banner 728x90

10 November ” Hari Pahlawan ” : Kilasan Perjalanan Ke- Pahlawan -an Bangsa Pra Nusantara Menuju Indonesia

10 November ” Hari Pahlawan ” : Kilasan Perjalanan Ke- Pahlawan -an Bangsa Pra Nusantara Menuju Indonesia

Masa Silam

Aki Tirem adalah sosok penguasa tunggal adil bijaksana ‘ tanpa mahkota ‘ pada abad awal Masehi bahkan Sebelum Masehi.
Dia bukan seorang raja, sultan, kaisar apalagi presiden.
Seorang Claudius Ptolomeus penulis ilmu bumi dan filosof Yunani pernah berkunjung ke negara asal mula dan cikal bakal Nusantara ini.

Wilayah yang berada di bawah kuasa Aki Tirem berkondisi aman, tenteram, damai, ma’mur dan sejahtera. Jadi kunjungan delegasi dan perorangan dari berbagai penjuru dunia.
Mulai dari yang bermisi dagang, kerjasama, melancong sampai pencari suaka politik.
Adalah seorang Dewawarman pelarian politik asal India Selatan yang kalah perang terakhir berlabuh dan dapat perlindungan Aki Tirem setelah berkeliling dunia mencari suaka.

Kerajaan Pertama ( Sunda ) yang menjadi cikal bakal kerajaan Nusantara berawal ketika Dewawarman yang beristerikan Pohaci Larasati puteri Sang Aki Tirem
mendirikan Kerajaan Salakanagara pada tahun 130 Masehi.
Aki Tirem pun pensiun berkuasa dan menyerahkan segalanya kepada mantunya.

Kerajaan Salakanagara menjadi biang dari lahirnya Kerajaan Tarumanagara, Sunda Galuh Pajajaran, Majapahit, Sriwijaya dan Kerajaan Nusantara lainnya.

Titik poinnya adalah Aki Tirem menjadi penguasa Nusantara yang bisa dan mampu memberi keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh warga negara dan orang asing siapapun adanya.
[ Salakanagara = Nagara/Negeri/Negara Perak
Terkenal sebagai negara penghasil logam ( emas dan perak ) ]
Terutama para pelarian dan pencari ‘ suaka politik ‘.
Artinya begitu besar pengaruh Aki Tirem di dunia sa’at itu.
Yunani dan China sangat hormat, segan dan berusaha adakan kerjasama dengan Aki Tirem.
Sebuah pencapaian prestasi dan prestise yang maha dahsyat luar biasa.

Sifat besar Aki Tirem menurun kepada anak cucunya, maka sangat wajar para raja Nusantara terkenal hebat sebagai bangsa ‘ kuat ‘ agraris dan maritim.
Ahli dalam pengolahan logam, aksesoris, perkakas dan persenjataan merupakan warisan yang ada melekat sampai hari ini.

Bagaimana jiwa ke- Pahlawan -an bangsa Indonesia pada masa kerajaan Nusantara dan kemerdekaan ?

Sangat jelas tercatat dalam sejarah perlawanan bangsa Nusantara demi mengusir para imperialis/penjajah dari segala dunia baik dari kawasan Eropa maupun Asia.
Sultan Agung Mataram selama 30 tahun tanpa henti terus menyerang VOC Belanda walau selalu kandas dan gagal.
[ anak kandungnya sendiri Amangkurat I justru berkhianat pada perjuangannya karena ‘ pacantel ‘ malah kerjasama dengan VOC Belanda dan membantai seluruh para pejuang pengikut setia ayahnya/Sultan Agung.
Pengkhianat itu muncul dari dalam dan lingkaran terdekat ]

Pangeran Dipanegara atau Diponegoro juga mencatatkan torehan emas sejarah perlawanan mengusir dan menyerang penjajah Belanda.
Juga raja – raja di Nusantara melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda.

*K.H. Hasyim Asy’ari adalah sosok pencetus ” *Resolusi Jihad* ” yang isinya mewajibkan seluruh individu/jiwa muslim untuk melawan penjajah dan kezholiman.
Ini lah pemicu utama seluruh kekuatan Islam terlebih Nahdotul ‘Ulama yang dipimpinnya sebagai gudang kaum santri dan pesantren seluruh Nusantara bersama – sama berjuang dan ngangkat senjata untuk berperang melawan para penjajah.
Salah seorang muridnya yaitu Bung Tomo menjadi tokoh sentral dalam pertempuran ” Arek – Arek Suroboyo ” dan memicu perlawanan lebih dahsyat terjadi dimanapun.
Teriakan ” Alloohu Akbar ! ” Bung Tomo memiliki pengaruh ‘ magis ‘ sangat luar biasa.

Para Pahlawan era pasca NKRI merdeka dan berdiri

Ir. Djoeanda atau Ir. Djuanda Kartawidjaja arau Ir. Juanda adalah sosok pejuang dan petarung pada era Sukarno yang terkenal dengan Deklarasi Djuanda tentang Negara Kepulauan ( ” Archipelagic State ” ) dan Hukum Laut Internasional.
Tanpa kebijakan ‘ Deklarasi Djuanda ‘, maka para negara ( mantan ) penjajah dan negara super power dengan sangat mudah bisa kembali menjajah dan menguasai NKRI.

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja adalah sosok pejuang petarung asli Urang Sunda yang berhasil mengalahkan para peminat ‘ penjajah era baru ‘ NKRI.
Dia berhasil memenangkan pertarungan di ranah pertarungan politik tingkat tinggi di PBB.
Edan pisan ! Mochtar berhasil mengalahkan dan meyakinkan 117 negara plus 5 negara Super Power untuk menandatangani ( ttd ) kebijakan ‘ politik ‘ pada United Nations Convention On The Law Of The Sea atau UNCLOS ke III pada tanggal 10 Desember 1982.
Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) adalah hasil perjuangan dan pertempursn tanpa senjata Mochtar Kusumaatmadja, sehingga luas batas wilayah NKRI bertambah lebih dari 5 juta kilometer. Total mencapai 8,3 juta kilometer.

Mochtar tidak pernah dapat royalti dan tidak pernah dapat saham satu persen pun dari hasil perjuangan ” The Greatest War Without The Gun ” di arena pertempuran ‘ politik ‘ tertinggi dunia, PBB.

Ir. Djuanda Kartawidjaja dan
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
adalah asli Urang Sunda yang mewarisi jiwa pahlawan dan pejuang petarung leluhur Sunda Aki Tirem.

Bagaimana nasib anak cucu Aki Tirem sa’at ini ?

Hanya satu perbedaannya yaitu
Aki Tirem sebagai ” Pemberi Suaka Politik dan Ekonimi “
dan
Anak Bangsa Indonesia sebagai ” Pencari Suaka Politik dan Ekonomi “

Bisakah dan mampukah bangsa Indonesia sebagai ” Pencari Suaka Politik dan Ekonomi ” wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045 ?

Bandung, Selasa, 10 November 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

HentikanJadiPencariSuakaPolitik&Ekonomi

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan