banner 728x90

Jadi ASN/PNS Adalah Sebuah Pilihan !

Jadi ASN/PNS Adalah Sebuah Pilihan !

Sudah siap jadi mantu idaman ?
Katanya, sa’at bisa menjadi Abdi Negara, baik diterima menjadi TNI atau Polri atau menjadi Aparatur Sipil Negara ( ASN ), maka pada sa’at itulah mendapatkan cap “ Mantu Idaman ”.
Yaa, hal tersebut masih sangat berlaku di negara Indonesia. Menjadi ASN dapat memberikan prestise atau kebanggaan tersendiri bagi seseorang dan orang tuanya, meskipun menjadi ASN bukan jalan untuk membangun kekayaan.

Terdapat beberapa faktor yang melatari mengapa banyak orang ingin menjadi ASN, salah satunya ASN dianggap mempunyai kehidupan yang relatif stabil jika dibandingkan dengan pegawai swasta dan wirausaha. Terdapat jenjang karir yang jelas dan jaminan hari tua.

Setiap tahunnya, seleksi Calon ASN yang dilaksanakan selalu diikuti oleh peserta yang luar biasa jumlahnya.
Pada seleksi CASN 2021, dilansir dari kompas.com jumlah peserta yang mendaftar untuk menjadi ASN mencapai 2.227.421 orang.
Adapun alur seleksi dimulai dari Pendaftaran, Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) dan Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB ).

Pada tanggal 8 Oktober 2021, tiga alumni Program Studi Pariwisata Politeknik Negeri Bandung mengikuti kegiatan tes SKD seleksi CASN. Ketiga alumni tersebut adalah Rizal Ul Fikri, Muhammad Akmal dan David Effendi.
Mereka mengikuti seleksi CASN untuk melamar formasi Pengelola Objek Wisata di Pemkab Bangka Tengah, setelah sebelumnya lolos seleksi administrasi.

Seleksi dimulai pukul 11, akan tetapi sejak pukul 8 Kanreg III Badan Kepegawaian Negara Bandung sudah dipenuhi oleh peserta ujian. Terdapat beberapa instansi yang menyelenggarakan ujian di Kanreg III BKN Bandung, jadi sa’at datang ke lokasi ujian langsung ditanya oleh satpam “ Ujian ke mana ? ” Setelah menjawab, peserta diarahkan sesuai dengan ujian instansi yang dituju.

Setelah baris, 6 demi 6 peserta masuk menuju meja panitia untuk pengecekan berkas. Berkas yang diminta adalah kartu peserta, surat deklarasi sehat, sertifikat vaksin, hasil ‘ rapid test ‘ baik PCR maupun Antigen dan KTP asli.
Setelah itu peserta diarahkan ke loker untuk menyimpan barang bawaan. Hanya kartu peserta, KTP asli dan pensil yang boleh dibawa ke ruang ujian. Seluruh rangkaian kegiatan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Setelah dari loker, peserta ujian dipersilahkan untuk menunggu di tempat yang sudah disediakan.
Ada peserta yang memanfa’atkan waktu tersebut untuk mengingat materi ujian, ada yang bolak balik ke WC, ada yang berkenalan dan berbincang dengan peserta lainnya. Meski begitu, saya bisa melihat hampir 80 % wajah peserta cukup tegang dan serius dalam persiapan ujian.

Rizal, David dan Akmal menjalani tes SKD di ruang 1, ruangan tersebut terletak di lantai 3.
Peserta yang sedang hamil atau peserta yang merasa kurang sehat, melaksanakan ujian di ruang terpisah di lantai 1.
Ujian berlangsung selama 90 menit, menggunakan program CAT dan komputer milik BKN.
Di ruang ujian terdapat banyak CCTV, termasuk kamera dari komputer ( webcam ) yang merekam jalannya ujian dan terkoneksi secara langsung ke panselnas di Jakarta.

Sebelum memulai ujian, panitia dari Badan Kepegawaian Negara menyampaikan teknis ujian, terdapat aturan bahwa peserta ujian dilarang untuk menyebarkan soal ujian baik secara verbal maupun tertulis. Tidak lupa, panitia dari BKN memimpin doa bersama sebelum melaksanakan ujian.

Soal ujian cukup menantang, terdiri dari materi Tes Wawasan Kebangsaan ( TWK ), Tes Intelegensia Umum ( TIU ) dan Tes Karakteristik Pribadi( TKP ). Melaksanakan tes TWK jadi teringat pegawai KPK yang gagal di tes TWK dan diberhentikan dari jabatannya. Tes berjalan secara kondusif, meskipun peserta tidak bisa mengetahui keterangan waktu.
Tidak ada jam tangan dan jam dinding, komputer yang digunakan untuk ujian pun tidak menunjukan jam, hanya timer yang berjalan mundur menampilkan sisa waktu ujian yang dimiliki peserta.

Selesai ujian, ketika diwawancarai, terlepas dari hasil tes SKD yang didapat, Rizal, David dan Akmal merasa lega karena salah satu agenda berat sudah terlewati. Mereka berharap dapat lolos dan menjadi ASN di tahun 2020 ini agar bisa menjadi kebanggaan keluarga.

Sedikit catatan, rangkaian tes untuk CASN masih belum berakhir. Masih ada tes SKB, dan mendapat nilai tinggi di SKD belum tentu lolos seleksi CASN.

Selamat berjuang, Semoga berhasil dan mendapatkan hasil terbaik.
Aamiiin.

Bandung, Jum’at, 15 Oktober 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan