banner 728x90

Pasangan Maut Jenderal Panglima TNI & KASAD : Penjaga NKRI !

Pasangan Maut Jenderal Panglima TNI & KASAD : Penjaga NKRI !
Jendral Andika Perkasa dan Jendral Dudung Abdurachman

Bangsa dan Negara Indonesia sa’at ini sedang digempur oleh kekuatan asing dalam segala bentuk.
Ideologi anti Pancasila yaitu komunisme keturunan PKI dukungan China ( Rusia ) dan syari’ah/khilafah keturunan DI/TII dukungan Timur Tengah serta kapitalisme bentukan imperialis Eropa dan Amerika Serikat sedang ‘ dahsyat ‘ menggempur NKRI dari multi dimensi.

Awal NKRI merdeka
Nahdhotul Ulama dan sebagian besar bangsa Indonesia masih mampu melawan dan membendung kekuatan serangan PKI, DI/TII dan ‘ The New Imperialism ‘ Kapitalisme Eropa dan Amerika Serikat.

Sukarno mulai gulirkan produk baru NASAKOM, gabungan Nasionalis – Agama – Komunis, namun berakhir gagal.
Dominasi penguasa sipil sejak tahun 1945 – 1967 rontoń∑ dan penguasa militer ( Suharto ) naik takhta serta berkuasa.

Suharto sejak tahun 1967 berkuasa sampai 1997/1998.
Kekuatan militer gantikan sipil, dia menjadikan tiga pilar ‘ ABG ‘ yaitu ABRI ( militer ), Birokrasi ( PNS/ASN) dan Golkar ( politik ) sebagai alat utama berkuasa selama lebih dari 30 tahun.
Dia keluarkan produk politik baru bernama Industrialisasi dan Swastanisasi yang menjadi jalan utama Tanah, Air dan Udara NKRI tercabik dan 70 % aset negara bisa dikuasai oleh swasta dan asing sampai sa’at ini.
[ Suharto ( 1967 ) berikan gratis Freeport kepada Amerika Serikat sebagai balas jasa pada CIA – AS bantu gulingkan Sukarno ]

Partai politik baik yang ‘ nasionalis ‘ dan ‘ agamis ‘ sedang apa ?

Mereka semua sedang sibuk dan ‘ anteng ‘ ngurus serta persiapkan calon Presiden dan Wakil Presiden pasca Jokowi pada tahun 2024 nanti.
Tidak ada yang bisa diharapkan selain persiapan berjanji politik.
[ janji politik tidak perlu ditepati ]

Ormas Islam pada ngapain ?

Organisasi dan atau komunitas berbasis Islam/agama terutama yang anti NKRI dan Pancasila sedang sibuk dan khusyu berjuang ( jihad ? ) untuk menggoyang pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin serta bertekad ganti bentuk negara jadi NKRI Syari’ah/Khilafah.
[ bukan bentuk Khilafah Khulafaur Rosyidin apalagi versi Rosulullooh Muhammad SAW, namun khilafah versi Timur Tengah yang tidak jelas ]

Siapa kah bagian negara yang masih bisa diharapkan ?

Nahdhotul Ulama sudah jelas sekali garda depan NKRI dan Pancasila, namun lemah karena dua hal yaitu bukan institusi resmi negara/pemerintah dan lebih dari 90 % jama’ah/anggota N.U. miskin sampai sa’at ini.
[ akibat politik Suharto selama 30 tahun karena dia pengabdi Amerika Serikat ]

TNI adalah institusi/lembaga resmi punya negara yang sangat bisa kita harapkan karena hanya TNI yang aturan main utamanya harus cinta NKRI dan Pancasila.
[ Fakta banyak anggota TNI yang berkhianat sejak NKRI merdeka, jadi anggota PKI dan DI/TII ]

Negara dan bangsa Indonesia sa’at ini sedang ‘ riweuh ‘ hadapi musuh dari dalam negeri sendiri dan kekuatan asing.
Tidak ada satupun pendemo atas nama nasionalis dan agama yang nuntut supaya :

  1. Hutang negara cepat lunas
  2. Seluruh bangsa Indonesia bisa makan beras gratis dari negara
  3. 100 % persen aset negara jadi milik NKRI

Jadi hanya TNI yang sa’at ini satu – satunya institusi negara yang bisa dan mampu kerahkan kekuatan dengan senjata untuk basmi dan hancurkan semua para perongrong/pengkhianat negara Indonesia.
Selama ada TNI, maka bangsa asing harus mikir dua kali untuk menginvasi secara militer langsung.

Semua harapan terakhir ada pada pundak Jenderal Andika sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia dan Jenderal Dudung sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sebagai panglima penjaga marwah Tanah, Air dan Udara/Atmosfir Indonesia.

Politik dan kekuasaan emang penting dalam mengelola negara dan bangsa.
Cinta NKRI serta muliakan Tanah dan Air Indonesia lebih utama di atas segalanya.

Semoga Allooh memberikan kekuatan kepada Jenderal Andika dan Jenderal Dudung yang sama – sama lahir dari Kota Bandung untuk bisa kembalikan kemuliaan tanah leluhurnya yaitu Tatar Sunda dan seluruh wilayah Indonesia.

Aamiiin

Bandung, Selasa, 23 November 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan