banner 728x90

Resolusi CJI : Wajib kah Anggota CJI Jadi Petani ?

Resolusi CJI : Wajib kah Anggota CJI Jadi Petani ?
Tak ada Sawah, Polibag pun jadi !

Apakah anggota CJI harus jadi ( seorang ) petani ?

Sejak jauh sebelum saya dirikan CJI, sudah lama berfikir bahwa para petani Indonesia harus alami perubahan mendasar.
Artinya bukan profesi/kegiatan bertani atau bercocok tanam harus berganti dengan profesi lain, namun dukungan pendampingan yang harus segera bangsa Indonesia lakukan.

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa profesi bertani padi adalah bidang pekerjaan yang paling generasi muda Indonesia hindari.
Kotor, ripuh, cape, berat, banyak biaya dan tenaga, harus punya tanah luas dan hasilnya ( cenderung ) merugi adalah ‘ brand ‘ yang melekat erat pada kehidupan para petani.

Jadi, seperti apa ‘ pendampingan ‘ atau gaya bertani -nya CJI ?

Para pelajar jadi bagian terbesar anggota CJI pada awal terbentuk tahun 2015, lebih dari 90 % dan sisanya mahasiswa se Bandung Raya. Tahun 2020/2021 sudah banyak dari mereka yang jadi mahasiswa bahkan sudah jadi sarjana lulusan dari PTN dan PTS.
Allooh SWT berkata lain, takdir pandemi Covid-19 memapar seluruh dunia tak terkecuali Indonesia.

Semua kena imbas, terutama para sarjana lulusan tahun 2020 – 2021 mengalami kesulitan besar sepanjang sejarah kemerdekaan NKRI.
Sejak pandemi kuliah dan sekokah secara daring/online, hanya terjadi pada tahun 2020/2021. Setelah lulus pun pekerjaan berubah total jadi berbasis online.

Satu hal yang tidak bisa online yaitu makan dan minum.
Kebutuhan pangan tetap sebagai manusia bernyata harus langsung, offline.

Di sini, rencana besar saya terapkan pada CJI,
begitu mereka lulus jadi sarjana bidang apapun, maka mereka harus jadi tim dukung dan damping para petani.

Gambaran sederhananya :
Seorang petani biasa didampingi oleh 10 orang sarjana CJI lintas disiplin ilmu.
Sarjana Pertanian lakukan riset dan penelitian dalam bidang pembibitan dan pengelolaan tanah.
Sarjana Teknologi Pangan terus lakukan inovasi dalam bidang rekayasa produk pangan dan turunannya.
Sarjana Hukum siapkan klausul MoU dengan fihak manapun dan perlindungan hukum.
Sarjana Ekonomi dan bisnis, jelas siapkan dan menjamin manager dalam hal bisnis.

Sarjana Komunikasi lakukan terobosan baru dalam bidang promosi dan edukasi berbasis IT.
Sarjana Perhotelan terus berinovasi dalam hal kuliner dan olahan produk.

Dan seterusnya,
jadi seorang petani dalam persfektif ( pengembangan CJI ) cukup nyangkul tanah, melak bibit, tebar bibit, ngarawat dan ngamumule, terakhir panen dan ‘ happy ‘ weh.
Tidak usah mikir nyari dana, bibit, pupuk, MoU apapun, hukum, ngajual dan lain – lain.

Bagaimana supaya hal itu bisa terjadi ?

Hanya satu cara dan jalan yaitu lakukan, lakukan dan lakukan dari sekarang ( 2015 ) dengan apa yang bisa kita lakukan.

[ Alhamdulillaaah di tengah paparan pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, atas nama CJI kita sudah mulai ( bisa ) lakukan ” melak pare organik dina polibag ” pada pertengahan tahun 2021 deegan segala keterbatasan yang ada ]

Semoga Allooh jadikan gerak aksi nyata CJI bermanfa’at dan jadi rahmat serta berkat bagi kami, kita, alam lingkungan dan makhkuk hidup lainnya aamiiin.

Bandung, Minggu, 19 Desember 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

TakAdaSawahPolibagJugaJadi

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan