banner 728x90

Urang Sunda Nyari ” Aki “, ” Naha Aki Melak Tangkal Ieu ? “

Urang Sunda Nyari ” Aki “, ” Naha Aki Melak Tangkal Ieu ? “

Seorang lanjut usia lebih dari 70 tahun sedang nanam pohon kelapa, secara spontan cucunya yang ikut serta dan menyaksikan tindakan sang Aki ( kakeknya ) merespon,
” Naha Aki melak tangkal ( kalapa ) ieu ? “
dengan nada penuh heran.

Sang Aki menjawab datar biasa – biasa saja.
Tapi sebelum dia menjawab, sang cucu lanjut bertanya,
” Pan Aki mah moal ngala ( ni’mati ) kalapa na ? “
[ pikir sang cucu usia Aki -nya sudah 70 tahun an, ya paling banter beberapa tahun juga sudah meninggal dunia ]

” Keun weh,
kalapa na mah keur saha weh ! “
jawab sang Aki nyantai tanpa berfikir atau berniat ingin meni’mati sedikit pun hasil dari apa yang ia tanam pada hari itu.

Itu lah praktek langsung pembelajaran Jati Diri yang berbasis humanisme Kakek dan Buyut bangsa asli Indonesia – Nusantara.
Sang Aki sudah tidak pernah mikir lagi untuk dirinya sendiri.
Dia sangat yakin 5, 10 sampai 20 tahun ke depan pun manakala masih hidup, sudah tidak akan bisa meni’mati buah dari pohon kelapa yang ia tanam.

Hari ini bahkan sejak era tahun 1970 an, para Aki yang sebelumnya jadi pemandangan biasa dan sangat biasa terlihat di seluruh wilayah Tatar Sunda sudah tidak terlihat lagi, ngahyang alias nga- leungit alias hilang entah kemana.
Sejak itu sampai hari ini hanya terlihat dan bertebaran di mana pun
Para Aki bukan hanya di Tatar Sunda ParaHyangan, namun di seluruh wilayah Indonesia yang pandai melakukan pembabatan pohon apapun demi dan atas nama pembangunan apapun.

Mereka sudah tidak pernah lagi berfikir untuk orang lain, apalagi nasib generasi penerus bangsa ke depan.
Hanya untuk bisa meni’mati udara bersih/oksigen dan air minum bersih saja untuk dirinya sendiri sudah tidak bisa.

Jutaan hektar hutan yang bertumbuh miliaran pohon berbagai jenis, mereka sengaja musnahkan dengan menebang dan membakarnya.

Jutaan hektar di wilayah Tatar Sunda ParaHyangan hari ini sedang kritis dan mangkrak.
Para penguasa dan pengusaha serta pemilik lahan lebih rela, aman dan nyaman lahan kritis dan mangkrak bertumbuh rumput dan ilalang daripada bertumbuh tanaman pangan, apalagi ‘ tangkal kalapa ‘ yang sangat pasti sangat lama bisa berbuah.

Aki sedang di mana ? “

” Apakah Aki sedang berperan sebagai Lurah atau Camat atau Bupati atau Walikota atau Gubernur atau Menteri ? “

[ Bantaran Sungai Citarum sareng Leuweung tos teu aya nu melakan deui sapertos Aki ]

Bandung, Kamis, 16 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan