banner 728x90

Akan Ku Tanam ” Roti ” & ” Mie Instan ” Andai Bisa Tumbuh !

Akan Ku Tanam ” Roti ” & ” Mie Instan ” Andai Bisa Tumbuh !

Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung pada hari Rabu tanggal 29 September 2021.
Dua dari tiga agenda ‘ kungker ‘ berhubungan erat dengan masalah ketahanan pangan.

Yaitu meninjau lokasi ‘ urban farming ‘ yang bermutasi menjadi program ‘ Buruan SAE ‘ di RW 03 dan RW 04 Kelurahan Cijerah Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung.
Terakhir melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem.

Agenda pertama Wapres meninjau para penggiat masyarakat yang gunakan badan Sungai Citepus untuk kegiatan dan aktifitas penanam tanaman pangan dan multi sayuran.
Begitu program dan kegiatan ini berhasil, maka masyarakat dapat mempertahankan hidupnya sendiri.

Sedangkan agenda terakhir lebih pada penajaman peran pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kelaparan dan kemiskinan.
Sangat perlu penanganan dan penanggulangan lewat percepatan.

Andai ” Roti ” dan ” Mie Instan “, dua komoditas sumber pangan yang sangat akrab dengan manusia dan penduduk Indonesia, bisa hidup dan tumbuh, maka saya setiap sa’at akan menanamnya kapan pun dan dimana pun.
Plus mengajak dan memkampanyekan supaya seluruh warga masyarakat Kota Bandung dan Bandung Raya nanam ‘ roti ‘ dan ‘ mie instan ‘.

Sayang sekali ‘ roti ‘ dan ‘ mie instan ‘ hanya pabrik dan industri saja yang bisa memproduksinya.
Masyarakat biasa hanya bisa menanam tanaman yang jadi nara sumber utama dari ‘ roti ‘ dan ‘ mie instan ‘.
Gandum dan tepung masih bisa masyarakat tanam dan proses.

Hampir seluruh penduduk dan bangsa Indonesia makanan pokoknya adalah nasi yang berasal dari bahan dasar/baku beras.
Sedangkan beras berasal dari tanaman padi, tangkal ‘ pare ‘.
Namun, fakta membuktikan bahwa sa’at ini masyarakat Indonesia sudah tidak berminat lagi menanam padi dan menjadi ( para ) petani.

Dampaknya sangat signifikan yaitu bangsa dan negara Indonesia terancam kelaparan akibat kelangkaan sumber pangan.
Apalagi era pandemi Covid-19 yang tidak menentu dan tidak terprediksi kapan berakhir dan era digitalisasi multi segmen kehidupan semakin memperkuat dan mencengkeram keruntuhan dan kehancuran dunia pertanian sebagai pemasok dan pilar utama sumber pangan bangsa Indonesia.
Kemiskinan sudah nyata memapar sebagian besar bangsa, penduduk dan rakyat Indonesia.

Apakah pemerintah Indonesia sanggup dan mampu ngasih/memberi beras ( makan ) setiap hari seluruh warga negara Indonesia yang miskin dan terdampak pandemi Covid-19 ?

Pasti dan sungguh – sungguh pemerintah Indonesia tidak akan pernah bisa sanggup dan mampu untuk ngasih/beri makan rakyat Indonesia yang terdampak.
Pertama tidak punya beras untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga negara Indonesia.
Yang ada pun itu hasil impor ( datangkan/beli ) dari Vietnam dan Thailand.
Kedua pemerintah Indonesia tidak punya anggaran/uang/duit untuk ngasih/beri makan seluruh warga negara Indonesia yang miskin dan terdampak pandemi Covid-19.

Para pengusaha lokal, nasional apalagi asing tentu saja tidak mau keluarkan dana/biaya untuk nanam padi secara nasional dan seluruh hasil panen mereka sumbangkan untuk negara dan bangsa Indonesia.

Emang ada cerita/fakta,
seluruh warga negara khususnya masyarakat petani Indonesia nanam padi dan kemudian seluruh hasilnya untuk penguasa ( pemerintah ) ?

Ada dan pernah terjadi menimpa bangsa Indonesia.
Selama tiga tahun berturut – turut selama penjajah Jepang bercokol dan menguasai Nusantara, maka seluruh masyarakat Indonesia yang mayoritas petani wajib menanam dan memelihara tanaman padi.
Hasil seluruh panen tanpa sisa wajib setor dan diambil paksa ( dirampok ) dan dibawa ke negara penjajah Jepang.
Sungguh luar biasa.

Tentu saja pemerintah Indonesia bukan pemerintah penjajah Jepang.
Pemerintah Republik Indonesia harus dan wajib lebih baik dari imperialis Jepang.

Jadi, Pemerintah Republik Indonesia wajib memfasilitasi seluruh kebutuhan dan keperluan dunia pertanian khususnya para petani miskin dan masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Siapkan dan sediakan supaya seluruh warga negara Indonesia bisa dan mampu bercocok tanam padi, melak tangkal ‘ pare ‘, kapanpun dan dimanapun.

Hasil panen seluruhnya untuk kebutuhan makan sendiri dan sisanya masuk lumbumg padi nasional untuk dan demi menjaga kedaulatan dan kemandirian pangan.

Semoga cepat terwujud ketahanan pangan masyarakat menuju Ketahanan Ketahanan Pangan Nasional.

Hanya bangsa dan negara yang punya Ketahanan Ketahanan Pangan Nasional yang bisa menjadi negara mandiri dan berjaya ( kembali ) di dunia.

Bandung, Kamis, 30 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

AndaiRoti&MieInstanBisaTumbuhKu-Tanam

MelakPareDinaPolibag

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan