banner 728x90

Mahasiswa Diantara Ratusan Taman Kanak – Kanak, Adakah ?

Mahasiswa Diantara Ratusan Taman Kanak – Kanak, Adakah ?

Adakah seorang mahasiswa diantara ratusan anggota DPR RI yang berperilaku seperti ( anak ) Taman Kanak – Kanak ?

Saya jadi teringat masa lalu ketika sedang berkegiatan memperjuangkan supaya pendidikan di Indonesia gratis.
Pada era SBY ( entah periode satu atau dua ) berkuasa.

Ada sebuah diskusi ( terbatas ) khusus membahas persoalan pendidikan nasional Indonesia.
Nara sumber utama adalah salah seorang anggota DPR RI Teh Hetifah.

Sungguh sangat menarik dan seru bahasan Teh Hetifah yang membedah tuntas seputar berapa anggaran sesungguhnya yang Kementerian Pendidikan miliki dan kondisi ril para anggota DPR RI yang duduk membidangi pendidikan nasional.

SBY selalu mengatakan bahwa anggaran pendidikan nasional adalah 20 % dari APBN.
Artinya bisa nyampe sekitar 230 triliun rupiah anggaran untuk dunia pendidikan.
Nyatanya pendidikan gratis hanya baru sampai menyentuh level Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama itupun baru sebagian.

[ Jawa Barat rata – rata pendidikan warganya baru nyampe kelas 1 SMP ]

Inilah kebohongan publik yang nyata dan hampir semua orang, terutama para Kepala Sekolah ( SD, SMP dan SMA/K ), Kepala Dinas, pejabat daerah dan pusat tidak ketahui.
Apalagi para guru dan masyarakat, pasti lebih tidak tahu lagi.

Masyarakat dan sebagian guru ( pro masyarakat kecil ) hanya bisa berdemo ‘ lokal ‘ dan ‘ nasional ‘ menuntut supaya pendidikan berbiaya gratis, free.
Tidak pernah bisa terwujud.

Kenapa biaya pendidikan nasional tidak bisa gratis ?

Teh Hetifah membedah dengan sangat rinci,

Anggaran Pendidikan Nasional hanya sekitar 56 triliun rupiah

Jadi anggaran pendidikan 20 % itu sudah ‘ direcah ‘ untuk ;
Gaji ( honor ) Guru sekitar lebih dari 80 triliun rupiah,
Biaya infrastruktur membangun bangunan sekolah mulai SD, SMP, SMA/K sampai PT dan fasilitas lainnya
[ sangat rentan dan empuk jadi area bancakan korupsi ]

hal ini juga membuat semua yang hadir hanya bisa diam
ternyata
Semua Kementerian termasuk institusi TNI dan Polri punya lembaga pendidikan masing – masing dan semua biaya ngambil dari 20 % anggaran pendidikan nasional.

Ini sebabnya sampai kapanpun biaya pendidikan di Indonesia tidak akan pernah bisa Gratis.
Masyarakat hanya cukup diberi harapan dan janji politik, itu pun cukup sa’at kampanye berlangsung.

Hanya 50 orang anggota DPR RI saja yang duduk di Komisi X yang bisa mengganti dan membuat Undang – Undang serta Kebijakan pemerintah supaya benar – benar biaya pendidikan sekolah dan kuliah gratis.

Teh Hetifah, ( kalau ) anggaran 230 triliun rupiah hanya dipake untuk biaya pendidikan, sekolah ( SD, SMP, SMA/K ) sampai S3 ( doktoral ) se Indonesia gratis ?

Benar Kang Zaki,
sayang anggota DPR RI yang berfikiran sama dengan Akang dan Saya di Komisi X dari 50 orang anggota tidak lebih dari 5 orang saja.

Akhirnya semua keputusan apapun yang ada di DPR RI pasti lewat ‘ voting ‘.
Pasti kita kalah.

Ini lah hal dan ‘ the real history ‘ kondisi kelakuan dan mental ratusan para anggota DPR RI yang bergaji miliaran rupiah itu.

Saya sangat yaqin bahwa Allooh sengaja mengutus para virus corona untuk menyerang manusia, khususnya bangsa Indonesia agar supaya khususnya para pejabat dan anggota

Legislatif DPR RI sadar dan ‘ babalik fikir ‘ bahwa tugas mereka hanya untuk mendaulatkan, memerdekakan, memakmurkan, mensejahterakan dan memajukan negara dan seluruh rakyat Indonesia bukan bangsa dan negara asing
Eksekutif Presiden dan para Menteri ( sampai para Gubernur, Walikota dan Bupati ) sadar kembali bahwa mereka adalah buruh/jongos/karyawan/pegawai/pelayan negara dan rakyat Indonesia
Yudikatif para Hakim dan Jaksa kembali menghukum semua para kriminal dan pengkhianat negara tanpa kecuali.

Akan kah pandemi Covid-19 membuat bangsa dan negara Indonesia lebih baik dari sebelumnya ?

Bisa dan sangat bisa,
( bila ) seluruh anggota DPR RI sebanyak 575 orang meninggalkan dunia Taman Kanak – Kanak naik kelas ke dunia ( SD ) Alam Dasar/Nyata/Kerja.

Bahwa hari ini dan sa’at ini seluruh bangsa Indonesia butuh makan dan nutrisi makanan bergizi gratis tanpa syarat.
[ bukan hanya vaksin gratis karena bersifat hanya sementara ]
Hanya antibodi saja yang bisa wujudkan ‘ herd immunity ‘.
Kedaulatan, kemerdekaan dan ketahanan pangan adalah wajib.

Tanah wilayah Indonesia 70 % sudah atas kuasa dan milik asing,
hanya DPR RI yang bisa maksa dengan Undang – Undang dan Kebijakan agar supaya 100 % aset Tanah dan Air Ibu Pertiwi Indonesia kembali mutlak jadi milik dan kuasa atas nama NKRI.

575 orang anggota DPR RI bisa maksa Eksekutif/Pemerintah Republik Indonesia ngasih makan gratis seluruh warga negara Indonesia tanpa kecuali minimal selama dua ( 2 ) tahun dari 2021 sampai 2022.

575 orang anggota DPR RI bisa maksa dengan Undang – Undang dan Aturan supaya pemerintah menanami 14.006.450 lahan kritis/mangkrak se Indonesia dengan miliaran pohon ( keras, produktif, endemi dan buah – buahan ) dan triliunan tanaman pangan dan obat – obatan.

Berani kah 575 orang anggota DPR RI semuanya tanpa kecuali ‘ naik ‘ dan ‘ ganti ‘ kelas dari hanya peserta Taman Kanak – Kanak ?

[ kami seluruh warga negara Indonesia yang cinta NKRI menunggu segera terwujud ]

Bandung, Sabtu, 18 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan