konflik hari ini selain dengan pandemi Covid-19 ?

Para penjahat, pengkhianat, perampok negara binaan Suharto/Soeharto sangat beruntung Gus Dur ditumbangkan dampaknya mereka hidup bebas merdeka sampai sa’at ini.
Mereka pasang dua kaki, satu kaki jadi ‘ seolah – olah ‘ dukung penuh Jokowi – Ma’ruf Amin dengan segala programnya.
Kaki kedua berdiri kokoh sebagai penyandang dana para perusuh, petugas demo dan aksi serta pasukan anti Jokowi dan pemerintah.

Serangan Covid-19 berdampak 10 tahun sampai tahun 2031 ( masih lama ), padahal bangsa Indonesia masih gagal target sebagai bangsa berdaulat dan berkedaulatan pangan. Sehingga ketika negara lain alami dampak pandemi Covid-19 cukup sampai tahun 2031, maka bangsa Indonesia bisa lebih lama lagi katakan sampai tahun 2035 bahkan 2045.

Sayang sekali para pentolan dan tokoh anti Jokowi – Ma’ruf ( kalah usung Prabowo ) tidak ada satupun yang mikir
” bagaimana caranya supaya bisa buat gerakan terutama bidang ketahanan pangan dan budaya maju sebagai saingan program pemerintah dan seterusnya “
eh, malah siapkan demo berjilid dan bertema.

Sudah tidak benar ketika ada dua kubu keagamaan/kepercayaan sama pada sa’at bersamaan lakukan ritual du’a yang bertolak belakang dan berlawanan.

” Yaa Allooh !
Lindungi dan selamatkan Presiden Jokowi sampai tahun 2024 memimpin bangsa dan negara Indonesia ! ” panjat dan pinta kubu pendukung.

” Yaa Allooh !
Percepat Presiden Jokowi turun dan lengser ! ” teriak para kubu anti Jokowi – Ma’ruf.

Manakah kubu dari mereka berdua yang segera Allooh kabulkan ?

Bandung, Selasa, 15 Februari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan