banner 728x90

Membedah Bisnis Langit, Siapa Pemilik Nya ?

Membedah Bisnis Langit, Siapa Pemilik Nya ?

Hari ini hampir semua urusan dan bisnis sangat bergantung pada jasa internet dan semuanya terkondisikan harus menggunakan gadget, piranti lunak beragam istilah mulai dari komputer – lap top – handphone – tablet dan secara periodik terus berkembang serta lahir produk/istilah baru.

Internet mulai memasuki ranah publik sejak tahun 1970 an.
Amerika Serikat sebagai penemu secara formal internet untuk kali pertama hanya menggunakannya demi dan untuk keperluan militer/pertahanan belaka.
Sebagai konsekuensi perang dingin melawan musuh ‘ dingin ‘ bebuyutan yaitu Uni Soviet pasca berakhirnya perang dunia ke II.

Artinya sangat wajar sebagai penemu dan pencipta internet, maka Amerika Serikat sampai detik ini masih menjadi penguasa dan pengendali utama semua hal yang menggunakan dan terkait dengan penggunaan ( jasa ) internet.
Sangat wajar apapun produk atau aplikasi berbasis internet
Yahoo, Google, Whatsapp, Instagram dan sebagainya
pasti yang dapat untung besar adalah Amerika Serikat.

Sesuai hukum yang berlaku di dunia sains dan teknologi, ternyata masa berlakunya suatu ilmu baru ataupun penemuan baru tentang apapun hanya punya durasi waktu sampai 50 tahun.
Jadi, setelah 50 tahun, maka teknologi atau penemuan baru itu dengan sendirinya tergantikan oleh teknologi/penemuan baru berikutnya.

[ hal ini sangat diyakini oleh para ilmuwan dan saintis ]

Internet, khususnya yang berbasis bisnis ( selain kepentingan militer/pertahanan ) tak terkecuali mengalami nasib serupa.

Mari kita berhitung !

Internet mulai memasuki ranah umum tahun 1970, kalau usia kejayaannya selama 50 tahun, maka habis masa kedigdayaannya pada tahun 2020.

Benarkah ?

Siapapun tidak ada yang percaya bahwa internet bakal ‘ hancur ‘ atau rontok, minimal kehilangan ke- ‘ super power ‘ -an dan tak terkalahkan oleh apapun.
Seolah ” Google ” dan ” Yahoo ” sudah menjelma jadi para tuhan baru.

[ barangkali setara dengan ‘ kuasa ‘ Fir’aun dan Namrudz ]

Panduan manusia sudah bukan ” Kitab Suci ” dan ” Buku ” lagi,
semuanya berkiblat pada terutama Google.
Saking kuatnya pengaruh google pada kehidupan manusia, sampai – sampai masyarakat Indonesia menggelari dengan istilah Mbah Google.

Itu semua benar adanya menurut ukuran dan pandangan manusia.
Tetapi, Allooh berkehendak lain, apapun cerita dan latar belakang yang telah terjadi,

tiba – tiba tanpa terduga dan terfikirkan sebelumnya datang serangan virus corona yang menyasar semua manusia di dunia.
Tahun 2020 persis terjadi perang besar ( perang dunia ke III ? ) antara
Virus Corona Versus Manusia
[ makhluk ‘ ghaib ‘ VS makhluk nyata ]

Sampai hari ini masih terus berlangsung pertempuran dan peperangan yang dahsyat ini.
Entah sampai kapan, hari/bulan/tahun akan berakhir.

Semua para ahli sepakat bahwa virus corona tidak ada yang bisa kalahkan kecuali antibodi.
Antibodi hanya bisa diproduksi oleh sel darah putih atau leukosit.
Sel darah putih adalah makhluk hidup yang butuh asupan nutrisi makanan supaya bisa produksi antibodi.

Jadi,
supaya manusia bisa kalahkan perang melawan serangan dan paparan virus corona, maka antibodi manusia kuat.
Artinya ketahanan pangan manusia harus kuat dan tersedia melimpah.

Internet terbukti telah dan sedang membuat manusia meninggalkan ” dunia nyata “
[ sektor ril terutama sektor pertanian dan perikanan sedang ditinggalkan secara komunal, padahal itu nara sumber utama pangan manusia ]
menuju ” dunia maya/digital “.

Allooh tidak bisa manusia lawan !

Akibatnya sektor pertanian dan turunannya terutama ‘ profesi ‘ berbasis atau berembel – embel istilah tani menjadi momok menakutkan ( dibenci ? ) masyarakat banyak.
Hari ini profesi petani sangat tidak manusia sukai, hanya ada dalam catatan/tulisan dan jadi nama fakultas atau jurusan di perguruan tinggi saja.
Pun hanya jadi nama salah satu dinas dan kementerian di negara Indonesia.

Akibatnya 14.006.450 hektar lahan jadi kritis, mangkrak dan nganggur.
Sarjana lulusan fakultas dan jurusan pertanian jadi penganggur intelek.
Para dosen dan guru besar juga hanya berkutat pada pembuatan tulisan dan penelitian skala laboratorium.

Menteri Pertanian, LHK, Perikanan dan Kelautan hanya resmikan acara dan even seremonial saja.

Bagaimana nasib para petani dan nelayan ?

Tetap setia pada kemiskinan dan keterpurukan.
Hanya para pengusaha dan pemilik modal saja yang terus untung dan kaya sejahtera.

Bisnis langit atau online atau maya dan apapum yang berbasis internet hanya jadi milik Amerika Serikat dan para koleganya.
Bangsa Indonesia tidak akan pernah bisa dan mampu kaya dari bisnis langit/internet/online/maya ini sampai kapanpun.

Bangsa Indonesia hanya bisa maju, kaya, sejahtera dan berdaulat kembali lewat dunia nyata yaitu sektor ril pertanian ( darat ) dan perikanan ( laut ).

Semoga serangan dan paparan virus corona ( tahun 2020 ) cepat dan bisa menyadarkan bangsa Indonesia tanpa kecuali,

Aamiin

Bandung, Minggu, 26 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan