banner 728x90

Saunda/Saundana Itu ” Lumbung Padi ” : Mampu/Bisa -Kah Urang Sunda Mulia -kan ” Lemah Cai ” Tahun 2022 ?

Saunda/Saundana Itu ” Lumbung Padi ” : Mampu/Bisa -Kah Urang Sunda Mulia -kan ” Lemah Cai ” Tahun 2022 ?
Saundana = Lumbung Padi

Apakah bakal terjadi nama ” Sungai Citarum ” berganti jadi ” The Water-Tarum ” atau ” The Violet-Water ” ?

” Kuring, masih bisa ngojay jeung ngala lauk di Sungai Citarum ! ” kata para pelaku dan penghuni yang pada tahun 1980 sudah jadi orang dewasa.

” Pabrik sarung atau kain di daerah Majalaya menggunakan pawarna alami dari Daun Tarum untuk mewarnai kain, “
” Itu terjadi sebelum ada pewarna kimia buatan pabrik ! “

Hal itu masih terjadi pada kurun waktu 1945 sampai tahun 1980 -an.
Setelah muncul kebijakan politik Suharto/Soeharto ” Industrialisasi ” dan ” Swastanisasi “, maka berdampak pada kerusakan tanah dan air Sungai Citarum hingga sa’at ini.

Sebelumnya bantaran Sungai Citarum adalah milik mutlak Sungai Citarum, setelah industri/pabrik dan swasta boleh menjarah bantaran Sungai Citarum, maka kepemilikan beralih pada pemilik pabrik/industri dan swasta.

Sebelumnya bantaran, air dan tanah dari Sungai Citarum merupakan nara sumber hidup dan kehidupan manusia Urang Sunda, berbagai pohon dan tumbuhan serta binatang.
Sejak tahun 1980 -an sampai awal tahun 2022, semuanya menjadi nara sumber usaha dan bisnis para pengusaha pemilik pabrik/industri dan swasta. Sedangkan para Urang Sunda dan penghuni sepanjang bantaran dan DAS Citarum hanya jadi ‘ konsumen setia ‘ bau, air limbah beracun dan udara/atmosfir kotor.

Para Raja Besar Sunda sangat me- Mulia -kan Sungai Citarum. Sanksi orang yang berani ‘ ngompol ‘ mencemari Air Sungai Citarum langsung kena hukuman penggal leher.

[ Edan luar biasa maju peradaban Sunda,
berani kencing saja ke Sungai Citarum hukumannya penggal leher.
Sa’at ini ribuan para pemilik dan pengusaha pabrik/industri yang rutin buang air limbah dan racun ke Sungai Citarum dapat perlindungan dan penghargaan dari pemerintah sebagai pelaku ekonomi dan perekrut tenaga kerja ]

Para penguasa dan pemutus kebijakan yang terdiri dari sipil dan militer serta polisi sejak tahun 1980 -an sampai jelang turunnya Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan PPK DAS Citarum tentu saja sudah menikmati dana/uang/materi dari para pengusaha penjajah/imperialis Sungai Citarum. Namun sangat sayang, para penguasa Jawa Barat terutama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak berani lakukan percepatan untuk segera bebas merdekan Sungai Citarum dari cengkeraman para pengkhianat lingkungan dan penjajah/imperialis Sungai Citarum.

Dampaknya sampai sa’at ini pe- Merdeka -an dan pem- Bebas -an Sungai Citarum dari segala kejahatan dan pengrusakan permanen tidak pernah bisa terwujud.

” Kaburu datang ( super cepat ) weh virus corona, Covid-19 ! “

Seharusnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berani nekad lakukan percepatan Revitalisasi Sungai Citarum apapun resikonya.

Plus,
100 an orang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,
91 orang anggota DPR RI asal Jawa Barat dan
4 orang anggota
semuanya turun ‘ tuturubun ‘ bergerak aktif percepat wujudkan Sungai Citarum jadi Sungai Ter- Mulia se Indonesia.

Ternyata bukan Allooh yang membuat Urang dan Bangsa Sunda mulia atau tidak, namun sangat bergantung pada usaha sendiri.

So, Urang Sunda terbaik adalah yang responsif dan cepat lakukan gerak aksi nyata untuk muliakan lemah cai tanah dan air Tatar Sunda Jawa Barat dan Banten.

Jangan pernah menunggu Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Jepang dan Amerika Serikat serta Sekutu kembalikan lebih dari 26.000 artefak dan manuskrip bukti ‘ otentik ‘ peradaban besar Sunda.
Mereka tidak akan pernah rela ngasih, kecuali wajib dipaksa lewat ‘ kekerasan ‘.

[ Anggap saja harga per satu artefak atau manuskrip tersebut Rp 1.000.000.000, maka Urang dan Bangsa Sunda wajib sediakan dana/anggaran/biaya sebesar Rp 26.000.000.000.000 = Rp 26 triliun… sangat sulit itu pasti ]

Bagaimana jalan paling sederhana ?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, para Bupati dan Walikota harus jadikan 2/3 penduduk Jawa Barat sebagai Petani Organik Saundana menanam Beras Organik Pandan Wangi Cianjur. Danai dan fasilitasi semua kebutuhan para petani.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus berani jamin kebutuhan pangan para petani selama dua tahun.

Bukan hanya Gubernur, Bupati dan Walikota serta para anggota DPR D Provinsi dan Kota/Kabupaten saja yang harus berani nekad jamin kebutuhan pangan para petani selama dua tahun. Dana bisa gunakan 3 jalur yaitu
APBN ( dana pusat )
APBD ( dana daerah )
CSR ( dana sumbangan )
pemerintah ahli tak terbantahkan tangani urusan ini mah.

Urang Sunda dan Bangsa Sunda pun harus berani dan nekad hentikan pergerakan ideologi non Pancasila yaitu ideologi syari’ah/khilafah ( NII ) dan komunis ( PKI ) selama dua tahun.
Seluruh Urang Sunda dan Bangsa Sunda tanpa terkecuali wajib muliakan dan wujudkan kedaulatan dan kemamdirian pangan menuju Ketahanan Pangan.

Semoga semuanya sadar diri dan cepat bergerak buat aksi nyata,

Aamiiin !

Bandung, Kamis, 27 Januari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan