banner 728x90

Air Itu, H2O !

Air Itu, H2O !

Air dapat ditemukan hampir dimana – mana, mulai dari air tanah, gunung es hingga di dalam sel – sel tubuh kita. Bergantung pada beberapa faktor seperti lokasi, indeks lemak, usia dan jenis kelamin, rata – rata tubuh manusia mengandung 55 – 60 % air.
Sa’at dilahirkan, manusia lebih basah lagi, yakni dengan kandungan air hingga 75 %. Meski begitu, kandungan air pada tubuh bayi akan turun menjadi 65 % sa’at ulang tahunnya yang pertama.

Jadii…
Apa peranan air bagi tubuh kita ??
Serta seberapa banyak kita harus minum air agar tetap sehat ??

Air atau H2O dalam tubuh kita berfungsi sebagai bantalan dan pelumas sendi, pengatur suhu tubuh dan pemberi nutrisi bagi otak serta sumsum tulang belakang. Air tidak hanya terdapat di dalam darah, namun hampir tiga perempat otak dan jantung orang dewasa terdiri dari air. Jumlah tersebut hampir setara dengan kandungan air dalam buah pisang.
Paru – paru lebih mirip dengan buah apel dengan kandungan air yang mencapai 83 %. Bahkan, tulang manusia yang tampak kering, mengandung kadar air 31 %.

Jika pada dasarnya tubuh kita terdiri atas air dan dikelilingi oleh air ( dalam darah ) mengapa kita masih harus banyak minum air ?

Well,… perlu diketahui bahwa kita kahilangan 2 hingga 3 liter setiap hari melalui keringat, buang air kecil, buang air besar dan bahkan dari bernapas. Meski aktivitas tersebut penting bagi kelangsungan hidup kita, tapi kita perlu mengganti jumlah cairan yang hilang.
Menjaga kadar air dalam tubuh kita penting untuk menghindari dehidrasi dan juga kelebihan cairan tubuh. Keduanya dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Begitu penurunan kadar air terdeteksi, saraf sensoris di dalam hipotalamus otak mengirim sinyal untuk mengeluarkan hormon anti-diuretik. Ketika hormon ini sampai di ginjal, maka aquaporin terbentuk.
Aquaporin adalah kanal khusus yang membuat darah menyerap dan mempertahankan air lebih banyak, hal ini mengakibatkan air kencing menjadi pekat dan berwarna gelap.

Dehidrasi berlebih berpengaruh terhadap penurunan energi pada tubuh, suasana hati, kelembaban kulit, tekanan darah dan juga gangguan kognitif. Otak yang mengalami dehidrasi bekerja lebih keras untuk hasil yang sama seperti layaknya otak normal. Jika terus dipaksakan, otak yang dehidrasi akan mengalami “ mengerut sementara ” karena kekurangan air.

Di sisi lain, kelebihan cairan tubuh atau hiponatremia atau overhidrasi, biasanya disebabkan oleh konsumsi air berlebih dalam waktu singkat. Atlet seringkali menderita overhidrasi karena rumitnya menjaga kadar air tubuh dalam kondisi fisik yang ekstrim.

Jika dehidrasi otak menyebabkan pengeluaran hormon anti-diuretik, maka otak yang overhidrasi menghambat atau malah mencegah pengeluaran hormon itu. Elektrolit natrium dalam tubuh menjadi encer dan menyebabkan sel – sel dalam tubuh membengkak.

Dalam kondisi serius, ginjal tidak bisa menampung volume air kencing yang berlebih. Maka, terjadilah keracunan air pada tubuh, yang menyebabkan sakit kepala, muntah, dalam beberapa kasus, bahkan sampai kejang atau kematian.

Tenang… Tenang, itu terjadi dalam kondisi ekstrim. Dalam kondisi sehari – hari, menjaga kadar air dalam tubuh agar tetap seimbang cukup mudah untuk dilakukan bagi kita yang cukup beruntung memiliki akses pada air minum yang bersih. Selama ini, kita selalu diajarkan dalam sehari harus minum 8 gelas air. Sayangnya, estimasi ini telah mengalami perubahan.

Konsensus para ahli kini mengatakan jumlah air yang perlu kita minum tergantung pada berat badan dan kondisi lingkungan tempat tinggal kita. Lebih jauh, konsumsi air harian yang disarankan beragam antara 2,5 – 3.7 liter air untuk pria dan 2 – 2,7 liter air untuk wanita. Rentang tersebut dapat disesuaikan tergantung apakah kondisi kita sehat, aktif, tua atau kepanasan.

Meskipun air merupakan hidrator paling sehat, namun minuman lain yang mengandung kafein seperti kopi atau teh, juga dapat mengembalikan cairan tubuh lohh.
Air yang terkandung dalam makanan kita setara dengan 1/5 konsumsi harian H2O. Buah dan sayuran seperti stroberi, mentimun dan bahkan brokoli mengandung 90 % air, serta dapat menambah jumlah cairan selain menyediakan nutrisi dan serat.

Meminum air yang cukup juga sangat menguntungkan bagi hari tua. Riset menunjukan bahwa hidrasi optimal dapat menurunkan kemungkinan terkena penyakit stroke, membantu mengendalikan diabetes dan mengurangi risiko terkena kanker tipe tertentu.

Terakhir, konsumsi air yang cukup ( akan ) berpengaruh terhadap apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan dan kinerja kita dalam mengerjakan kegiatan sehari – hari.
Jadi jangan lupa untuk konsumsi air yang cukup yaa…..

Cimahi, Minggu, 25 Juli 2021

Rizal Ul Fikri CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan