banner 728x90

Belajar Mikir ! Mikir Belajar !

Belajar Mikir ! Mikir Belajar !

Bagaimanakah nasib para sarjana ( S1 ), master/pasca sarjana ( S2 ) dan doktor ( S3 ) ?

Sekilas tidak ada beda sama sekali antara kalimat
” Belajar Mikir ! “
dengan
” Mikir Belajar ! “
hanya komposisi peletakan kata saja yang berbeda.
Namun, begitu kita sedikit meluangkan waktu untuk mikir sejenak, maka ada perbedaan tentunya.

” Belajar Mikir ! ” adalah kondisi seseorang yang dalam suasana sedang belajar ‘ mikir ‘.
Apapun yang sedang ia fikirkan, baik mengenai tentang diri sendiri dan atau orang lain bahkan tentang alam semesta.
Bisa impian, harapan, cita – cita masa lalu atau sekarang sampai sa’at yang akan datang.

” Mikir Belajar ! ” adalah kondisi seseorang yang ‘ baru ‘ memasuki tahap penggunaan akal dan otak untuk mulai ‘ mikir ‘.
Setelah sekian lama dalam proses belajar dan pembelajaran terutama dalam sitem pendidikan nasional tidak pernah para pembuat sistem pendidikan lakukan.
Katakan selama puluhan tahun sejak orde baru berkuasa arah kebijakan sistem pendidikan nasional Indonesia sama sekali tidal me- wajib -kan seluruh para ‘ pelajar ‘ dan ‘ mahasiswa ‘ menggunakan akal dan otak untuk mikir.
Akibat terdahsyat bangsa Indonesia telah dan sedang kehilangan para anak bangsa pe- mikir, maka jadilah bangsa Indonesia sa’at ini menjelma sebagai bangsa yang tidak punya jati diri dan tidak pernah berdaulat pada diri dan bangsa sendiri.

Fakta telah menorehkan cerita,
Suharto telah berkiblat dan sangat berhutang budi pada bangsa dan negara Amerika Serikat. Jadilah semua kebijakan politik, ekonomi dan sosial serta bidang lainnya harus selalu berizin dan berlisensi Amerika Serikat.
Ke’arifan lokal asli Nusantara telah sempurna tergantikan dengan ke’arifan impor Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Asia dan asing.

Produk terbaik dari orde baru adalah keberhasilan mencetak para pemimpin dan para koruptor jebolan perguruan tinggi mulai sarjana ( S1 ), master/pasca sarjana ( S2 ) dan doktor/purna sarjana ( S3 ) yang pandai dan ahli serta terlatih untuk ‘ menggasak ‘ dan ‘ menggerogoti ‘ kekayaan dan aset negara hanya demi untuk pemenuhan kebutuhan dan kepentingan diri sendiri dan kelompok ‘ kecil ‘ -nya.
Mereka dengan sangat mudah menyusup dan menjadi pejabat formal yang menyebar pada institusi sipil, militer dan polisi.

Cinta ” Tanah, Air dan Negara ” cukup hanya berlaku pada sa’at janji pengangkatan dan upacara penobatan saja.
Jelang jadi anggota PNS/ASN, TNI dan Polri pasti dan wajib semuanya berkata dan berjanji ( bersumpah ? ) untuk setia, bela dan cinta NKRI.
[ saking cinta NKRI pada masa bakti jadi abdi negara yang mereka lakukan justru ” menggasak, merusak, menggade/kontrakan dan menjual ” aset NKRI ]

Munculnya seorang ” Mochtar Kusumaatmadja ” pada era orde baru adalah sebuah ‘ penyimpangan/kelainan sejarah ‘.
Dia berhasil memperkaya NKRI lewat perjuangan dan pertarungan global yang super dahsyat memenangkan pertempuran melawan negara ” Super Power ” Amerika Serikat, China, Uni Soviet, Inggris dan Perancis dalam ‘ pertarungan bebas ‘ Zona Ekonomi Eksklusif.
Sehingga luas batas wilayah laut Indonesia bertambah jadi lebih dari 5 juta kilometer.
Dahsyat, luar biasa !

Seharusnya ketika bangsa dan negara Indonesia ( apabila masih ) mencanangkan dan ber- mimpi supaya terwujud Indonesia Emas pada tahun 2045, maka
wajib hukumnya pemerintah Indonesia sa’at ini di bawah Presiden Joko Widodo mengganti total keseluruhan sistem pendidikan nasional.
Ganti dari sistem pendidikan nasional yang bersumber pada ‘ ke’arifan asing ‘ ( dari manapun ) dengan ‘ ke’arifan lokal asli Nusantara ‘ yang telah teruji bisa dan mampu me- mulia -kan Tanah, Air, Udara/Atmosfir dan me- manusia -kan seluruh individu bangsa Indonesia tanpa kecuali.

Lebih dari 7 juta mahasiswa di seluruh Indonesia pada sa’at ini mengalami disfungsi akal dan otak, sehingga tidak bisa dan mampu berfikir untuk merebut, mendaulatkan dan memerdekakan Ibu Pertiwi -nya, Tanah dan Air dan Udara, NKRI tercintanya dari kuasa dan cengkraman para penguasa lokal dan asing.

Semoga Allooh beri kekuatan dan keselamatan khususnya pada Presiden Jokowi dan para pembantu serta pengikut setia yang masih benar dan serius cinta NKRI untuk segera mewujudkan sistem pendidikan nasional berbasis ke’arifan lokal asli Nusantara tahun 2021 ini.

Semoga,

Aamiiin

Bandung, Jum’at, 15 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan