banner 728x90

Senin, 17 Januari 2022 : Jokowi Kunjungi Pasar Tradisional Sederhana Kota Bandung !

Senin, 17 Januari 2022 : Jokowi Kunjungi Pasar Tradisional Sederhana Kota Bandung !
Beras Pandan Wangi Cianjur

Presiden Jokowi lakukan ‘ kunjungan kerja ‘ kungker ke Kota Bandung. Setelah berkunjung ke Unpar, maka Pasar Tradisional Sederhana adalah target selanjutnya.

Kenapa harus ke pasar tradisional ?

Pasar tradisional adalah barometer penting ukuran kehidupan ekonomi masyarakat ( khususnya ) bawah. Transaksi ekonomi terjadi setiap hari di pasar.

Sangat tepat Jokowi langsung berkunjung dan sowan dengan masyarakat yang berada di pasar Sederhana. Pertama dapat informasi ril yang terjadi langsung dari masyarakat, bukan laporan dari para pejabat dan pegawai negeri serta para pengurus ( penguasa ) pasar.
Kedua dapat melihat langsung kehidupan masyarakat pada sa’at ini, bukan kehidupan rekayasa dan drama serta sinetron.

Masyarakat Indonesia adalah tipe yang polos apa adanya. Mereka bakal spontan bicara apa yang telah dan sedang terjadi dan alami.

Mereka tidak akan bertanya kepada Presiden Jokowi, kenapa beras dan garam impor dan seterusnya ?

Bahkan mereka pun tidak akan pernah bertanya, apakah beras dan garam beli dari negara non Muslim dan komunis ?

Terpenting bagi masyarakat adalah ‘ beras ‘ dan ‘ garam ‘ ada terus di pasar tradisional, tak peduli dari manapun mereka ( beras dan garam ) berasal. Termasuk tidak akan pernah bertanya beras dan garam pemerintah beli, apakah pake uang sendiri ( hasil kerja keras ) dan atau berhutang ?

Toh, bagi masyarakat merupakan sebuah kewajaran setiap translator yang terjadi di pasar tradisional harus dan wajib ‘ cung creng ‘ alias cash.
Bawa uang dan dapat barang, sangat simpel pisan.

Negara wajib hadir dan jadi solusi bagi seluruh warga negara Indonesia, apapun latar belakang mereka.

Tahun 2022 negara Indonesia dalam hal ini pemerintah khususnya Presiden Jokowi wajib dan harus menjamin seluruh warga negara Indonesia bisa makan satu sampai tiga kali sehari makan nasi gratis dari negara, sama halnya seperti Vaksinasi.
[ Vaksin -asi gratis = Beras -isasi gratis ]

Kenapa beras harus gratis ?

Syarat beras gratis adalah beras ‘ wajib ‘ hasil dari para petani asli warga negara Indonesia, bukan warga negara asing dan impor, apalagi beras impor dari Vietnam dan Thailand.
Biarkan saja beras impor beredar di pasaran dengan harga mahal ( minimal Rp 20.000 per kilogram ).

[ Selama ini, sejak era Suharto sampai Jokowi yang bisa beli beras ‘ impor ‘ dari Vietnam dan Thailand hanyalah para pengusaha swasta kelas paus atas bantuan pemerintah.
Artinya hanya pengusaha kelas paus saja yang dapat untung dan terus kaya raya.
Pejabat berwenang tentu saja dapat untung besar atas tanda tangan yang telah terbubuh ( -kan ) ]

Kenapa impor beras masih terus bertahan, berjalan dan hidup terus ?

Ada bagi – bagi keuntungan ‘ duit/rupiah/fulus/doku/uang ‘ yang ces pleng masuk tanpa ribet.

Mari kita hitung !
Impor beras 1 juta ton :
1 juta ton = 1.000.000.000 kilogram

Harga beli beras Rp 10.000 per kilogram ( harga partai besar ), maka
1.000.000.000 kilogram beras X Rp 10.000
= Rp 10.000.000.000.000
= Rp 10 triliun per satu transaksi.

Untung bagi para pengusaha dan pejabat pembubuh tanda tangan, cukup Rp 100 per kilogram saja ( pasti lebih besar dari itu ) :
1.000.000.000 kilogram beras X Rp 100 per kilogram
= Rp 100.000.000.000 per satu kali transaksi ( bersih tanpa potongan dan pajak apapun ).
Jadi si pengusaha dapat untung ‘ renyah ‘ Rp 100 miliar dan si pejabat pembubuh tanda tangan pun dapat Rp 100 miliar.

Itu alasan utama impor beras termasuk garam wajib ( pengusaha & penguasa/pejabat ) pertahankan sampai kapanpun.

Bagaimana nasib dan kesejahteraan para petani beras dan garam asli rakyat dan warga negara Indonesia ?

Biarkan saja untuk mikir ( an ) dan berusaha ( keras ) sendiri !
Suruh saja beli pupuk urea dari pabrik pupuk dan pemerintah cukup sediakan bibit.

Apa atuh solusi terbaik bagi pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Jokowi sebagai pegawai dan pelayan negara ( bukan sebagai pegawai/pesuruh partai ) ?

Hanya satu jalan terbaik yaitu Presiden Jokowi wajib ganti beras pakan bangsa Indonesia asal impor ( Vietnam and Thailand ) dengan beras asli lokal hasil petani warga negara Indonesia asal Cianjur Jawa Barat yang sekarang sudah tidak ada di pasaran Beras Pandan Wangi Cianjur.

Kenapa harus ‘ Beras Pandan Wangi ‘ ?

Pertama,
Beras organik Pandan Wangi merupakan ‘ beras menak ‘ artinya beras khusus makanan para bangsawan dan ningrat serta orang terhormat ( mapan sejahtera ).

Kedua,
Beras organik Pandan Wangi adalah beras termahal dan terenak ( pulen ) di Indonesia.

[ sementara pemegang sabuk ‘ gelar ‘ beras termahal se- dunia adalah beras Jepang, sedangkan beras pakan/konsumsi Indonesia hanya peringkat ke- 81 ]

Semoga Presiden Jokowi ganti pakan beras bangsa Indonesia dari ranking 81 dunia berubah cepat jadi peringkat atas, karena berganti dengan beras organik Pandan Wangi Cianjur.
Akhirnya pada tahun 2025, satu tahun pasca berhenti/habis periode kedua, bangsa Indonesia sudah naik kelas dari gelar sebagai ‘ pemakan ( konsumen ) beras impor ‘ jadi ‘ pemakan ( konsumen ) beras ningrat/bangsawan/menak/borju

Aamiiin

Bandung, Selasa, 18 Januari 2022

Muhammad Zaki Mubarrok

Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan