banner 728x90

Bandung : ‘ Nga- Bandung -an ‘ Saksi Sejarah/Pejuang/Petarung ‘ Banda ‘ Harta ‘ Indung ‘ Bumi, Tanah, Air & Atmosfir Ibu Pertiwi !

Bandung : ‘ Nga- Bandung -an ‘ Saksi Sejarah/Pejuang/Petarung ‘ Banda ‘ Harta ‘ Indung ‘ Bumi, Tanah, Air & Atmosfir Ibu Pertiwi !

Nenek moyang Kota Bandung hari ini adalah hutan belantara pasca Danau Poerba.

Danau Poerba – Hutan Belantara – Kota ‘ Dayeuh ‘ Bandung

Apakah tahun 2020/2021 seiring daerah Dago banjir sebagai pertanda ?

Kota Bandung kembali menjadi kubangan air raksasa alias kolam besar,
artinya kembali menjadi Danau Bandung Raya, the new Danau Bandung.

Sangat terstruktur dan sistematis penebangan dan penghilangan pepohonan dari ‘ Indung ‘ Bumi Pertiwi Kota Bandung dan Bandung Raya oleh institusi negara formal ( atas nama pembamgunan infrastruktur ) dan para penguasa/swasta ( atas nama bisnis dan investasi ).

Dinas Pertamanan dan Pemakaman ada, juga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ada tingkat kota sampai provinsi.

Namun,

Sayang,

Penanaman Pohon dan Penanaman Tanaman Pangan tidak pernah terjadi setiap hari di Kota Bandung dan Bandung Raya.
Alasan utamanya ( barangkali ) sesuai anggaran yang ada.

Seharusnya seluruh anggota PNS/ASN dan TNI serta Polri setiap hari melakukan penanaman pohon apapun dan tanaman pangan supaya tahun 2022 masyarakat Kota Bandung bisa makan gratis.

Mungpung bangsa dan negara Indonesia, khususnya pemerintahan Kota Bandung sedang tidak terlibat perang fisik dengan para pemberontak negara dan orang asing.

Penduduk Kota Bandung sudah mencapai 2,8 juta orang yang berkeliaran, entah aslinya dari mana.
Sangat wajar dan seharusnya pemerintah Kota Bandung me- wajib -kan seluruh penduduk dan penghuni yang hidup di Kota Bandung menanam pohon dan tanaman pangan serta merawatnya.

Satpol PP, TNI dan Polri wajib meng- aman -kan serta menghukum dengan berbagai cara bagi siapapun yang merusak dan menebang pohon di Kota Bandung.

PDAM wajib ‘ nyebor ‘ tanaman setiap hari terutama musim kemarau dan atau tidak hujan.

Kawasan Bandung Utara dan Kawasan Bandung Selatan hari ini secara pasti dan terukur sedang menebang dan menghilangkan pohon dari muka bumi ‘ Ibu Pertiwi ‘ Kota Bandung dan Bandung Raya.
Alasan sangat klasik yaitu untuk pembangunan perumahan biasa dan elit/mewah serta sentra bisnis.

Kawasan Bandung Utara hari ini hanya beberapa orang pengusaha ‘ kaya etnis Cina lokal ‘ saja yang menguasai dan memilikinya.
Puluhan sampai ratusan hektar hanya termiliki oleh satu atau dua orang saja.

Ini fakta dan kenyataan yang telah dan sedang terjadi.
Sedangkan jutaan orang di Kota Bandung ( saja ) tidak punya tanah dan rumah sendiri, hanya hidup mengontrak dan menyewa pada orang lain.

Apa yang harus 2,8 juta orang di Kota Bandung harus lakukan ?

Ya, hanya satu, tanah tidak punya dan rumah pun tidak punya,
melak tangkal ‘ pohon ‘ apapun setiap hari.
Punya lahan ya di lahan, ada lapang ya di lapang, ada bantaran sungai/kali ya di bantaran, ada lapang dan atau halaman ya di halaman/lapang.

Kalau tidak ada apapun,
ya cari tanah terus masukkan ke dalam polibag terakhir tanam ‘ tangkal pare ‘ padi dan tanaman pangan lainnya yang penting bisa manusia makan.

Hayu ah urang melak tangkal pare ayeuna keneh !

Tidak penting anda berasal dan lahir dari mana, hari ini anda sedang hidup di Kota Bandung !

Bandung, Senin, 27 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan