banner 728x90

Salak[a] Itu Perak, Nagara Itu Negara/Negeri/Kerajaan : Salakanagara !

Salak[a] Itu Perak, Nagara Itu Negara/Negeri/Kerajaan : Salakanagara !

Leluhur ‘ Karuhun ‘ Bangsa Sunda adalah para Jawara Pembuat ( Perkakas/Produk/Perhiasan/Senjata ) Logam

Claudius Ptolomeus dalam buku karya berjudul ” Geographia ” mencatat Kerajaan Salakanagara sebagai kerajaan kuno tertua di Nusantara yang berdiri sejak 130 Masehi.
Dia memberi nama atau sebutan ” Argyre ” untuk Salakanagara dimana dalam bahasa Yunani kata argyre berarti ” perak “.

Sebuah negara atau kerajaan tidak mungkin ujug – ujug berdiri, namun pasti harus melewati proses persiapan dan pembentukan sebelumnya.
Bisa butuh waktu puluhan sampai ratusan tahun sebelum mewujud dan berbentuk sebuah kerajaan.

Kata ” Perak ” berasal dari Pelabuhan Merak yang artinya pelabuhan ( tempat ) ” Merak ” berarti membuat perak.
[ bukan burung merak ]

Kenapa Claudius Ptolomeus menyebut ‘ Argyre ‘ untuk Salakanagara ?

Tentu bukan untuk menunjukan Salakanagara sebuah negara atau kerajaan yang terbuat dari unsur perak.
Dua hal penyebab utamanya yaitu negara atau kerajaan ini terkenal sebagai penghasil logam dan penduduk Salakanagara adalah para ahli pembuat produk barang/perkakas/kerajinan/senjata logam.

Bayangkan !
Pada abad 1 dan 2 saja bangsa Sunda Salakanagara adalah sudah menjadi ahli dan pakar pembuat/pengolah logam.
Artinya bangsa Sunda Kuno sudah jadi bangsa termaju se alam dunia.

[ bangsa Romawi dan Yunani masih berperan sebagai bangsa penjajah, bangsa China baru terkenal sebagai bangsa pedagang/pelancong, bangsa Eropa masih sebagai bangs jajahan Romawi/Yunani apalagi bangsa Arab masih gabung dengan Persia ]

Siapakah penguasa pertama di Salakanegara ?

Aki Tirem adalah penguasa pertama Salakanegara yang tinggal di Teluk Lada, Pandeglang Banten. Aki Tirem berjuluk/bergelar ” Sang Aki Luhur Mulya “.
Kata Pandeglang berasal dari kata ” Panday ” ( ahli/pakar pembuat ) dan ” Geulang ” ( perhiasaan/aksesoris/perkakas ) artinya ahli/pakar pembuat gelang.

Dunia sudah lama dilanda peperangan antar kerajaan yang menimbulkan pembunuhan dan pembantaian terjadi dimanapun, sehingga banyak fihak yang kalah perang terusir dan memcari suaka politik ke negara/kerajaan lain yang aman, kuat dan damai.

Salakanagara adalah negara paling ramai sebagai negara kunjungan bangsa dari seluruh kerajaan besar ( penguasa ) dunia.
Aki Tirem merupakan sosok sentral penguasa Salakanagara yang bisa dan mampu memberi perlindungan dan keamanan bagi siapapun yang datang berkunjung.
Baik sekedar untuk berkunjung ( jalan – jalan/wisata/berkelana ), berdagang sampai minta suaka ( perlindungan ) politik.
Salah satu pencari suaka politik masalah pelarian dari daerah India Selatan bernama Dewawarman yang sebelumnya telah berkeliling dunia sampai ke China.
Akhirnya berlabuh dan dapat perlindungan dari sang penguasa tunggal Salakanagara, Aki Tirem.

Kondisi politik, sosial dan ekonomi stabil dan mapan di bawah Aki Tirem sehingga mampu menjadi pengayom dan pelindung bagi siapapun yang butuh dan membutuhkan.
Ini lah kondisi negara/kerajaan yang mencapai puncak peradaban bangsa Sunda dan Nusantara.

” Gemah ripah loh jinawi
Aman Tentram Sentausa “
” Baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur “

Aki Tirem memiliki putri bernama Pwahaci Larasati atau Pohaci Larasati.
Dia menikahkan putrinya bersama Dewawarman.

Aki Tirem di akhir hayatnya mewasiatkan kekuasaanya kepada Dewawarman, sehingga dia dinobatkan sebagai Prabu Darmalokapala Drwawarman Haji Raksa Gapura Sagara dan Pohaci Larasati ( isterinya ) menjadi permaisuri bergelar Dewi Dwanu Rahayu.

Ada tiga versi paling mengemuka tentang letak ibukota Salakanagara yaitu :
Pandeglang ( Banten )
Ibukota kerajaan ini disebut Rajatapura yang diyakini sebagai kota tertua di Pulau Jawa dan Nusantara.
Gunung Salak ( Bogor )
Satu bagian kaki Gunung Salak terlihat keperak – perakan begitu terkena sinar matahari, maka kerajaan ini disebut Salakanagara karena Salak berarti perak.
Condet ( Jakarta )

Inilah 11 Raja Salakanagara berdasarkan kitab Naskah Wangsakerta – Pustaka Rajyarajya i bumi Nusantara yaitu :

  1. Dewawarman I
  2. Dewawarman II
  3. Dewawarman III
  4. Dewawarman IV
  5. Dewawarman V
  6. Mahisa Suramardini Warmandewi
  7. Dewawarman VI
  8. Dewawarman VII
  9. Sphatikarnawa Warmandewi
  10. Dewawarman VIII
  11. Dewawarman IX

Ada yang menarik di sini yaitu Aki Tirem bukanlah seorang raja penguasa resmi sebuah kerajaan, melainkan sebagai penguasa wilayah yang sangat bijak, ditakuti plus disegani dan tempat berlindung orang dari bangsa manapun.

Selain Claudius Ptolomeus penulis buku Kuno Romawi ‘ Geography ‘ yang asli bangsa Yunani pernah datang dan berkunjung ke Salakanagara, Dewawarman dari India, bangsa – bangsa lain dari penjuru dunia,
juga bangsa China.

Kepustakaan Dinasti Han atau Hou Han Shu menculik Salakanagara pernah mengirim utusan ke China pada tahun 131 Masehi.

Kerajaan Salakanagara mundur setelah muncul dan berdiri Kerajaan Tarumanagara pada abad ke 4 Masehi.
Alamiah dan wajar sebuah kebudayaan besar hilang berganti dan tergantikan kebudayaan baru.

Jayasinghawarman menantu dari Dewawarman VIII dan pendiri Kerajaan Tarumanagara memindahkan ibukota dari Rajatapura ke Tarumanagara.

[ Saya sendiri meyakini bahwa ibukota Kerajaan Salakanagara berada di Bantaran Sungai Citarum, hal ini terbukti dengan ketemunya Candi Jiwa ( dibangun abad 1 – 2 Masehi ) di daerah Kecamatan Batujaya Karawang. Baru terpublikasi pada tahun 2010 ]

Pertanyaan sangat penting adalah

Kenapa rezim Suharto menutup rapat mulai penggalian asli Situs Candi Jiwa Batujaya oleh argeolog Eropa sampai 60 % hasil dan artefak penting dibawa kabur oleh mereka ke Eropa ?
Apakah ini upaya sistematis dan terstruktur dia untuk membungkam dan mati kutu -kan potensi dan kekuatan Urang Sunda ?

Kenapa Urang Sunda terutama para intelektual, pakar dan ahli, budayaan serta tokoh masyarakat asli Urang Sunda diam tidak berkutik sampai hari ini ?

Bandung, Sabtu, 6 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan