banner 728x90

Dongeng Akidi Tio Di Era Pandemi Covid-19 : Angin Syurga Yang Ternoda !

Dongeng Akidi Tio Di Era Pandemi Covid-19 : Angin Syurga Yang Ternoda !

Dongeng Enteng Pasoso

Media Nasional Indonesia terkemuka : Kompas, Tempo dan Tribun News memberitakan kisah – kisah kedermawanan Akidi Tio.
Dalam sepekan yang lalu berita sumbangan 2 T dari keluarga ( alm ) Akidi Tio viral memenuhi jagat media terutama medsos Indonesia.

” Lihatlah Indonesia memiliki kembang Akidi Tio. Ia menyumbangkan 2 Triliun rupiah sekali sumbangan. Ia lebih hebat dari Bill Gates, ia lebih hebat dari Jeff Bezos. “

” Dan lihatlah ia begitu tidak menonjolkan diri, rendah hati. Lihatlah rumahnya begitu sederhana. Ia menyimpan 2 triliun rupiah tapi rumahnya begitu – begitu saja karena ia orangnya sangat simpel hidupnya. “

Itulah puja dan puji yang keluar dari para akademisi, pejabat dan tokoh masyarakat.
Tak tanggung – tanggung penyerahan sumbangan pun langsung diserahkan kepada Kapolda Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Selatan dan Tokoh Lintas Agama, Akademisi dan Tokoh Masyarakat.

[ saya bilang dalam hati,
” waduh, saya selama 5 tahun mimpin CJI lewat du’a bersama/Istighosah minta Allooh kasih dana/uang 1 Triliun rupiah. ” ini orang malah ngasih 2 Triliun ( ? ) dan banyak lagi pertanyaan lain ]

Semua orang di Indonesia bersyukur di tengah pandemi Covid-19 dan multi dampaknya masih ada dan hanya segelintir orang bernama Akidi Tio yang selama ini bukan orang yang gembar gembor sebagai orang yang paling mampu membawa Indonesia jadi sejahtera.
Ia telah berhasil mengalahkan dengan sangat telak, KO sistemik, para Menteri/Panglima/Ketua Umum Partai/Ketua DPR & MPR & DPD RI dan Kepala Badan.
Pun para Naga Kolot Pengusaha terkaya Indonesia.
Para Gubernur dan tokoh agama/masyarakat.

Bagaimanapun saya berterimakasih kepada keluarga Akidi Tio yang telah membuktikan pada kami bangsa Indonesia bahwa Dongeng itu nyata adanya.
Bukan hanya sinetron di media televisi yang jadi satu – satunya penghibur bagi masyarakat miskin dan terpuruk di Indonesia.
Juga bukan hanya para politisi yang pandai membuat ‘ dongeng – dongeng ‘ temporer 5 tahunan yang sama juga hanya sebatas hiburan dan angin surga.

Ini yang paling parah justeru para akademisi telah berhasil memberikan multi ‘ dongeng tematik ‘ sejak bersekolah pada tingkat dasar dan menengah terutama di level perguruan tinggi.
Semuanya menjanjikan surga, padahal para akademi nya pun belum pernah mencicipi surga.

Inilah sejatinya kondisi dan situasi ril yang sangat nyata telah dan sedang memapar bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia setelah kehilangan ‘ dongeng – dongeng spektakuler ‘ masa lalu pra Kemerdekaan ” Si Kabayan ” dan ” Sangkuriang ” [ manusia super ] dan dongeng pra Nusantara ” Atlantis dan Lemuria “.

Masuk era baru masa pandemi Covid-19 muncul dongeng baru :
Akidi Tio nyumbang negara dan bangsa Indonesia 2 Triliun untuk tanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Thanks to
keluarga Akidi Tio yang telah sukses mempersembahkan dongeng terbaik bagi bangsa ini.
Seluruh sinetron teve telah nyungsep tumbang.

Ada beberapa pertanyaan besar yang harus segera terjawab dan dibuktikan :

Kenapa bukan Prabowo dan Hasyim, Tanoto, para Sembilan Naga, Jusuf Kalla, Arifin Panigoro, Sandiaga Uno, Eric Tohir, Surya Paloh dan Chairul Tanjung, orang super kaya seterusnya … yang segera buat ‘ dongeng ‘ nyumbang negara dan bangsa 33 Triliun atau 99 Triliun rupiah ?

[ andai benar dana Akidi Tio tertahan dan sengaja ditahan oleh Singapura supaya tidak lepas ke Indonesia ]

Kenapa bangsa Indonesia tidak bisa dan mampu merebut kembali dana dan aset Akidi Tio dari Singapura, sebagai titik awal pengambilan dana dan aset simpanan para pengusaha era Soeharto yang telah nyaman dan aman nongkrong di Singapura dan negara Eropa plus Amerika ?

[ Presiden Jokowi telah bersusah payah usaha keras untuk merebut kembali seluruh aset dan dana milik bangsa Indonesia yang telah dan sedang dirampok para pengkhianat.
Pun para pengkhianat dan pengusaha pemilik aset akan mati – matian pertahankan itu sampai Jokowi tumbang ]

Bandung, Sabtu, 7 Agustus 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

JokowiRebutKembaliAsetNKRI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan