banner 728x90

Tahun 2022 : Launching ” Universitas Terbuka Kreatif Interdependen ” UTeuk InterD !

Tahun 2022 : Launching ” Universitas Terbuka Kreatif Interdependen ” UTeuk InterD !

Serangan Covid-19 berakhir sudah pada tahun 2021, namun varian baru Covid-19 mulai nyerang dan memapar mulai tahun 2022.
Mereka bernama Omicron.

Lebih dahsyat dari Covid-19 karena tanpa gejala dan test pun negatif. Namun cukup hanya hitungan satu dua hari langsung meninggal.

Percaya atau tidak, suka atau tidak dan seterusnya.
Terpenting akhir tahun 2021 sudah masuk dan memapar warga negara Indonesia.

Bagaimana cara pemerintah dan rakyat/masyarakat Indonesia atasi ini semua ?

Penanganan Covid-19 sejak tahun 2020 sampai 2021 saja belum tuntas walau telah habiskan setengah dari APBN dan APBD, hanya untuk mem- vaksin seluruh warga negara saja belum bisa.
Apalagi menangani dampak pandemi Covid-19 yang menurut hitungan ( analis ) pejabat World Bank bahwa dampak bisa capai 10 tahun ke depan.

[ Pengalaman dan ‘ track record ‘ pemerintah Indonesia sangat terbiasa tempuh jalan perlambatan alias leled dan lemot ]

Jadi, apa yang harus segera kita lakukan secepatnya ?

Sebagai rakyat, masyarakat dan warga negara asli Indonesia, maka kita seluruh komponen bangsa sudah tidak bisa lagi gantungkan penanganan percepatan pada pemerintah dan partai politik.

Pemerintah Indonesia sangat bergantung pada dana APBN dan dana hutang/pinjaman. Menurut para pakar ekonomi menyebutkan bahwa hutang negara Indonesia kepada fihak asing mencapai Rp 5.000 triliun. Sejak Indonesia merdeka sampai akhir tahun 2021 pemerintah Indonesia belum sanggup dan mampu lunasi seluruh hutang negara.
Artinya rakyat, masyarakat dan warga negara Indonesia sudah tidak berharap banyak.

Partai politik
[ Pro Pemerintah maupun Anti Pemerintah ]
sedang sibuk memasang pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.
Arah perjuangan dan gerak aksi mereka bertarget menang dan berkuasa atas pemerintah Indonesia.
Plus bisa jadi partai pemenang Pemilu dan kuasai ranah dewan pada level nasional dan daerah.

Apa yang harus rahayat/rakyat, masyarakat dan warga negara Indonesia lakukan ?

Pertama tanamkan pada otak bawah sadar kita masing – masing bahwa pemerintah dan negara Indonesia tidak sanggup lakukan percepatan pemulihan kondisi baik kesehatan, ekonomi, sosial dan lingkungan.
Jadi hanya rahayat/rakyat dan setiap individu manusia Indonesia sendiri harus lakukan percepatan perubahan kondisi dan nasib dirinya, termasuk tanpa bantuan fihak asing darimana pun.

Kedua lakukan apapun yang bisa capai kemandirian, kedaulatan dan ketahanan pangan lewat percepatan.
Tersebab dana tidak punya, maka dua modal bisa jadi pilar utama perubahan yaitu tekad/kerja keras dan du’a permanen.

Ingat !
Kita adalah manusia yang tertakdir sebagai makhluk sosial, maka kita hanya bisa wujudkan percepatan perubahan secara kolektif dan bekerja sama serta saling kebergantungan.

Sungguh kita ( manusia ) tidak bisa hidup dan berkehidupan sendiri.

Mari kita ciptakan tempat kuliah yang mengajarkan materi kehidupan yang sesuai dan cocok serta berbasiskan ke’arifan lokal Nusantara yang telah terbukti mampu membuat bangsa Nusantara punya peradaban tinggi.
Alam lingkungan, tanah/daratan dan air, hewan dan tumbuhan hidup mulia.

Tanah, Air dan Udara/Atmosfir yang suci dan bersih berdampak pada struktur tubuh, karakter jiwa dan peradaban bangsa Indonesia capai tingkat teringgi.
Sebagai bangsa dan negara mulia di antara bangsa – bangsa lain di dunia.

Semoga pandemi Covid-19 dan varian baru Omicron berdampak pada percepatan pemulihan pe- mulia -an Tanah, Air, Udara dan Tubuh manusia Indonesia

Aamiiin

Bandung, Minggu, 26 Desember 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

UniversitasTerbukaKreatifInterdependen-CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan