banner 728x90

Tahu Tanaman Apa Ini ? Siapa Yang Makan Beras ( Nasi ) ? … ” Bagaimana Kalau Beras Hilang, Tidak Ada Lagi Di Pasar ? “

Tahu Tanaman Apa Ini ? Siapa Yang Makan Beras ( Nasi ) ? … ” Bagaimana Kalau Beras Hilang, Tidak Ada Lagi Di Pasar ? “

Kehawatiran dan rasa prihatin senantiasa mengiringi setiap sa’at saya ‘ nyebor ‘ dan merawat tangkal ‘ pare ‘ padi yang sejak bulan Agustus tertanam dalam polibag.
Terlebih setelah tanaman itu setinggi satu jengkal, sangat sering batangnya patah.
Tak terkecuali setelah lebat dan setinggi 30 an centimeter.

Ternyata penyebab utamanya bukan hama yang berasal dari hewan atau binatang, tetapi akibat bola plastik yang menerpa tanaman.
Sebagian anak – anak itu sengaja menginjak polibag.

Seharusnya pada bulan September akhir ini ‘ mayang ‘ atau malai padi sudah pada keluar, apalagi dalam beberapa hari ini hujan rutin turun.
Namun sayang sekali karena banyak tangkal ‘ pare ‘ padi yang rusak dan patah mengakibatkan proses pembuahan padi sangat terganggu dan terhambat.

Kejadian pada minggu yang lalu lebih parah lagi,
ada sekitar 5 rumpun tangkal ‘ pare ‘ padi yang sengaja mereka cabut dari polibag.

Hari ini ketika saya ngontrol tangkal ‘ pare ‘ padi yang berlokasi di lapang, pas pisan, anak – anak sedang bermain sepak bola menggunakan bal plastik.
Kesempatan baik untuk bisa bicara langsung pada mereka.

Langkah pertama saya bilang pada mereka supaya memindahkan tanda tiang gawang ( berupa batu ) menjauh dari lokasi tempat tanaman padi.
Baru saja saya mau pulang, eh tiba – tiba si bola plastik itu kembali menyentuh batangnya.
Spontan saya balik lagi dan kumpulkan mereka.

Langkah kedua dengan memberi pengertian langsung pada mereka.
Saya suruh anak yang paling besar untuk berkumpul dan nyuruh supaya semuanya berkumpul.

” Siapa yang tahu tanaman apa ini ? ” sambil menatap satu persatu anak – anak itu.

” Padi ! ” jawab salah satu anak dan selain dia pada ‘ ngahuleng ‘ bingung tidak tahu.

” Ya, benar ! “,
” Siapa yang suka makan beras ( nasi ) ? “

” Saya ! ” sambil mengacungkan tangan satu persatu yang pada akhirnya semuanya ‘ ngacung ‘.

” Ok !
Tanaman padi ini nanti ‘ berbuah ‘ padi yang menjadi beras “,
” Bagaimana kalau beras hilang,
tidak ada lagi di pasar ? “,
” Pasti berbahaya kan ? “
[ terlihat mereka pada kaget kemungkinan besar selama ini tidak ada seorangpun yang bicara begitu pada mereka ]

” Jadi, tanaman padi ini sangat penting bagi kita.
Tanpa padi tidak akan ada beras.

Nah,
tanpa beras kita tidak bisa makan ! “

” Tanaman padi ini harus kita jaga ! “,

” Apakah kalian masih mau bermain sepak bola ( di sini ) ? “
[ pertanyaan ini sengaja agak mem- preser/menekan mereka ]

” Ya ” jawab mereka singkat sambil sebagian besar menganggukan kepala.

” Ok, mulai sekarang kalian harus menjaga tanaman padi ini supaya tidak patah dan rusak ! “

” Oke ! ” jawab mereka kompak.

[ saya pulang dan mereka pun kembali bermain…seperti kebiasaan anak – anak lainnya ]

Semoga saja, komunikasi sederhana yang telah berlangsung bersama mereka sedikit menghentikan kesalahan permanen yang selama ini telah terjadi di seluruh wilayah Indonesia.
Generasi muda khususnya telah kehilangan rasa hormat dan kebanggaan pada tanaman bernama ‘ pare ‘ alias padi.

Bukan salah mereka,
Bukan salah anak – anak,
Bukan salah generasi penerus dan anak bangsa,

tetapi,
mutlak salah para bapa dan ibu bangsa serta orang tua yang telah melakukan tindakan dan perbuatan
tidak pernah memberi tahu dan memberi pengertian pada anak – anaknya bahwa tangkal pare/padi adalah tanaman mulia.

Semoga kesadaran pola fikir dan pola mimpi anak – anak generasi muda menjadi pemicu dan pemantik lahirnya kesadaran kolektif para orang tua dan bapa/ibu bangsa.

Kembali tertanam sampai alam bawah sadar bangsa Indonesia bahwa menanam, merawat dan menjaga ‘ tangkal pare ‘ padi adalah sungguh kerja luar biasa dan mulia,
semoga,

Aamiiin.

Bandung, Sabtu, 25 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan