banner 728x90

” Kang Kumaha ( Tentang ) Padi Organik Di Polybag Teh ? ” … !

” Kang Kumaha ( Tentang ) Padi Organik Di Polybag Teh ? ” … !

Kepenasaran saya kembali terusik ketika ada kesempatan berbincang nyantai tentang lingkungan dengan Kang Iwan Sulandjana mantan salah satu Pangdam 3 Siliwangi.
Secara spontan muncul pertanyaan itu karena dulu saya tahu Kang Iwan pernah menjalankan program penanaman padi dalam polybag.

” Ya, sama sekali tidak didukung oleh Menteri Pertanian ! ” jawabnya singkat.

” Dengan memakai pola itu ( terapkan program itu ) hail yang bisa ( petani ) dapat sebanyak 27 ton per hektar. “
Artinya sangat bisa tingkatkan produktivitas dan hasil panen para petani.

” Tahun berapa peristiwa itu ? ” pertanyaan kedua saya lontarkan.

” Tahun 2010 ! ” jawabnya.

” Oh, berarti zaman SBY … ” saya langsung menimpali.

Bayangkan pada tahun 2010 ketika SBY jadi Presiden Republik Indonesia yang notabene seluruh ( para ) menteri kabinetnya berada di genggaman kekuasaannya, ternyata tidak membuat program ( apapun ) yang bisa tingkatkan penghasilan dan kesejahteraan khususnya para petani dan masyarakat miskin di Indonesia dapat kemudahan apalagi lintas kementerian terkait berikan fasilitas dan dukungan penuh.
Berakhir gagal total karena Menteri Pertanian saja tidak mendukung.

Inilah potret ril nasib bangsa Indonesia terkhusus para petani dan nelayan plus buruh yang sejak orde baru berkuasa tidak pernah jadi sejahtera.

Semua hanya berfikir bagaimana secepatnya bisa ( dapat ) kucuran dana pinjaman/hutang dari luar negeri.
Jangan lupa harus ( wajib ? ) dapat untung, fee alias setoran.

Jadi, sampai ( lambang negara ‘ Burung Garuda ‘ kepalanya nengok kanan sekalipun ) kapanpun bangsa dan nasib para petani, nelayan dan buruh di Indonesia tidak akan pernah maju dan sejahtera,
selama para Presiden Republik Indonesia tidak serius dan benar – benar cinta Tanah, Air dan Udara NKRI.

Sekalipun di seluruh wilayah Indonesia pada setiap Kota dan Kabupaten, pemerintah dirikan ” Institut Pertanian Bogor ” dan sejenisnya, maka selama Presiden Republik Indonesia berprofesi sebagai calo dan makelar akhirnya prestasi dan program kerjanya hanya cari ‘ duit ‘ pinjaman dan hutang.
Dapat ‘ fee ‘ adalah sebuah keharusan.

Urusan siapa dan bagaimana agar seluruh ‘ hutang negara ‘ bisa lunas tuntas, biarkan saja itu mah kerjaan estafet para Presiden pelanjutnya.
Lagian yang punya kewajiban bayar hutang apapun kan seluruh warga masyarakat dan penduduk Indonesia.

Bagi siapapun warga negara dan penduduk Indonesia jadilah ‘ rahayat ‘ yang pintar, cerdas dan wajib rebut kedaulatan dan kemerdekaan pangan bagaimanapun caranya dan jadikan sektor ril sebagai basic utama mata pencaharian 80 % – 90 % penduduk dan warga negara Indonesia.

Hanya dengan itu saja, maka kedaulatan dan teritorial negara Indonesia dapat ajeg dan lestari sampai Kiamat.

Hari ini hampir seluruh generasi muda Indonesia sudah sangat sulit ada seseorang yang dengan tekad baja dan nekad menceburkan dirinya jadi petani dan pemulia pohon dan tanaman.

Tahun 2045 eksistensi NKRI sangat bergantung sekali pada,

Bila masih ada 14.006.450 hektar sawah produktif dan turunannya,
berarti NKRI masih ada dan berdiri kokoh.

Bandung, Senin, 23 Agustus 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan