banner 728x90

Wawww, Inilah Sejarah Teh !

Wawww, Inilah Sejarah Teh !
Wawww, Inilah Sejarah Teh !

Sa’at sedang berkelana di hutan mencari biji – bijian dan tumbuhan layak makan, seorang petani di dataran China yang bernama Shennong secara tidak sengaja meracuni dirinya sendiri 72 kali. Namun sebelum racun menghabisi nyawanya, sehelai daun melayang ke mulutnya.
Ia mengunyahnya, kondisinya membaik dan membuatnya merasa hidup kembali.

Seperti itulah teh akhirnya ditemukan. Setidaknya, demikianlah yang dikatakan oleh legenda kuno. Sebenarnya teh tidak mampu menyembuhkan racun, namun kisah Shennong, pelopor pertanian Tiongkok di zaman China kuno, menyorot pentingnya teh bagi China kuno.

Bukti – bukti arkeologi menyatakan bahwa teh pertama kali dibudidayakan di China sejak 6.000 tahun yang lalu atau 1.500 tahun sebelum para Firaun mendirikan Piramida Agung Giza. Tanaman teh China di zaman itu, sama jenisnya dengan teh yang sekarang ditanam di seluruh dunia. Bedanya, di masa lalu teh dikonsumsi dengan cara yang berbeda yakni teh dimakan selayaknya sayuran atau dimasak dengan bubur biji – bijian.

Teh beralih dari makanan menjadi minuman sejak 1500 tahun yang lalu. Hal ini terjadi sa’at orang – orang menyadari bahwa kombinasi panas dan uap bisa menciptakan berbagai rasa yang kompleks dari dedaunan tersebut.

Setelah ratusan tahun peradaban mengubah cara penyajian teh, hari ini secara umum teh dipanaskan, lalu dikemas dalam bentuk padat, ditumbuk menjadi bubuk, dicampur dengan air panas dan pada akhirnya dihidangkan menjadi minuman yang dijuluki ‘ muo cha ‘ atau matcha.

Matcha menjadi sangat populer dan boom ( -ing ), maka terciptalah budaya teh China yang unik. Teh menjadi subjek buku dan puisi, lalu menjadi minuman favorit para raja serta menjadi media bagi para seniman.
Para seniman melukis gambar – gambar menakjubkan di buih teh, kurang lebih seperti seni espreso yang kita temui di kedai kopi zaman sekarang.

Pada abad ke 9 di zaman Dinasti Tang, tanaman teh dibawa ke Jepang oleh seorang biksu. Orang Jepang kemudian mengembangkan ritual minum teh khas Jepang, sehingga terciptalah upacara minum teh Jepang.

Lalu, pada abad ke 14 di zaman Dinasti Ming, sang Kaisar China mengubah standar dari teh yang dipadatkan menjadi teh daun. Di masa itu, China “ masih ” mempunyai kendali penuh atas monopoli pohon teh di dunia.
Teh pun menjadi salah satu dari tiga barang ekspor terpenting Kekaisaran China, selain tembikar dan kain sutra.

China pun jadi memiliki kekuatan dan pengaruh ekonomi yang besar seiring dengan penyebaran kebiasaan minum teh di dunia. Penyebaran tersebut ( kebiasaan minum teh ) dimulai pada sekitar awal tahun 1600 -an sa’at pedagang Belanda membawa teh ke Eropa dalam jumlah besar.

Ratu Catehrine Braganza, seorang wanita bangsawan dari Portugal, mempopulerkan teh di kalangan aristokrat Inggris ketika beliau menikahi Raja Charles II pada tahun 1661. Di masa itu, Britania Raya ( Inggris ) tengah berupaya untuk memperluas pengaruh koloninya serta menjadi kekuatan baru yang menguasai dunia.

Seiring berkembangnya Britania Raya, maka minat terhadap teh kian meluas. Pada tahun 1700, teh di Eropa dijual 10 kali lipat lebih mahal daripada kopi.
Di masa itu, teh masih hanya ditanam di China. Bisnis teh sangat menguntungkan sehingga kapal Kliper, kapal layar tercepat di dunia, diciptakan atas ketatnya persaingan para pelaku bisnis perusahaan perdagangan barat ( Western Trading Company ).

Semua berlomba untuk membawa teh ke Eropa terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan profit. Awalnya, Inggris membayar teh dari China menggunakan perak.
Sa’at perak dirasa terlalu mahal, maka mereka menawarkan opsi lain untuk menukar teh dengan bahan lain yakni opium.

Opium menyebabkan masalah kesehatan serius di dataran China. Hal ini karena oang – orang mulai kecanduan opium.
Lalu pada tahun 1839, seorang pejabat China memerintahkan bawahannya untuk memusnahkan secara masal opium kiriman Inggris. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan Kekaisaran China atas pengaruh Inggris di masa itu. Aksi ini kemudian mencetuskan Perang Candu pertama antar kedua negara.

Karena kejadian itu, terjadilah pertempuran di sepanjang pesisir China hingga tahun 1942. Ketika Dinasti Qing kalah, maka Kekaisaran China menyerahkan pelabuhan Hong Kong kepada Inggris dan melanjutkan perdagangan dalam situasi yang merugikan. Perang tersebut melemahkan kedudukan bangsa China di dunia selama lebih dari seabad.

Perusahaan Hindia Timur Britania pun pada akhirnya ingin menanam teh sendiri dan mengendalikan pasar lebih jauh. Maka dari itu, seorang Ahli Botani yang bernama Robert Fortune ditugaskan dalam sebuah operasi rahasia untuk mencuri teh dari China.
Ia menyamar dan menempuh perjalanan yang berbahaya melewati daerah pegunungan teh China, serta menyelundupkan pohon teh serta pekerja kebun teh yang berpengalaman ke Darjeeling, India.
Dari sana, tanaman teh menyebar lebih jauh, mempercepat pertumbuhan teh sebagai komoditas sehari – hari.

Hari ini, teh adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air, mulai dari teh Rize Turki yang manis, hingga es teh Mentega Tibet yang asin dimana ada banyak cara dalam menyajikan minuman ini sebanyak jumlah budaya di dunia ini.

Cimahi, Jum’at, 13 Agustus 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan