banner 728x90

Langkah Perdana Indonesia Kalahkan Amerika Serikat, China & Israel !

Langkah Perdana Indonesia Kalahkan Amerika Serikat, China & Israel !

Apakah kelemahan dan keunggulan manusia ?

Kisah Sejarah Penciptaan

Pasangan Nabi Adam ‘Alaihis Salaam bersama Ibunda Siti Hawa memiliki banyak pasangan anak kembar.
Qobil dan Habil adalah kakak beradik paling fenomenal dalam sejarah manusia.
Qobil adalah orang pertama yang telah melakukan pembunuhan kepada adik kandung sendiri.
Habil adalah orang pertama yang telah dibunuh oleh kakak kandung sendiri.

Hal paling menarik ketika berbicara latar belakang ‘ profesi ‘ hidup mereka.
Qobil merupakan seorang petani yang pelit, kikir dan tidak ikhlash.
Habil merupakan seorang peternak yang baik, dermawan dan ikhlash.
Sedangkan latar belakang pembunuhan karena masalah ‘ kurban ‘ persembahan.

Allooh telah memerintahkan lewat Nabi Adam supaya Qobil dan Habil melakukan persembahan, berkurban.
Qobil ( sang petani ) berkurban dengan hasil pertanian yang paling jelek dan buruk.
Habil ( sang peternak ) berkurban dengan domba/kambing terbaik dan paling gemuk/besar.

Akhir kisah persembahan atau kurban dari Habil yang Allooh terima.
Qobil iri dan dengki, terakhir berniat dan melakukan pembunuhan terhadap Habil adik kandung sendiri.

Adakah hubungan antara kisah dan peristiwa ‘ persembahan/kurban ‘ dan ‘ pembunuhan ‘ antara Qobil – Habil dengan ‘ keterpurukan ‘ dan ‘ penderitaan/kemiskinan ‘ bangsa Indonesia ?

Sedikit banyak ada hubungannya.

Pertama bangsa Indonesia mayoritas berprofesi sebagaimana kakek moyang ( Qobil ) yaitu petani.
Besar kemungkinan terpuruknya dan kemiskinan yang telah dan sedang memapar bangsa Indonesia karena karakter dan perilaku bangsa Indonesia ikut jejak langkah Qobil.
Perilaku antara para petani dan pemerintah dalam mengolah lahan pertanian dan hasil pertanian tidak pernah lakukan yang terbaik.
Mereka tidak pernah me- mulia -kan lahan pertanian dan hasil pertanian.
Jangankan merawat dan memelihara lahan pertanian dengan cara/sistem dan teknologi terbaik, malah mengganti lahan pertanian jadi lahan industri/pabrik/perumahan dan perkantoran.

Petani dan pemerintah menjadikan hasil dan produk pertanian hanya sebagai komoditas bisnis dan usaha ekonomi.
Kebohongan atau rekayasa dan penipuan jadi kebiasaan yang sudah mengakar dan telah jadi darah serta daging.
Pemerintah hanya jadikan masalah pertanian sebagai komoditas politik dan ladang pengerukan keuntungan saja.
[ antara pemerintah dan petani sudah kehilangan rasa ikhlash dalam melakoni dunia pertanian ]
Petani pun hanya sekedar melakukan ‘ profesi ‘ jadi petani yang bertugas bercocok tanam dengan cara instan.

Klop dan sejalan antara pemerintah dan petani, akibatnya lahan pertanian yang subur kaya nutrisi dan unsur hara pada sa’at ini ( sejak tahun 1970 an ) sudah jadi lahan kritis dan tidak layak hasilkan produk terbaik.

Ibu ‘ sawah ladang ‘ Pertiwi meradang dan menderita permanen.
Tanah dan Air secara sistematis dan berkelanjutan oleh pemerintah, pemilik pabrik pupuk dan petani permanen diracuni.

Wajar dan seharusnya bumi pertiwi hanya memberikan hasil pertanian kelas terburuk.
Pemerintah dan petani pun perlakukan bumi ‘ sawah/ladang/tanah ‘ pertiwi hanya sekedar menggarap dan menghabiskan anggaran serta jalankan program saja.

Keterpurukan dan kemiskinan harus bangsa Indonesia terima ( mau atau nolak, suka atau benci ) sejak kemarin, esok hari dan masa mendatang.
Kerjasama, sinergitas dan kebersamaan dalam ‘ permufakatan kejahatan ‘ antara pemerintah, pengusaha dan petani terhadap lahan pertanian ‘ sawah, ladang, tanah ‘ telah sukses besar berhasil sempurna.

Bumi Pertiwi,
Tanah dan Air,
Lemah Cai,
seluas lebih dari 14.006.450 hektar telah dan sedang menjelma jadi lahan kritis dan mangkrak tak berguna.
Pun hampir satu juta hektar lahan kritis memapar Tatar Sunda ParaHyangan yang subur makmur, 911.152 hektar.

Itu semua akibat bangsa Indonesia antara pemerintah dan petani sudah tidak lagi memuliakan sawah dan ladang dan tanah serta bumi tempat nara sumber utama kehidupan.

Jadi, apakah bisa bangsa Indonesia kalahkan bangsa Amerika Serikat, China dan Israel ?

Bisa,
hanya satu cara yaitu
pemerintah dan petani wajib kembali muliakan sawah, ladang dan tanah serta bumi Indonesia.

Pemerintah wajib ambil alih seluruh lahan kritis seluas 14.006.450 hektar di wilayah Indonesia.
[ jangan malah dicaplok dan dikapling untuk disewakan dan dijual kepada para pebisnis dan asing ]
Ciptakan teknologi pertanian untuk kembalikan kesuburan dan kekayaan unsur hara tanah dan bumi.
Keluarkan dan habiskan setengah anggaran dari APBN.

Petani wajib ikuti jejak langkah Habil.
Jadilah petani terbaik, pekerja keras dan cerdas, muliakan ( kembali ) ‘ pare ‘ padi dan tanaman pangan, ikhlash demi bangsa dan negara serta persembahkan hasil pertanian terbaik.

Semoga negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofuur cepat terwujud

Aamiiin.

Bandung, Sabtu, 2 Oktober 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

MuliakanKembaliPare&Sawah

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan