banner 728x90

Romantika Kehidupan Itu Bernama ‘ Kesedihan ‘ !

Romantika Kehidupan Itu Bernama ‘ Kesedihan ‘ !

Kesedihan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Meski begitu, telah lama terdapat perbedaan pendapat tentang apa sebenarnya kesedihan itu dan apa yang bisa dilakukan ketika kesedihan terjadi.

Dalam istilah sederhana, kesedihan seringkali didefinisikan sebagai reaksi alami manusia terhadap situasi yang sulit.
Misal, anda merasa sedih ketika salah seorang teman atau kerabat anda meninggal atau hewan peliharaan anda mati.
Ketika ada salah seorang teman anda berkata,
“ aku sedang sedih ”,
kita seringkali meresponnya dengan
“ Apa yang terjadi ? ”.

Sering kali, kita mengasumsikan bahwa kesedihan disebabkan oleh hal – hal yang terjadi di luar diri kita. Konsep tersebut merupakan suatu pemikiran yang bisa dibilang baru dalam peradaban manusia.

Dokter Yunani di masa lalu, tidak memandang kesedihan seperti itu. Mereka meyakini bahwa kesedihan diakibatkan oleh sebuah cairan hitam di dalam tubuh. Menurut perhitungan mereka, tubuh dan jiwa manusia dikendalikan oleh 4 cairan yang dikenal sebagai “ humor ”.
Keseimbangan dari keempat cairan ini secara langsung memengaruhi kesehatan dan suasana hati manusia.

Melancholia ( kemurungan ) berasal dari kata Melaina Kole yang artinya cairan empedu hitam, yaitu humor yang dipercaya menyebabkan kesedihan. Dengan mengubah pola makan dan didukung dengan praktik kedokteran, maka anda dapat menyeimbangkan kadar humor anda.

Meskipun sekarang kita telah tahu lebih banyak tentang sistem yang berjalan dan mengatur tubuh manusia, pemikiran orang Yunani kuno tentang kesedihan ini cukup berhubungan dan relevan dengan cara pandang terkini ( sa’at ini ). Tidak hanya berhubungan dengan kesedihan yang kadang kita rasakan, tetapi juga dengan depresi klinis.

Dokter dunia modern memercayai bahwa kondisi emosional jangka panjang tertentu yang belum bisa dijelaskan merupakan bagian dari kondisi kimia otak, meliputi keseimbangan dari berbagai cairan kimia yang ada di dalam otak. Seperti pada sistem Yunani, perubahan keseimbangan pada cairan ini bisa memengaruhi bagaimana kita merespon pada keadaan yang sangat menyulitkan.

Terdapat sebuah tradisi lama untuk mencoba membedakan nilai dari suatu kesedihan. Dan dalam diskusi tersebut, anda akan menemukan argumen kuat yang menyatakan bahwa kesedihan tidak hanya bagian yang tidak terelakan dari hidup manuisa, tetapi juga merupakan sesuatu yang sangat penting.

Jika anda tidak pernah merasa murung atau sedih, anda telah kehilangan sebuah bagian dari apa artinya menjadi manusia. Banyak pemikir yang berpendapat bahwa kemurungan diperlukan untuk mendapat kebijaksanaan.

Robert Burton, seorang pemikir yang lahir di tahun 1577 menghabiskan waktunya mempelajari penyebab dan pengalaman kesedihan.
Dalam bukunya yang berjudul “ Anatomi Kemurungan ” Burton mengatakan bahwa “ Orang yang lebih bijak lebih banyak merasakan kesedihan. ”

Penyair di awal abad ke 19, percaya bahwa kemurungan membuat kita mengerti lebih dalam bagimana emosi orang lain, seperti keindahan dan kesenangan. Untuk mengerti kesedihan pohon yang kehilangan daunnya di musim gugur adalah dengan mengerti sepenuhnya siklus yang membawa bunga di musim semi.

Meskipun kebijaksanaan dan kecerdasan memang sangat diperlukan,
apakah kesedihan memiliki nilai pada tingkat yang lebih dasar, nyata atau mungkin evolusioner ?

Ilmuan berpendapat bahwa menangis dan merasa sendiri adalah awal mula mengapa nenek moyang kita membentuk ikatan sosial dan menolong mereka mendapatkan kebutuhan mereka.
Kesedihan sebagai lawan dari kemarahan dan kekerasan adalah suatu ekspresi penderitaan yang dengan cepat dapat membawa orang lebih dekat ke penderita dan menolong, baik si orang itu maupun komunitasnya untuk berkembang.

Mungkin kesedihan membantu kita untuk menciptakan suatu kesatuan yang diperlukan untuk bertahan. Meski begitu, banyak yang heran apakah penderitaan yang dirasakan orang lain mirip dengan yang pernah kita rasakan sendiri ?

Penyair Emily Dickinson menulis,
“ aku mengukur setiap kesedihan yang aku temui dengan mata menyempit dan menyelidik, aku penasaran apakah nilainya sama dengan milikku atau malah lebih kecil. ”

Dan di abad ke 20, seorang antropolog medis, Arthur Kleinman mengumpulkan bukti dari cara orang – orang membicarakan rasa sakit untuk berargumen bahwa emosi itu tidak universal. Hasilnya, khususnya dalam cara kita menggunakan bahasa bisa memengaruhi bagaimana kita merasa.

Sa’at kita bicara tentang patah hati, rasa sakit dan rasa hancur itu rasanya menjadi bagian dari pengalaman kita. Sedangkan di ranah budaya, dimana istilah yang digunakan adalah luka hati, ada perbedaan pengalaman subjektif yang dirasakan.

Beberapa pemikir kontemporer tidak tertarik pada kesubjektivitasan atau keuniversalan kesedihan dan lebih suka menggunakan teknologi untuk mengurangi penderitaan, apapun bentuknya.
David Pearce berpendapat bahwa rekayasa genetik dan proses kontemporer lainnya tidak hanya bisa mengubah cara manusia mengalami kesakitan emosional dan fisik, tetapi bahwa eskosistem dunia seharusnya didesain ulang agar binatang tidak menderita di alam liar.
David menyebut proyeknya “ Paradise Engineering ”.
( Dengan bantuan teknologi, dan rekayasa genetik, David Pearce ingin menghapus kesedihan dan rasa sakit pada diri manusia )

Meski begitu, apakah ada hal yang lebih menyedihkan dari dunia tanpa kesedihan ?

Nenek moyang dan penyair kita mungkin tidak menginginkan bagian dari surga dunia seperti itu. Faktanya, hal – hal tentang kesedihan yang sepertinya disetujui secara universal adalah hal yang dirasakan oleh hampir semua orang, kapanpun dan hal itu sudah diterima selama ribuan tahun, salah satu cara terbaik untuk mengatasi emosi sulit seperti ini adalah dengan bicara.
Coba nyatakan apa yang dirasa sulit untuk dinyatakan.

Sebagai penutup, izinkan penulis mengutip kata – kata dari Emily Dickinson,
“ Harapan adalah suatu ketulusan yang berasal dari jiwa, dan sebuah hasrat tanpa kata – kata, dan tidak akan pernah berakhir pada apapun. ”

Cimahi, Kamis, 12 Agustus 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan