banner 728x90

“ Recover Together, Recover Stronger ” ( Pulih Bersama, Pulih Makin Kuat ) Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Ketua G20

“ Recover Together, Recover Stronger ” ( Pulih Bersama, Pulih Makin Kuat ) Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Ketua G20

Apakah janji Jokowi sa’at didapuk jadi Ketua G20 di Roma ?

Janji Jokowi di Roma adalah mendorong upaya bersama pemulihan ekonomi dunia dan pertumbuhan untuk semua yang berbasis rakyat dan ramah lingkungan.

Kapan dan dimana KTT G20 akan diselenggarakan ?

Pada tanggal 30 – 31 Oktober 2022 di Bali.

Kenapa tidak di Jawa Barat ?

Jawa Barat pada tahun 2018 telah mendapat anugerah berupa Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.
[ Perpres No 15 Tahun 2018 = PPPK DAS Citarum ]
Perpres ini berfungsi sebagai senjata pamungkas atas kerusakan dan hancur leburnya tatanan Tanah, Air dan Udara/Atmosfir Sungai Citarum.
Akibatnya ke- bersih -an dan ke- suci -an Air Sungai Citarum hilang musnah.
Sehingga kesaktian dan kedigdayaan Sungai Citarum lenyap selamanya.

Negara Indonesia berhutang besar pada Sungai Citarum.
Air Sungai Citarum telah berkontribusi besar meng- kaya -kan khususnya roda kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dan rakyat di Pulau Jawa, Madura dan Bali.

Air Sungai Citarum telah menghidupkan tiga kekuatan generator listrik bendungan Jatiluhur, Cirata dan Saguling.
Pasokan listrik dari tiga bendungan ini telah membuat tiga Pulau tersebut hidup dan menyala.
Roda pemerintahan dari pusat di DKI Jakarta sampai daerah berjalan, ribuan pabrik dan industri serta fasilitas lainnya hidup dan produktif.
Sangat jelas dan nyata bahwa Air Sungai Citarum telah dan sedang menghidupi kehidupan penghuni Pulau Jawa, Madura dan Bali.

Apa kah balas budi dari pada pemerintah pusat dan daerah pada Sungai Citarum ?

Apa yang telah dan sedang penduduk DKI Jakarta ( sebagai pemakai Air Minum Sungai Citarum & Listrik ), Banten ( Listrik ), Jawa Barat ( Listrik & Air ), Jawa Tengah ( Listrik ), DIY ( Listrik ), Jawa Timur ( Listrik ) dan Bali ( Listrik ) lakukan dan berikan demi penjagaan dan perawatan kesucian dan kebersihan Tanah Air Sungai Citarum ?

Apa ‘ royalti ‘ yang para pengusaha berikan pada Sungai Citarum untuk danai dan biayai perawatan dan pemuliaan Tanah, Air dan Udara/Atmosfir -nya ?

Tidak ada,
sekarang Sungai Citarum sedang tergolek lemah, menderita dan sekarat.
Air Sungai Citarum dipenuhi dan dicemari sampah dan limbah.
Tanah Bantaran dan Sungai Citarum rusak serta hilang lenyap kesuburannya.

Multi program berembel – embel nama Sungai Citarum sudah silih berganti.
Hasilnya tetap sama yaitu Air Sungai Citarum dan Tanah serta Atmosfir Sungai Citarum kotor, berlimbah dan rusak sampai DAS -nya.

Pun sekelas Perpres No 15 Tahun 2018 yang perpetual PPPK sudah terpreteli, sehingga tinggal PPK tanpa Percepatan.

Apakah tolok ukur bahwa PPPK DAS Citarum berhasil ?

Ada tiga indikator yaitu :

  1. Hilang lenyap Sampah dan Limbah apapun dari Aliran Sungai Citarum dan DAS-nya
    [ penegakan hukum dan sanksi-nya pada individu dan korporasi jalan permanen ]
  2. Puluhan Juta Pohon Keras dan Produktif tertanam hidup serta sehat di seluruh bantaran Sungai Citarum dan DAS-nya
    [ sejak penanaman tahun 2018 sampai tahun 2021 sudah besar, kuat dan berbuah… fakta bantaran Sungai Citarum dan DAS-nya tetap gersang dan kritis ]
  3. Tanah, Air dan Udara/Atmosfir Sungai Citarum bersih dan suci, maka otomatis roda kehidupan ekonomi masyarakat sepanjang bantaran dan DAS Citarum berjalan, bergerak dan sejahtera.
    Minimal satu juta hektar sawah wakaf baru tercipta yang menjadi sumber pangan lokal, regional dan nasional.
    Artinya kedaulatan dan kemandirian pangan mewujud sebagai nara sumber ketahanan pangan masyarakat dan nasional berbasis pe- mulia -an masyarakat dan lingkungan.

Pemerintahan Provinsi Jawa Barat menerapkan PPPK DAS Citarum secara murni dan konsekuen, maka
pandemi Covid-19 ( sejak Maret 2020 ) tidak akan berpengaruh apapun pada masyarakat Jawa Barat terkhusus yang hidup di sepanjang bantaran dan DAS Citarum.
Julukan tanah Sunda sebagai Tatar Para- Hyang -an yang Gemah ripah loh jinawi adalah sebuah kebenaran, bukan hanya jargon dan propaganda belaka. Plus khayalan sistemik.

Jadi, ketika Pemprov Jawa Barat ‘ on the track ‘ laksanakan PPPK DAS Citarum dengan sepenuh jiwa dan raga, maka
in ( g ) syaa Allooh
perhelatan akbar KTT G20 Tanggal 30 – 31 Oktober 2022 tentu terlaksanakan di Jawa Barat terutama di Bantaran Sungai Citarum.

Maukah dan bisakah Pemprov Jawa Barat sadar ‘ balik fikir ‘ cepat mengganti PPK jadi PPPK DAS Citarum kembali pada tahun 2021 ?

Bandung, Rabu, 3 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan