banner 728x90

” Kanjut Kundang ! ” Masalah Ke’arifan Lokal Sunda ( Yang ) Telah Tergerus Ke’arifan Asing ” Bank ! “

” Kanjut Kundang ! ” Masalah Ke’arifan Lokal Sunda ( Yang ) Telah Tergerus Ke’arifan Asing ” Bank ! “

” Maneh mah jorang ! “

Begitu kalimat yang meluncur spontan begitu seseorang mengatakan atau mengucapkan kata ‘ kanjut “.
Urang Sunda sudah sangat lazim menyebut istilah kanjut untuk penyematan terhadap alat vital/kelamin laki – laki atau pria ( jantan ).
Tidak dan bukan porno atau ‘ jorang ‘ sama sekali.
Hal ini menunjukkan bahwa tipikal Urang Sunda itu terbuka, to the point.

Kanjut = penis = alat vital lelaki/pria.

Apa sebenarnya makna ‘ kanjut kundang ‘ itu ?

Kanjut = alat vital ( utama ) lelaki/pria.
Kundang = memakai atau membawa.

Kanjut Kundang adalah tempat menyimpan uang.
Artinya Urang Sunda ( sejak dahulu ) sudah mengajarkan supaya kemanapun pergi harus selalu membawa tempat uang.
Uang dalam bentuk ril bukan digital atau maya.
Bisa terbuat dari logam perak dan emas.

So, ini sebuah produk budaya yang ‘ dahsyat ‘ luar biasa.
Urang Sunda sudah memiliki kebudayaan tinggi dalam hal menyimpan uang dan investasi.
Tanpa merugikan sedikit pun orang lain. Karena sangat bersifat individu.

Bandingkan dengan produk ( budaya ) Eropa atau Yahudi yang bernama ‘ Bank ‘.
Sama – sama memiliki fungsi menyimpan uang.
Namun ‘ Bank ‘ punya target utama untuk memperkaya diri para penguasa dan pemilik Bank itu sendiri.

Jadi, Bank oleh para pemiliknya hanya jadi media dan sarana untuk menyengsarakan para nasabah dan pengguna Bank dimanapun.
Jeratan hutang adalah cara paling efektif untuk menyengsarakan dan membangkrutkan fihak lain.

Sungguh sangat berbeda jauh sekali !

Simpulan sederhananya kita bisa katakan bahwa ” Kanjut Kundang ” adalah kemandirian, kedaulatan dan ketahanan uang/ekonomi dan investasi.

Terkait dengan kata turunan dari ” kanjut “, maka muncul istilah

Laer Kanjut
Secara harfiah berarti panjang ( ukuran ) penis -nya.
Secara terminologis untuk mengungkapkan ( seorang/banyak ) lelaki pemberani dan tak kenal takut.

Kanjut na Punduk
Secara harfiah berarti penis yang ada di pundak.
Secara terminologis mengungkapkan ( seorang/banyak ) lelaki penakut dan tidak punya nyali.

Kanjut na Tarang
Secara harfiah berarti penis di dahi.
Secara terminologis mengungkapkan orang yang bersifat pemalu, mudah malu, dikit – dikit malu, teu pede.

Imut Kanjut
Secara harfiah imut itu lucu/imut ( seperti ) penis.
Secara terminologis bermakna senyum yang manis dan menggemaskan.

Apakah para penegak hukum di Indonesia, khususnya para penegak hukum pencemaran dan pengrusakan Aliran Sungai Citarum dan DAS-nya adalah para penganut dan pengikut ” Kanjut na Punduk “ ?

Apakah para aktivis dan pejuang lingkungan percepatan Revitalisasi Sungai Citarum adalah para anggota ‘ komunitas ‘ pengikut ” Kanjut na Tarang “ ?

Kapan Urang Sunda yang hudup di Jawa Barat dan terutama yang hidup di sepanjang bantaran DAS Citarum bisa cepat menjadi ‘ komunitas ‘ ” Laer Kanjut “ ?

Mampu kah,
Berani kah,
Bisa kah
Gubernur Jawa Barat Ridwan ‘ Emil ‘ Kamil dan jajaran Pemprov Jawa Barat menjadikan Tanah, Air dan Udara Sungai Citarum beserta DAS Citarum sebagai ” Kanjut Kundang “ Urang Sunda dan Jawa Barat ?

Bandung, Senin, 1 November 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

SungaiCitarumKanjutKundangUrangSunda&JawaBarat!

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan