banner 728x90

28 Oktober 1928 : Indonesia Belum Lahir dan Merdeka … 28 Oktober 2021 : Indonesia Sudah Lahir Merdeka Tidak Ber- Daulat !

28 Oktober 1928 : Indonesia Belum Lahir dan Merdeka … 28 Oktober 2021 : Indonesia Sudah Lahir Merdeka Tidak Ber- Daulat !

Hari Sabtu tanggal 27 Oktober 1928 perwakilan para pelajar pemuda – pemudi Nusantara berkumpul di Batavia ( 1619 – 1942 ) melaksanakan kongres.
Hari Minggu tanggal 28 Oktober 1928 Kongres menghasilkan deklarasi ” Sumpah Pemuda “.
Berjanji dan komitmen betanah air satu,
Tanah Indonesia
berbangsa satu,
Bangsa Indonesia
berbahasa satu,
Bahasa Indonesia.

Satu hal penting yaitu seluruh peserta Kongres jelang penutupan mengumandangkan/menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza.

[ bukan dan sama sekali tidak berkomitmen
bertanah air Belanda, Amerika Serikat, Inggris, China/Rusia dan Arabia.
Pun tidak berbangsa ‘ komunis dan kapitalis dan khilafah ‘ Indonesia.
Juga tidak berbahasa Inggris, Belanda, Arab dan China.

Lagu Indonesia Raya selama puluhan tahun NKRI merdeka sejak 17 Agustus 1945 hanya menyanyikan/mengumandangkan lagu Indonesia Raya 1 Stanza saja ]

Apakah hari ini bangsa dan negara Indonesia sudah merdeka ?

Ya, tentu, sejak tanggal 17 Agustus 1945 bangsa dan negara Indonesia sudah merdeka.

Apakah bangsa dan negara Indonesia sudah ber- daulat ?

Sama sekali belum.
Ada dua hal fakta yang faktuil dan ril masih menerpa dan menjamgkiti bangsa dan negara Indonesia yaitu

Pertama telah, sedang dan masih berhutang dan berhutang pada lembaga dan negara asing.

Kedua bangsa dan negara Indonesia jadi konsumen bahan pangan negara asing.
Terutama beras dan garam.

Kapan dan bagaimana bangsa dan negara Indonesia ber- daulat ?

Seluruh bangsa dan warga negara Indonesia sudah bisa makan dan dapat beras gratis dari negara.
Itu baru bernama ber- daulat.

14.006.450 hektar lahan kritis sudah menjadi lahan pertanian penghasil sumber pangan Indonesia.
Sudah syah jadi bangsa ber- daulat.

Seluruh ikan yang ada di lautan Indonesia sudah jadi makanan sehari – hari seluruh bangsa dan warga negara Indonesia.
Resmi sebagai bangsa dan negara ber- daulat penuh.

Dari mana harus memulai dan mengawali itu semua ?

Harus dan wajib bermula dari Tatar Sunda ParaHyangan Jawa Barat.

Ada 911.152 hektar lahan kritis dan nganggur tidak bermanfa’at bagi kehidupan warga dan masyarakat Jawa Barat.

Titik mana yang harus mulai Pemprov Jawa Barat benahi ?

Sungai Citarum, Air Sungai Citarum dan Daerah Aliran Sungai Citarum.

Presiden Jokowi sudah membuat Perpres Perpres No 15 Tahun 2018 tentang percepatan perbaikan dan kerusakan Sungai Citarum.
PPPK adalah turunan kandungnya.

Sayang, Pemprov Jawa Barat tidak sami’na wa atho’na kepada Perpres, berkhianat dan ‘ korupsi ‘.
Kata kunci ” Percepatan “ sengaja dihilangkan.
Jadilah hanya PPK saja, tanpa kata ” Percepatan “.

Apa akibatnya ?

Penegakan hukum atas pabrik dan industri pembuang limbah cairan ke aliran Sungai Citarum sa’at ini tidak bisa lagi ditegakkan dan diterapkan.
Leled dan lemot adalah kata paling pas untuk penegakan hukum oleh Satgas Penegak Hukum Citarum.

[ pengecoran PT Kahatex adalah fakta ril tegaknya hukum atas pabrik/industri pembuang limbah ke aliran Sungai Citarum. Dua orang berada dibalik suksesnya ‘ pengecoran ‘ yaitu Dansektor 21 Kolonel ‘ bertaring ‘ Yusep Sudrajat dan Pangdam 3 Siliwangi ‘ bertaring ‘ Mayjen Doni Monardo.

PT Budi Agung Sentosa adalah pabrik/industri pembuang limbah ke aliran Sungai Citarum yang telah sukses mencabut ” taring ” penegak hukum Satgas Citarum Harum, terutama jajaran Kodam 3 Siliwangi dan Polda Jawa Barat dan Kajati Jawa Barat serta DLH Provinsi Jawa Barat.
Sampai hari ini jejak buangan cairan limbahnya hilang ke Laut Jawa ]

Akibat dan dampak terburuk dari ‘ leled ‘ dan ‘ lemot ‘ serta ‘ ompong ‘ -nya penegakan hukum pada para pengkhianat bangsa yang sengaja merusak dan membuang limbah ke Aliran Sungai Citarum adalah

Bantaran dan DAS Citarum jadi media pembunuh dan pemusnah kedaulatan dan ketahanan pangan Jawa Barat dan Indonesia.

Rakyat dan masyarakat Jawa Barat memasuki tahun 2022 sebagai penerima manfa’at kerusakan Tanah dan Air Sungai Citarum.

Miskin, kelaparan, penyakitan dan terpuruk adalah gelaran yang sangat pantas penduduk Jawa Barat terima.

Suka atau tidak suka,
hal ini tetap terjadi dan memapar Rahayat Sunda dan Jawa Barat.

Bandung, Kamis, 28 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

RebutKedaulatanTanahAirUdaraNKRI

DaulatkanSeluruhDASCitarum

LagukanIndonesiaRaya3Stanza!

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan