banner 728x90

Andai Bangsa Indonesia Harus Tumpur Karena Habis Oleh Pandemi Covid-19, Maka Urang Sunda Yang Terakhir : Rahasia -nya Ada di Tangan ‘ Kabayan ‘ !

Andai Bangsa Indonesia Harus Tumpur Karena Habis Oleh Pandemi Covid-19, Maka Urang Sunda Yang Terakhir : Rahasia -nya Ada di Tangan ‘ Kabayan ‘ !
Antara ‘ Gus Dur ‘, ‘ Abu Nawas ‘ dan Si Kabayan ( ? )

Konon, Si Kabayan adalah tokoh sentral dunia ‘ maya ‘ ( virtual ? ) Urang Sunda. Hebat dan sakti serta kedigjayaan Si Kabayan sudah teruji efektif.

Si Kabayan hanyalah seorang manusia biasa yang dapat seorang isteri yang cantik dan baik lembut hati.
Namun punya sepasang mertua yang mapan materi dan pangan karena memiliki kebun dan sawah.

Sebagai penguasa dan pemilik otoritas wilayah sudah sangat tentu Abah dan Ambu ( pasangan mertua Si Kabayan ) sangat berkuasa dan menguasai teritorial mereka.

Si Iteung isteri Si Kabayan tentu sangat faham kondisi ini, maka mereka dalam posisi hidup dan tinggal ( berdomisili ) di area wilayah kekuasaan pasangan Abah dan Bambu, ya tentu saja harus dan wajib ta’at dan patuh pada ‘ rule of the game ‘ mertua.

Bukan Si Kabayan namanya kalaulah hanya karena masib miskin dan papa harus ‘ kalah ‘ dari Abah dan Ambu.
Walau sebagai ‘ minantu ‘ yang baik, tentu saja Si Kabayan tetap hormat dan patuh pada keduanya.
Namun dalam setiap gerak aksi dan peristiwa apapun Si Kabayan selalu dan senantiasa bisa memenangkan ‘ argumen ‘ apapun dari kondisi dan peristiwa harian yang terjadi.

Tentu sebagai mertua sekaligus pemilik dan penguasa otoritas sangat mudah dan wajar perlakukan Si Kabayan dengan seenaknya.
Pun mereka berdua terutama Ambu ( mertua isteri ) sangat biasa lakukan penghinaan dan ‘ bully ‘ terhadap Si Kabayan.
Hanya berani mereka lakukan di hadapan Si Iteung ( di belakang Si Kabayan ).

Selalu dan selalu Abah dan Ambu kalah dan terbantahkan oleh Si Kabayan dalam hal apapun.
Itulah sebabnya mereka berdua tidak bisa berkutik tatkala berhadapan dengan Si Kabayan.

Si Kabayan merupakan tokoh ‘ smart ‘ dalam arti yang sebenarnya.
Pembawaannya lucu, bodor dan humoris.
Nyantai, tapi cerdas itulah ciri khasnya.
Selalu ‘ heureuy ‘, lugu polos apa adanya, ‘ low profile ‘ begitu orang kekinian bilang dan penikmat ‘ tidur ‘ sejati.

” Dasar Si Borokokok ! “
[ inilah gelar abadi Si Kabayan yang disematkan permanen oleh Sang Ambu ]

” Dasar Tukang Molor ! “
itupan panggilan ‘ the hidden ‘ yang melekat.

Jadi ada penggambaran sesat yang terjadi akhir – akhir ini yaitu
Sosok Si Kabayan ( terutama oleh insan sinetron dan hiburan Indonesia digambarkan ) dipropagandakan sebagai seorang yang ‘ oon permanen ‘ goblok sistemik bercirikan baju pangsi berselendang sarung dan berkopiah miring.
Lugu, celeno, polos, elehan ( ngalah terus ), objek ‘ bully ‘ hinaan dan cemoohan, bodoh dan ketinggalan zaman adalah ciri khas yang melekat.
Selamat kepada para insan penulis skenario dan insan sinetron ( film ) dan tayangan hiburan Indonesia yang telah berhasil sempurna atas pencitraan ini.

Emang sebenarnya dan seharusnya bagaimsna ?

Minimal ada dua hal penting yang harus khususnya Urang Sunda camkan dan yakini yaitu

Pertama sosok Si Kabayan adalah personifikasi dari seorang ‘ Jawara Sejati ‘ petarung dan pejuang kehidupan bertopang kesantaian, kesederhanaan, keluguan, ke’arifan dan intelektualitas mumpuni berbasis humanisme.
Dia murni gunakan logika dan akal dalam mengarungi bahtera kehidupan rumah tangganya.
Dia sadar betul sebagai apa posisinya di tengah kuasa dan kekuasaan sang mertua.
Namun Si Kabayan tetap jadikan logika dan akal serta ( rasa ) kemanusiaan yang menjadi imam perangnya.
Sehingga dalam membuat keputusan dan kebijakan menyikapi kondisi yang ada selalu jadi ‘ solusi konstruktif ‘ pemenang yang alamiah dan tidak terbantahkan.

Kedua Si Kabayan adalah seorang yang paripurna dalam ilmu dan pengetahuan.
Dia menguasai ilmu beladiri yang mumpuni, sehingga bisa membela dan melindungi dirinya, isterinya dan kedua mertuanya serta menjaga daerah kekuasaan otoritas mertuanya.

Si Kabayan menguasai ilmu ma’rifat yang sangat mengedepankan harmonisasi antara iman, ilmu, pengetahuan, akal dan logika serta gunakan rasa ‘ humanisme ‘ kemanusiaan sehingga tak satupun argumentasi ‘ penguasa ‘ kedua mertua bisa menang atas argimen Si Kabayan.

Itulah material bawaan Si Kabayan yang menjelmakan dirinya sebagai sosok petarung, pejuang, ‘ full ‘ percaya diri, pintar, cerdas, ma’rifat ( filsuf ) dan humanis.

[ Dunia Islam sangat mengenal tipikal sosok besar :
Abu Nawas seorang Hakim/Qodhi era Kholifah Harun Ar Rasyid. Argumen Kholifah tidak pernah bisa menang sekalipun atas Abu Nawas.
Banyak lagi yang lain.
Era kekinian di Indonesia laksana ” Gus Dur ” yang pendapat dan argumentasinya dalam menyikapi multi persoalan sangat sulit orang lawan dan kalahkan ]

Apapun dan siapapun orang yang nulis dan ciptakan sosok ‘ maya ‘ legendaris Si Kabayan tentu adalah seorang kyai/ajengan/’ulama ma’rifat ( filsuf ) yang ‘alim, ilmiah, humoris/nyantai/bodor/lucu dan humanis.
Dan dia itu pasti Urang Sunda.

[ kalau dia orang Batak, pasti ciptakan sosok bernama ” Si Ucok “,
kalau dia orang Padang, pasti ciptakan sosok bernama ” Si Uda “,
kalau dia orang Jawa, pasti ciptakan sosok bernama ” Si Mas “,
kalau dia orang Timur, pasti ciptakan sosok bernama ” Si Bung ” dan
kalau dia orang Arab, pasti ciptaksn sosok bernama ” Si Rijal “, orang China pasti ciptakan sosok bernama ” Si Engko/Ko ” serta klo orang Amerika pasti bernama ” Si John ” atau ” Sam Junior ” ]

Tetaplah wahai Urang Sunda jadi ‘ Si Kabayan Sejati ‘.

Patahkan argumen apapun dari penguasa lokal, regional, nasional dan global walau mereka jadi penguasa dan pemilik otoritas hari ini.

Berfikirlah, berbijaklah ( buat kebijakan/aturan/keputusan ) dan bertindaklah yang ‘ konstruktif ‘ menjadikan segalanya Tanah, Air dan Udara lebih baik dan jadi rahmat berkah bagi seluruh alam.

Jadilah Urang Sunda yang berguru
pada Rosulullooh Muhammad SAW atas agama Islam ( bukan pada budaya Arab ),
pada China atas ilmu kerja keras dan nasionalisme yang anti menjajah dan anti dijajah,
pada Ke’arifan Lokal Nusantara atas ‘ hubbul wathon -nya ‘ cinta, rumawat, kasih dan sayang pada Ibu Pertiwi ‘ Lemah Cai ‘ Tanah Air Negara Kesatuan Republik Indonesia,

Aamiiin yaa mujiibassaailiiin.

Bandung, Sabtu, 31 Juli 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI
” Sang Kuriang Nga- Gugat “

[ next : apa ma’na dan rahasia ‘ Topi Dengdek ” miring Si Kabayan ? ]

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan