banner 728x90

27,5 Juta Jiwa ‘ SDM ‘ Bantaran Sungai Citarum Berdaya Ma’mur Sejahtera, Pemprov Jabar & Republik Indonesia Jaya Sentosa !

27,5 Juta Jiwa ‘ SDM ‘ Bantaran Sungai Citarum Berdaya Ma’mur Sejahtera, Pemprov Jabar & Republik Indonesia Jaya Sentosa !

Air Sungai Citarum sejak tiga PLTA Jatiluhur, Saguling dan Cirata berdaya, maka penduduk di pulau Jawa plus Ibu Kota DKI Jakarta, Madura dan Bali ( terutama pengusaha ) telah jadi kaya raya.
[ Sungai Citarum tetap keukeuh konsisten rusak dan menderita ]
Fakta nyata bahwa Sungai Citarum telah memperkaya negara.
[ hitung kerugian negara begitu tiga PLTA berhenti operasi satu bulan, berapa ratus triliun rupiah per hari kerugian negara ? ]

Air Sungai Citarum menghidupi makhluk hidup terutama pohon dan tanaman pangan.
80 % penduduk DKI Jakarta sangat bergantung dari air minum Sungai Citarum.
[ tidak ada kontribusi -nya untuk percepatan Revitalisasi Sungai Citarum ]

Seluruh pohon dan tanaman di sepanjang bantaran dan Daerah Aliran Sungai Citarum telah mengasih gratis Oksigen pada seluruh manusia dan makhkuk hidup yang ada di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Indonesia serta Dunia.
Apa kontribusi pemerintah pusat dan daerah serta para pengusaha pemilik pabrik/industri, hotel, restaurant, rumah sakit, kantor instansi dan bisnis untuk menjaga supaya miliaran pohon dan tanaman tetap hidup dan berkembang sempurna di sepanjang bantaran DAS Citarum ?
[ tidak ada, kecuali bantaran dan lahan subur di sepanjang DAS Citarum dirusak dan diganti jadi lahan pabrik/industri, perumahan dan perkantoran ]

Siapa kah yang wajib dan harus lakukan percepatan perbaikan dan pe- mulia -an kembali Sungai Citarum dan DAS-nya ?

Presiden Joko Widodo sudah membuat Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan PPK DAS Citarum. Sudah sempurna pisan.
Gubernur Jawa Barat Ridwan ‘ Emil ‘ Kamil sudah menjabarkan Perpres tersebut menjadi PPK tanpa ‘ Percepatan ‘, degradasi. Terjadi pelemahan, pe- lemot -an dan turun kelas.
91 orang Anggota DPR RI asal Jawa Barat tidak komen dan tidak ada satu pun yang berani turun menyerang para penjahat dan pengkhianat Sungai Citarum, disfungsi ereksi.
Penegakan hukum oleh Satgas gabungan Kodam 3 Siliwangi, Polda Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan DLH Provinsi Jawa Barat ‘ leled bin lemot ‘ padat, macet merayap.

Tak ada satu pun lembaga dan institusi negara dan pemerintahan yang bisa, mau dan mampu lakukan percepatan pemulihan dan pe- mulia -an kembali Tanah, Air dan Udara/Atmosfir Sungai Citarum.

Perpres No 15 Tahun 2018 = PPPK.
Pergub Jawa Barat = PPK.
PPK kontra PPPK.

Bagaimana nasib 27,5 juga jiwa SDM Jawa Barat yang khusus tinggal sepanjang DAS Citarum ?

Tidak berma’na dan tidak bermanfa’at bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Tanah Air.
Hidup miskin, terpuruk, termarjinalkan dan sangat punya masa depan ‘ rumeuk ‘ suram kelam kelabu.
Tidak punya sumber air minum bersih dan tidak punya sumber pangan yang baik, sehat dan halalan thoyyiban.
Air minum Sungai Citarum hitam, bau, berlimbah dan beracun.
Padi yang hidup sepanjang DAS Citarum menghasilkan beras yang mengandung zat dan bahan berbahaya serta beracun.

Apa yang harus 91 orang Anggota DPR RI asal Jawa Barat lakukan dan Pemprov Jawa Barat, Kodam 3 SLW, Polda Jawa Barat, Kajati serta DLH Provinsi aksi -kan ?

91 orang Anggota DPR RI asal Jawa Barat ‘ wajib ‘ maksa supaya Satgas PPPK DAS Citarum kembali ke jalan yang benar dan lurus yaitu lakukan percepatan PPPK DAS Citarum.
Gubernur Jawa Barat buat kebijakan politik baru berupa Peraturan Gubernur Baru yang sejalan dan sama sebangun dengan PPPK.
Jadi Pergub Jawa Barat PPPK DAS Citarum, bukan PPK.

Gubernur Jawa Barat memberi makan setiap hari selama dua tahun berturut – turut ( tahun 2021 – 2022 ) seluruh warga yang hidup di sepanjang bantaran dan DAS Citarum.
Wajibkan mereka semua selama dua tahun berturut – turut merawat, menjaga dan memuliakan Sungai Citarum.
Angkat dan jadikan mereka semua sebagai pasukan khusus penanam pohon dan tanaman pangan di sepanjang bantaran Sungai Citarum.

Uang dan biaya untuk itu semua dari mana ?

Ada tiga nara sumber utama :

  1. APBN
  2. APBD Provinsi dan Kota/Kabupaten
  3. CSR
    Sumbangan ‘ wajib ‘ dari para pemilik pabrik/industri dan pengusaha.

Pun tidak cukup, maka berhutang adalah jalan terakhir dalam keterpaksaan.

In ( g ) syaa Allooh, bila semuanya ‘ on the track ‘, maka pada akhir tahun 2022 seluruh warga masyarakat SDM yang berjumlah lebih dari 27,5 jiwa sudah menjelma jadi manusia yang berdaulat dan mandiri pangan.
Mereka bukan jadi beban dan tanggungan pemerintah dan negara.
Mereka jadi SDM sebagai nara sumber investasi dan pengkaya negara.

Aamiiin

Berani kah dan
Mampu kah ?

Bandung, Kamis, 4 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan