banner 728x90

Dulu Setiap Siswa SD Otomatis Jadi Pramuka, Hanya Punya Pin Berlogo Tunas Pohon Kelapa… Tidak Pernah Nanam Pohon Nya !

Dulu Setiap Siswa SD Otomatis Jadi Pramuka, Hanya Punya Pin Berlogo Tunas Pohon Kelapa… Tidak Pernah Nanam Pohon Nya !

Sekarang bagaimana ?

Ini cerita lama sekali antara tahun 1975 – 1980 an dimana sa’at itu setiap siswa Sekolah Dasar otomatis jadi anggota Pramuka.
Pasti satu kali dalam seminggu menggunakan seragam Pramuka komplit dengan aksesorisnya.

Semua orang tahu bahwa lambang khas Pramuka adalah tunas pohon kelapa.

Namun sayang sekali sejak dahulu ada kesalahan terbesar sistematis yang telah pemerintah lakukan yaitu setiap anggota Pramuka tidak ( di- ) wajib ( -kan ) menanam ” tunas pohon kelapa minimal satu pohon selama jadi anggota.
Ini kesalahan fatal karena seluruh siswa dan pelajar terutama anggota Pramuka hanya mengenal Pohon Kelapa sebatas lambang dan logo.
Tidak pernah tahu bagaimana wujud asli/ril/nyata tunas pohon kelapa.
Seperti apa pohon kelapa dari mulai proses penanaman, pertumbuhan dan berbuah.
Tanah dan ladang dimana saja yang bisa untuk menanamnya dan seterusnya.

Bagaimana bisa dan mungkin seorang Pramuka jadi pengusaha ?

Apalagi berbicara manfa’at dan kegunaan dari buah kelapa.
Mereka melihat pohon dan buah kelapa saja tidak pernah, sehingga tidak ada alasan bagi mereka suatu sa’at nanti jadi entrepreneur/pengusaha buah kelapa.

Akhirnya mereka tidak tahu bahwa
Buah Kelapa bisa jadi bahan baku utama minyak goreng yang murni berasal sari air kelapa.
[ masyarakat mengenal istilah ” minyak kalapa ” dan ” minyak tanah ” ]
Air Kelapa bisa jadi bahan utama ‘ cipati ‘ bahan utama buat masakan/kuliner.
Belum lagi bicara tentang bagian pohon : batang, akar dan daunnya.
Semuanya bisa jadi bahan baku usaha.

Itu sebabnya sampai detik ini para pengusaha dan pemilik perusahaan minyak goreng hanya dimiliki oleh etnis Cina Indonesia saja dan orang asing.

Belum lagi berbicara hasil olahan tertinggi dari air kelapa yaitu etanol.
Tentu saja kunci utamanya adalah sangat butuh pohon kelapa dalam jumlah banyak.
Bangsa Indonesia hanya bisa andalkan ‘ kake buyut ‘ untuk nanam pohon kelapa.

Yuk, mari kita berhitung, pemerintah sejak Suharto berkuasa mewajibkan seluruh warga negara Indonesia nanam pohon kelapa ( minimal ) 10 pohon.
Sekarang pada tahun 2021 negara Indonesia sudah memiliki pohon kelapa ( diluar yang telah Allooh ciptakan )
272.000.000 jiwa X 10 pohon = 2.720.000.000 pohon
Ya, jumlah 2,72 miliar pohon kelapa cukup untuk membuat sebuah perusahaan besar minyak goreng milik pemerintah atau negara.
Tidak perlu meng- impor minyak goreng.
Pun tidak perlu menanam jutaan hektar kelapa sawit sebagai pohon impor yang hanya bisa dimiliki oleh segelintir orang dan pengusaha saja.

Ok, itu kesalahan besar pemerintah era Suharto yang akibatnya berdampak sampai sa’at ini dan ke depan.

Bagaimana solusi terbaiknya ?

Hanya satu cara dan satu – satunya jalan yaitu Presiden Joko Widodo memerintahkan :
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan supaya setiap siswa dan pelajar sejak masuk SD wajib nanam pohon yaitu satu pohon keras ( jati, kelapa atau kawung/aren ) dan satu pohon buah – buah ( sumber pangan ),
Menteri Agama supaya setiap siswa/pelajar dan santri wajib nanam pohon seperti di atas,
Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi
mewajibkan setiap mahasiswa menanam dan memelihara pohon keras, buah – buahan, tanaman pangan dan obat setiap semester dan jadi bahan penilaian untuk kelulusan tiap jenjang,
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan wajib menyediakan, memberi gratis dan menyediakan lahan penanaman pohon di seluruh wilayah Indonesia supaya 14.006.450 hektar lahan kritis dan mangkrak semuanya tertanami pohon keras, buah, pangan dan obat.

Terakhir, Presiden Joko Widodo perintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Perindustrian untuk membeli seluruh hasil panen dari pohon keras, buah, pangan dan obat tanpa kecuali.
Supaya tercipta dan terwujud sila kelima dari Pancasila

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia !

Semoga sisa waktu era pemerintahan Joko Widodo bisa cepat wujudkan kedaulatan, kemerdekaan dan kemandirian pangan menuju tercapainya Ketahanan Pangan Indonesia

Aamiiin

Bandung, Senin, 20 September 2021

Muhamnad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan