banner 728x90

” Gawir Awian ! ” : Dimana Sekolah ‘ Awi ‘ Bambu, Adakah Sarjana dan Doktor dan Guru Besar ‘ Bamboo ‘ ?

” Gawir Awian ! ” : Dimana Sekolah ‘ Awi ‘ Bambu, Adakah Sarjana dan Doktor dan Guru Besar ‘ Bamboo ‘ ?

Gawir Awian ! “
adalah ‘ amanah ‘ dan ‘ filosofis ‘ agung peninggalan leluhur Urang Sunda.

Hari ini bahkan sejak negara Indonesia merdeka terutama sejak era Suharto berkuasa tahun 1970 an ” Gawir Awian ! ” hanya tinggal warisan ke’arifan adiluhung yang cukup menghiasi cerita, dongeng dan kajian akademik belaka.
Jadi obrolan para budayawan dan bumbu diskusi dan seminar.

Pemerintah Indonesia sejak merdeka, apalagi semenjak pendidikan formal jadi acuan dan patokan kemajuan berbangsa dan bernegara, maka semakin tak tergoyahkan predikat bangsa Indonesia sebagai pewaris ” kekayaan Surgawi ” sumber daya berbasis alam yang sungguh luar biasa, hanya bisa merusak dan menghilangkan nara sumber kekayaannya.
Hutan, gunung, sungai, sawah dan ladang hancur dan hilang.

Puncaknya sa’at ini 14.006.450 hektar lahan jadi kritis, mangkrak, rusak dan nganggur.

Leluhur Urang Sunda meninggalkan warisan yang sampai sa’at ini sebagian masih ada :

Boboko, Aseupan, Bilik, Pager Awi, Hihid, Nyiru, Songsong, Cukil, Bubu, Kandang Hayam & Manuk, Imah Bilik

Hal paling spektakuler adalah semua ummat Islam laki – laki begitu di- sunat, pasti Paraji Sunat gunakan alat pemotong ‘ kulup ‘ ( kulit ujung penis ) dengan ‘ hinis awi ‘ bagian kulit luar bambu yang tajam.

Jadi Urang Sunda sejak lahir, hidup ( makan minum ) dan berumah ( buat rumah ) sampai meninggal dunia ( dikubur pake bambu ) senantiasa gunakan ‘ awi ‘ bambu.
Awi ( bambu ) sangat begitu akrab dan menyatu dalam kehidupan keseharian.

Senjata pamungkas bangsa Indonesia saja melawan senjata modern bangsa penjajah Eropa dan Jepang gunakan bambu runcing.
Bambu yang ujungnya diperuncing dan ditajamkan.

Bangsa Indonesia untuk memerdekakan dan mendaulatkan diri dari cengkeraman penjajahan fisik formal cukup gunakan senjata ” bambu runcing “.

Sayang sekali sekarang ” bambu runcing ” cukup dibuat simbol dan lambang saja lewat pembuatan patung bambu runcing.

[ cekap sakitu weh ]

Apa hubungan antara ‘ awi ‘ bambu dengan kemerdekaan hari ini ?

Bangsa Indonesia terpuruk, hanya PNS/ASN, TNI dan Polri serta segelintir orang saja yang mapan, sejahtera dan kaya raya.

Satu jalan sesuai tarjamah dalam Surat Al Faatihah yaitu ” Jalan Yang Lurus “.
Adalah jalankan amanah Sepuh Kolot Sunda.

Pelak Awi,
Tanam Bambu.

Buat sekolah dasar formal berbasis dan berpengajaran ‘ awi ‘ bambu.

[ jangan hanya jadi aksesoris dan ceremonial belaka ]

Masa ” Perkebunan ‘ Awi ‘ Bambu ” kalah telak dengan perkebunan sawit ?

Buat Dinas khusus dan Kementerian Bambu !

Semoga seluruh bantaran Sungai Citarum dan seluruh bantaran Sungai se Indonesia penuh dengan perkebunan bambu.

Aamiiin

Bandung, Selasa, 28 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan