banner 728x90

PPKM Versus PPKM

PPKM Versus PPKM

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

” Kunaon balik deui ? ” tanya seseorang ( atau banyak orang ) kepada seseorang lainnya.

” Wah, PPKM euy ! ” jawab seseorang secara spontan.
Dalam kepala dia ( si penjawab ) bahwa PPKM itulah penutupan jalan, pembatasan waktu/durasi jualan, jalanan sepi, berkerumun terlarang, wajib pake masker dan terapkan protokol kesehatan dan sebagainya yang mengandung unsur ‘ pembatasan ‘ dalam bentuk apapun.

Kambing Hitamnya adalah pemimpin tertinggi di Republik Indonesia, Presiden Jokowi.

[ Kenapa ada istilah kambing hitam ?
Ada dua alasan utama :
Pertama kambing hitam adalah jenis binatang paling seksi di dunia ‘ pengorbanan ‘ berbasis ( alam ) ghaib ( paranormal ? ).
Kedua kambing/domba yang punya warna bulu hitam ( konon ) memiliki daging lebih banyak dari yang berwarna putih dan warna lain
Jadi bidik sasar ‘ kambing hitam ‘ adalah presiden/pemerintah lebih menguntungkan ]

Percepatan Perbaikan Kesejahteraan Masyarakat

” Saudara – saudara !
Tidak ada satupun vaksin atau obat yang bisa bunuh atau musnahkan virus corona dari muka bumi !
Karena virus corona sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. “

” Antibodi adalah satu – satunya yang bisa kalahkan virus corona ( dan bakteri apapun ).
Antibodi atau imun tubuh atau kekebalan tubuh itu diproduksi/dihasilkan oleh sel darah putih ( leukosit ).
Sel darah putih termasuk makhluk hidup yang sangat butuh sekali asupan nutrisi makanan yang bergizi. “

” Jadi supaya punya antibodi yang kuat, maka siapapun harus banyak asupan nutrisi makanan yang bergizi dan ber-vitamin ! “

” Bangsa Indonesia harus punya kemandirian dan kedaulatan pangan !
Tanpa itu semua, maka bangsa dan negara Indonesia hanyalah bangsa buruh dan konsumen bangsa asing belaka.
Selama bangsa Indonesia hanya berperan sebagai bangsa konsumen ( bukan produsen ) dan pembeli/peng- impor pangan sejati, maka bangsa Indonesia tidak pernah akan jadi bangsa yang punya ‘ herd immunity ‘.
Sampai kapanpun ! “

Hanya satu jalan dan cara yang wajib pemerintah ( PNS/ASN, TNI dan Polri ) dan rakyat lakukan yaitu seluruh kekuatan, potensi dan dana yang negara miliki ( APBN ) sebanyak dua pertiga harus terfocus dan terarah secara sistematis dan berkelanjutan pada Percepatan Perwujudan Kesejahteraan Masyarakat yang berbasis di ketahanan, kedaulatan dan kemandirian pangan.

Jadikan seluruh warga negara sebagai ‘ petani mandiri ‘ yang hanya bertugas untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.
Wajibkan setiap individu daripada bangsa Indonesia nanam satu pohon ( tanaman ) pangan.
Bagi masyarakat perdesaan menanam tanaman pangan di sawah dan atau ladang/kebon.
Padi, jagung dan sampeu harus semua orang tanam.
Sayur mayur dan rempah serta obat harus pula ditanam.

Begitupun masyarakat perkotaan bisa nanam pohon dan tanaman pangan, sayur mayur, rempah dan obat pada media polybag dan lainnya ( kaleng, plastik dan drum ).

Pola sederhana saja terapkan serta lakukan.
Tanaman apapun yang masyarakat tanam, maka :

  1. Pemerintah wajib menyediakan bibit unggul dan terbaik apapun tanaman/pohon yang bisa wujudkan ketahanan pangan.
    Baik yang berdurasi ( bisa ) panen harian, mingguan, bulanan, triwulan dan semester – an maupun tahunan.
  2. Sisanya setelah mencukupi kebutuhan dasar minimal pribadi/individu dan keluarga, maka seluruh hasil panen oleh pemerintah beli dengan harga yang layak ( tinggi lebih baik ) untuk jadi stok negara.
    Pemerintah buat ‘ Leuit Nagara ‘ lumbung pangan nasional.

In ( g ) syaa Allooh kondisi rahayat ma’mur sejahtera cepat terwujud.
Pemerintah yang memiliki kemandirian, kedaulatan dan ketahanan pangan otomatis terealisasi.

Andai pun dan kapan pun sekiranya Allooh takdirkan pandemi Covid-19 plus varian lainnya memapar bangsa Indonesia, maka seluruh bangsa Indonesia sudah siap tempur hadapi resiko terburuk sekalipun.
Bangsa Indonesia sudah siap hadapi apapun karena sudah tahan pangan.
Akibatnya bangsa dan negara Indonesia berketahanan pangan dan sudah jadi bangsa pemilik ‘ herd immunity ‘.

Tahun 2021, 2022, 2023, 2024 dan 2025 adalah pengisian ‘ leuit nagara ‘ lumbung nasional.
Menuju …

Tahun 2026, 2027, 2028, 2029 dan puncaknya 2030 sebagai masa paceklik perdana.
Selama lima tahun berikutnya dari 2031 sampai 2035 adalah masa paceklik pamungkas.

Andai selama tahun 2036, 2037, 2038, 2039 dan 2040 bangsa dan negara Indonesia masih mampu hidup, bertahan dan eksis, maka pada tahun berikutnya NKRI sudah berada pada zona persiapan menuju garis start/permulaan menuju era baru Indonesia Emas 2045.

Masa pemilihan bakal terjadi selama lima tahun jelang tahun 2045.
Lima tahun itu adalah 2041, 2042, 2043, 2044 dan 2045.

Manpukah dan siapkah bangsa dan negara Indonesia menjadi Bangsa dan Negara Emas Tahun 2045 ?

Hanya bangsa Indonesia yang bisa dan mampu jawab.

Do it now !
Atau jangan sama sekali.

Semoga serangan dan paparan Covid-19 cukup bisa serta mampu sadarkan pola fikir dan pola hidup bangsa Indonesia,

Aamiiin

Bandung, 27 Juli 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan