banner 728x90

Hilangnya Orang Miskin Indonesia Versi Islam : Khalifah ‘Umar Bin Khottob

Hilangnya Orang Miskin Indonesia Versi Islam : Khalifah ‘Umar Bin Khottob

Islam Rahmatan lil ‘aalamiiin alamin

Khalifah ‘Umar Bin Khottob, Khalifah Islam Kedua pasca Rosulullooh Muhammad SAW wafat, mempunyai kebiasaan ( adat ) yang sungguh luar biasa.
Setiap malam sendirian tanpa pengawal satupun berkeliaran mengunjungi rumah ummat Islam untuk memastikan tidak ada seorang pun yang miskin dan kelaparan.

Sangat sering Khalifah ‘Umar Bin Khottob memanggul bahan pokok makanan ( gandum ) dengan tangannya sendiri untuk dia kasihkan langsung tanpa perantara.

Bagaimana pimpinan ( klaim ormas Islam ? ) ummat Islam sa’at ini ?

Sudah sejak puluhan tahun banyak pimpinan ormas Islam hanya mampu mengambil jatah makan orang miskin dan fakir untuk atas nama kepentingan pribadi/kelompok/ormasnya.
[ jatah untuk fakir, miskin, dhu’afa, anak yatim dan piatu sengaja dipotong sangat besar atas nama demi dan untuk kepentingan ormas Islam ]

Banyak ormas Islam sekarang sudah beralih fungsi jadi pengepul infaq, shodaqoh dan amal jariyyah, tapi tidak membuat ummat Islam berdaulat, mandiri dan merdeka.
Masjid dan musholla begitu banyak mereka bangun ( dana sumbangan pribadi, asing dan pemerintah ) semarak dan menjamur dimanapun.
Hanya satu yang tidak pernah terjadi dan mereka buat yaitu
tidak pernah ada sentra kedaulatan dan ketahanan pangan bagi ummat Islam.

Hanya jargon saja yang dahsyat berbunyi
fastabiqul khoirot
[ berlomba dalam kebaikan ]
berkumandang dan menggema setiap kesempatan berada di atas mimbar.

Zaman Suharto berkuasa ormas Islam terbesar di Indonesia hanya ada tiga besar berurut dari yang paling banyak masanya yaitu
Nahdhotul ‘Ulama
Muhammadiyah
Persis.
Ketiga kontestan ormas Islam ini yang sering berlaga dan beradu dalam dunia ” persaingan berebut pengaruh ormas Islam “.
Suharto memainkan politik ” adu domba ” dan ” belah bambu “.
Nahdhotul ‘Ulama ( N.U. ) sengaja dia injak dan ormas Muhammadiyah dia angkat dan danai/fasilitasi.
Hasil akhirnya sangat jelas, warga N.U. yang mayoritas jadi petani dan nelayan hidup terpuruk dan miskin serta termarjinalkan ( dimarjinalkan ).
Sedangkan Muhammadiyah maju pesat segalanya terutama fasilitasnya.

Persaingan ini tidak pernah padam dan berhenti sampai detik ini.
Ketika Ketua Umum Pengurus Besar Nahdotul ‘Ulama ( N.U. ) K.H. Abdurrahman Wahid ” Gus Dur ” jadi Presiden Republik Indonesia yang sangat berfihak dan membela rakyat dan masyarakat kecil, terutama sa’at para politisi busuk dan penguasa zholim/serakah serta pengusaha jahat mengeroyok untuk menjatuhkan Gus Dur, terbukti tidak ada satupun ormas Islam yang berani bela Gus Dur.

[ lebih jauh sa’at Suharto berkuasa jelang kejatuhannya, sa’at ratusan para ‘Ulama N.U. sengaja dibantai oleh penguasa rezim orde baru, tidak ada satupun ormas Islam yang berani ngomong apalagi bela para ‘Ulama.
Semua diam, tiarap kaya orang mati. ]

Jadi ummat Islam di Indonesia bisa jadi berjaya ketika ummat Islam sudah bisa menguasai dan menciptakan kedaulatan dan kemerdekaan pamgan guna meraih sasaran utama yaitu ummat yang punya ketahanan pangan.
Tanpa ketahanan pangan berbasis kedaulatan dan kemandirian serta kemerdekaan pangan, maka Ummat Islam Indonesia tidak akan pernah bisa wujudkan Islam yang rahmatan lil ‘aalamiiin ( berkah bagi seluruh makhluk hidup ).

Wajarkah ummat Islam sampai detik ini berebut kuasa dan pengaruh lewat politik dan sebagainya ?

Sangat wajar dan tidak akan pernah berhenti sampai Ummat Islam sadar secara sungguh – sungguh bahwa kedaulatan, kemandirian dan kemerdekaan pangan adalah fardhu ‘ain dan kifayah.

Pertanyaan terakhir adalah

Mampukah Ummat Islam bersaing, bertarung melawan dan memenangkan pertempuran atas ” komunis/PKI ” dan ” kapitalis/USA-China-Eropa ” ?

Mampukah Ummat Islam Indonesia menciptakan dan memiliki ” Sejuta Hektar Sawah Wakaf Abadi Ummat ” pada tahun 2021/2022 ?

[ wujudkan setiap rumah ummat Islam tersimpan dan miliki 1 karung beras organik lokal bukan impor ]

Bandung, Selasa, 26 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan