banner 728x90

Antara ‘ YOLD ‘, ‘ OLDY ‘ & ‘ YOYO ‘ !

Antara ‘ YOLD ‘, ‘ OLDY ‘ & ‘ YOYO ‘ !

YOLD
Young Old
OLDY
Old Young
YOYO
Young Young

YOLD n OLDY
Manusia berusia tua, namun berkarakter dan berdinamika serta pergerakan muda, itulah YOLD.
Energik dan selalu bergerak.
Manusia berusia muda, namun berkarakter dan berdinamika serta pergerakan ‘ kolot ‘ tua renta, itulah OLDY.
Banyak diam di mana pun dan nyaman bergelar dan digelari sebagai ‘ generasi rebahan ‘.

Sedangkan,
YOYO adalah manusia berusia muda punya karakter dan dinamika serta pergerakan muda belia.
Sejarah manusia telah mempersembahkan percontohan manusia atau generasi seperti ini.
Sejarah tua,
Isma’il muda anak Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salaam pada usia sangat muda belia telah mempertontonkan aksi ‘ heroik ‘ dan keberanian luar biasa yaitu siap jadi korban dan dikorbankan.
Ayahnya siap menyembelih dirinya dan dia sudah sangat siap dan rela mati demi perintah Allooh SWT.
Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib adalah seorang pemuda belia yang berani dengan sepenuh jiwanya menggantikan posisi Rosulullooh Muhammad SAW tidur di pembaringan bertutup selimut yang siap ‘ direcah ‘ dibacok dan dibunuh serta dicincang dengan pedang oleh para preman dan jawara Quraisy Mekkah.

Begitu pula bangsa Indonesia telah mencatatkan torehan ‘ sejarah emas ‘ pergerakan para pemuda yang dengan berani dan nekad menculik duet Sukarno – Hatta ke Rengasdengklok Karawang Jawa Barat.
Target utama para pemuda adalah memaksa Sukarno – Hatta melakukan percepatan pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sungguh pencapaian tertinggi dalam pergerakan Indonesia Merdeka.
Tanpa gerak aksi para pemuda belia, tentu dan barangkali bangsa dan negara Indonesia baru merdeka dan berdaulat nanti tepat pada tanggal 17 Agustus Tahun 2045.

Hari ini bangsa dan negara Indonesia sedang berada tepat di persimpangan jalan antara ikut arahan dan jalan yang telah mereka sediakan dan perbuat.

Apakah negara dan bangsa Indonesia harus ‘ taklid buta ‘ pada jalan hasil rancang bangun Amerika Serikat dengan semangat ‘ kapitalis ‘ dan ‘ liberalis ‘ -nya ?

Apakah negara dan bangsa Indonesia harus tunduk patuh pada jalan hasil rancang bangun China dengan semangat ‘ komunis ‘ dan ‘ atheis ‘ -nya ?

Apakah negara dan bangsa Indonesia harus ‘ sami’na wa atho’na ‘ pada jalan hasil rancang bangun Timur Tengah dengan semangat ‘ khilafah ‘ ( yang tidak pernah sama sekali Rosulullooh Muhammad SAW contohkan/ajarkan ) dan juga ‘ wahabi ‘ -nya ?

Bangsa dan Negara Indonesia hanya bisa maju, sejahtera, berdaulat dan jaya ( kembali ) hanya dengan kembali pada ajaran luhur berbasis pemuliaan pada Tanah, Air, Udara/Atmosfir dan Lingkungan sesuai ajaran agama dan keyakinan yang rahmatan lil ‘aalamiiin.

[ bukan merusak dan zholim pada tanah, air, udara/atmosfir, makhluk hidup dan alam semesta ]

Bandung, Rabu, 13 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan