banner 728x90

“Kita Harus Punya Jati Diri ! ” & ” Kita Harus Seperti ( Ilmu ) Padi ! “

“Kita Harus Punya Jati Diri ! ” & ” Kita Harus Seperti ( Ilmu ) Padi ! “

Dua rangkaian kalimat yang sangat berbeda arti serta maksud itu begitu sangat sering kita dengar di berbagai kesempatan dan waktu.
Entah sejak kapan kedua istilah itu muncul kali pertama dan entah siapa orang dan atau lembaga yang mem- viral -kan sampai begitu sangat familiar terdengar dan terbaca.

” Kita Harus Punya Jati Diri ! “

Sering saya lontarkan pertanyaan ini,
” Ada apa dengan pohon ‘ tangkal ‘ jati ? “,
” Kenapa tidak memakai nama pohon ‘ beringin ‘, ‘ mahoni ‘, ‘ cemara ‘, ‘ kelapa ‘, ‘ aren/kawung/enaw ‘, ‘ Ki hujan ‘ dan ‘ buah – buahan ‘ serta nama lainnya ? “

Tidak pernah ada jawaban…

Ke’arifan lokal Sunda memberi jawaban,
” Jati kasilih ku ‘ Junti ‘ ! “
atau
” Ulah nepi ka Jati kasilih ku ‘ Junti ‘ “

Jati = pohon jati,
Kasilih = tergantikan, terkalahkan, tersisihkan
Junti = sejenis/mirip pohon jati, tapi bukan pohon jati

Para pendahulu Urang Sunda sudah mewanti – mewanti dan berpesan bahwa suatu ketika bakal terjadi
” Jati tergantikan oleh Junti “
artinya
” Ke- Sejati -an kalah/terkalahkan/tergantikan oleh ke- Palsu/Tiru -an “
atau pesan supaya
” Ke- Sejati/Benar/Asli -an ” jangan kalah dan tergantikan oleh ” Ke- Palsu/Bohong/Tiru -an “

Sekarang dan hari sedang kita sedang memasuki era dimana sangat sulit sekali untuk membedakan sesuaru mana yang asli/ori/benar/nyata dan mana yang palsu/tiruan/bohong/maya ( ? ).
Yang benar dengan sengaja ( rekayasa ) jadi salah
Yang sejati dengan sengaja ( rekayasa ) jadi palsu/tiruan.

Orang yang telah berjasa/berjuang demi bangsa dan negara ( diputar balik ) menjadi pengkhianat negara.
Orang yang jadi pengkhianat ( perusak dan penjual ) bangsa dan negara malah sengaja ( rekayasa ) jadi pahlawan.

Ada satu kesalahan besar yang telah para penguasa/pengelola negara Indonesia lakukan yaitu selalu berkata dan mengatakan
” Kita sebagai bangsa Indonesia harus memiliki Jati Diri ! “
pada setiap kesempatan, namun tidak pernah ngasih contoh dan tauladan seperti apa Jadi Diri Bangsa tersebut.
Karena pola laku dan pola pikir mereka justru mengusung dan memasyarakatkan pola hidup dan budaya asing terutama gaya hidup Amerika dan Eropa.

Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Budaya senantiasa meniru dan meng- copy paste apapun dari negara asing tersebut.
Termasuk perilaku politik yang bangsa Indonesia anut dan terapkan.

Ke’arifan dan keagungan bangsa Nusantara mengajarkan bahwa satu orang yang benar, maka mampu dan bisa kalahkan seratus/seribu/sejuta orang salah.
Namun sebaliknya ke’arifan Amerika dan Eropa mengajarkan bahwa 99 orang salah dapat dengan mudah mematahkan dan mengalahkan 1 orang yang benar.
Begitupun 559 orang anggota DPR RI yang salah, maka dapat jalankan seorang yang benar.
[ istilah mereka ‘ voting ‘ ]

Begitu pula hari ini 574 orang anggota DPR RI yang salah dapat dan mampu membuat 1 orang yang benar jadi salah.
Mayoritas lah yang menang.

Bayangkan !
Setiap orang per individu anggota DPR RI setiap bulan mendapat ‘ fee ‘ ladang ‘ buburuh ‘ bayaran atau gaji dari Negara Republik Indonesia
[ bukan dari para pengusaha Cina, Arab, Jepang, Korea, Singapura, Australia, Eropa dan Amerika.
Inggris, Francis, Belanda, China, Rusia dan Amerika Serikat tidak pernah meng- gaji satupun anggota DPR RI ]
secara rutin selama lima tahun setiap
Tanggal 1 dapat Rp 16 juta
[ Rp 192 juta per tahun,
Rp 960 juta per 5 tahun ]
Tanggal 5 dapat Rp 59 juta
[ Rp 708 juta per tahun,
Rp 3.540 juta = Rp 3,54 miliar per 5 tahun ]

Dalam satu tahun dapat
Rp 450 juta sebanyak 5 kali
[ Rp 2.250 juta = Rp 2,25 miliar ]
Rp 140 juta sebanyak 8 kali
[ Rp 1.120 juta = Rp 1,12 miliar ]

Jadi berapa banyak uang/duit/gaji/anggaran/buruh/bayaran/fee yang ‘ wajib ‘ negara Indonesia secara syah keluarkan untuk satu orang dan 575 orang dalam se tahun selama 5 tahun ?

Apakah 575 orang anggota DPR RI itu sudah benar setia mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia sebagai Tuan -nya ?

Sudah berapa hektar Tanah, Air dan Udara yang telah 575 orang anggota DPR RI bebaskan dan merdeka -kan dari kuasa, kepemilikan dan cengkraman pengusaha dan asing ?
[ ingat 70 % tanah dan air negara Indonesia sudah berada dalam penguasaan asing ]

Sudah kah 575 orang anggota DPR RI punya ” Jati Diri ” asli lokal Indonesia, buktinya apa dan dimana ?

Bandung, Kamis, 16 September 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
cjiinterd.com

JatiAdalahIdeologiPancasila

JuntiAdalahIdeologiKomunisKhilafahKapitalisGlobal

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan