banner 728x90

Dasar CJI Terapkan Harga Member ” Program Wakaf Pohon dan Sawah/Tanah/Lahan/Ladang/Kebon “, Rp 500 Ribu !

Dasar CJI Terapkan Harga Member ” Program Wakaf Pohon dan Sawah/Tanah/Lahan/Ladang/Kebon “, Rp 500 Ribu !
Wakaf Pohon Plus Biaya Rawat !

Sering bahkan sangat sering program ( apapun nama/sebutan ) penanaman pohon baik secara resmi maupun swadaya berakhir sama yaitu gagal tumbuh/hidup.
Alasan dan penyebab sangat beragam dari mulai ( berbasis ) ilmiah sampai pada masalah non teknis.

Mari kita tela’ah dan bedah menggunakan ‘ pisau analisis ‘ berbasis jujur dan hati nurani.
Sedikitnya membuka tabir yang selama ini senantiasa mengiringi gerakan penanaman pohon dimanapun dan berapapun jumlahnya.

Niat hati dan tekad kuat bertarget mulia supaya masyarakat/warga negara kembali peduli dan cinta pohon/tanaman.
Namun nyatanya di lapangan justru gagal dan kegagalan yang setia menemani.

Ribuan,
Puluhan ribu,
Ratusan ribu,
Jutaan,
Puluhan sampai Ratusan juta
Pohon apapun segera akan ditanam.

Namun yang pasti selalu saja masalah klasik datang memapar pada siapapun pani⁰tia/inisiator atau koordinatornya yaitu :

  1. Lahan permanen ” abadi ” tempat menanam pohon tidak ada.
    Lahan mangkrak punya pemerintah maupun swasta bahkan perorangan selalu sangat sulit untuk dan demi kepentingan penanaman pohon.

[ ribet kata anak – anak muda mah ]

  1. Dana perawatan pasca penanaman sungguh tidak ada.
    Inilah faktor utama penyebab gagalnya berapapun jumlah pohon yang telah dan sedang ditanam.

Terbukti dari 100 pohon yang telah tertanam, biasanya hanya 10 % saja yang benar – benar bisa hidup dan berkembang.
Selebihnya mati meninggalkan jejak maupun hilang tanpa jejak.

Hal ini sudah sangat biasa dan terbiasa.
Pemerintah dan rakyat serta masyarakat pada akhirnya nyaman dan terjebak pada ‘ statement ‘ pernyataan umum dan sederhana saja,

” Ah,
Yang penting kita telah nanam pohon ! “
” Hidup syukur dan mati pun engga jadi masalah. “

Akibatnya berapapun dana yang telah pemerintah keluarkan dan pengusaha hibahkan ( lewat CSR ) selalu berujung pada kegagalan.

So, bagaimana solusi terbaik yang musti kita tempuh dan jalankan ?

Ada dua pula rencana solusi konstruktif yang mesti kita jalankan yaitu :

  1. Pastikan sebelum program penanaman pohon apapun dan dimanapun,
    ada lahan ( berapakpun luasannya ) entah punya pemerintah, swasta dan pribadi bahkan asing sekalipun.
    Lahan tersebut pasti dan yakin bisa ( kita ) tanam tanpa gangguan dalam kurun waktu selama minimal 10 tahun.
    Yang terbaik selamanya yaitu berproses jadi hutan atau kebon abadi.
  2. Pastikan ada dana/biaya rawat pohon pasca tertanam minimal durasi waktu satu tahun.
    Artinya kalau nanam satu pohon, maka pastikan uang yang ada minimal sebesar Rp 50.000 untuk beli bibit pohon dan biaya pemeliharaan dan perawatan.
    Pastikan pohon apapun yang telah tertanam bisa hidup dan berkembang selama satu tahun.

Nah, itu lah solusi terbaik dalam penanaman pohon ( apapun dan dimanapun ).
In ( g ) syaa Allooh setelah satu tahun perawatan, maka pohon itu sudah siap dan mampu hidup dan berkembang sendiri dan mandiri.

Kenapa program penanaman pohon ‘ ala ‘ CJI harus bayar Rp 500 ribu per orang ?

Penanaman ‘ serius ‘ khusus anggota CJI yang berlokasi di area pembibitan Dago ( Pakar ) Resort perdana, kebetulan ada 10 orang anggota yang nanam pohon mahoni.
Itu pun tanpa dana dan biaya alias ke- 10 pohon mahoni tersebut merupakan sumbangan dari Kang Encep yang sudah kami anggap sebagai ‘ guru besar pembibitan pohon ‘ khususnya pohon ‘ Mahoni Uganda ‘ dan pohon keras lainnya.

Jadi 10 pohon plus biaya perawatan dan pemeliharaan pohon selama ( minimal ) 1 tahun ke depan, itulah yang jadi dasar atau sandaran program penanaman pohon ‘ ala ‘ CJI.

Jadi, 10 pohon kali Rp 50.000 per pohon, maka standar ikut program Wakaf Pohon bagi siapapun harus keluarkan biaya sebesar Rp 500.000 per orang.

Semoga Allooh berkenan dan mempermudah serta melancarkan program ‘ Wakaf Pohon dan Wakaf Sawah ‘ ini secepatnya bisa terwujud terutama di era pandemi Covid-19 yang sangat berdampak pada kehidupan manusia Indonesia dan dunia,

Aamiiin

Bandung, Kamis, 5 Agustus 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

YooWakafPohon&SawahMari

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan