banner 728x90

PPKM, Oh PPKM !

PPKM, Oh PPKM !

PPKM Darurat telah berakhir dan Presiden Jokowi lanjutkan PPKM mulai hari ini Senin tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM menjadi istilah yang sedang naik daun akhir – akhir ini.
Ada yang setuju dan begitu mendukung keputusan serta kebijakan pemerintah pusat ini, namun tak sedikit yang tidak setuju bahkan menentangnya dengan alasan yang beragam dari mulai kepentingan pribadi/individual sampai kepentingan politik tertentu.

Tidak mudah memang pemerintah keluarkan aturan PPKM ini, karena ada konsekuensi ( krusial/penting ) yang musti pemerintah lakukan.
Urusan logistik dan penjaminan setiap warga negara bisa makan setiap hari adalah pekerjaan yang harus cepat pemerintah lakukan setelah penerapan PPKM berlaku.

Haram hukumnya bagi pemerintah setelah pemberlakuan PPKM masih ada satu warga negara yang sulit dan tidak bisa makan karena tidak ada bahan pangan pokok yang bisa dia makan.
Seluruh kementerian, TNI dan Polri bersama pemerintah daerah ( provinsi, kota dan kabupaten ) harus bekerja super cepat dan ekstra untuk jamin tidak ada satupun orang yang kelaparan, bagaimanapun kondisi di lapangan.

Emangnya mudah lakukan itu ?

Sulit, sukar dan butuh kerja keras serta tekad kuat bagi pemerintah untuk bisa lakukan itu.
Namun, wajib dicamkan oleh seluruh PNS/ASN termasuk TNI dan Polri.
Negara menggaji/bayar pegawai negeri sipil dan militer serta polisi adalah supaya mereka bekerja keras secara sungguh – sungguh untuk pastikan seluruh warga negara bisa makan setiap hari tanpa kecuali !

Sanggup lanjutkan jadi PNS/ASN, TNI dan Polri.
Tidak sanggup wujudkan itu, maka cepat buat surat pengunduran diri hari ini juga.

Negara sudah terlalu lama menggaji dan bayar para pegawainya yang ‘ melankolis ‘ dan sok jadi raja yang justru ( hanya ) minta dilayani dan dihormati.

Virus Corona telah datang menyerang dan nyata telah mampu porak porandakan seluruh sendi kehidupan manusia seluruh dunia.
Semua manusia pada sa’at ini sedang secara berjama’ah lakukan tindakan ‘ egois komunal ‘ yaitu setiap manusia sedang mementingkan keselamatan dan kesehatan diri sendiri.
Begitu diri sendiri sehat, maka sungguh tidak mengancam dan merugikan kesehatan orang lain di sekitarnya.

Bagi orang yang punya otak dan berani gunakan fungsi otak, maka virus corona dan pandemi Covid-19 yang telah memapar manusia ( *tanpa kecuali ) jadi ujian nyata kenaikan tingkat dan derajat kehidupan manusia.
Bermula ( khusus bangsa Indonesia ) sejak tahun 1970 an, manusia Indonesia terutama para pengusaha telah menjelma jadi komunitas orang yang minta dan harus dilayani serta diutamakan dimanapun mereka berada.
Sedangkan warga negara, penduduk dan rakyat telah sempurna jadi manusia buruh dan pelayan dimanapun mereka berada.

Covid-19 telah berhasil memaksa supaya pemerintah pusat dan daerah secepatnya melepas dan meletakkan jabatan sebagai penguasa dan raja kembali jadi pelayan sejati dan buruh setia para pemilik syah NKRI yaitu rakyat Indonesia.

Bukan sama sekali para pemilik syah NKRI itu pemerintah pusat dan daerah.
Pun bukan pula para pemilik Tanah, Air dan Udara NKRI adalah UN/PBB ( apalagi WHO ), China, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belanda, Rusia dan Jepang.

Pemilik NKRI yang resmi dan syah adalah seluruh rakyat dan warga negara Indonesia yang cinta NKRI.
Bukan ( klaim ) warga negara Indonesia yang anti dan benci NKRI !

Semoga pada tahun 2021 ini, pemerintah pusat dan daerah ( harus dan wajib ) mampu wujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan ( makan dan minum ) supaya ‘ herd immunity ‘ cepat terjadi.

Semoga setiap individu warga negara Indonesia jadi orang kebal sejati dan kebal alamiah.
Karena makan dan minum hasil nanam sendiri di tanah sendiri, Tanah dan Air NKRI.

Aamiiin

Bandung, Senin, 26 Juli 2021

Muhammad Zaki Mubarrok
Citizen Journalism Interdependen
CJI

TheFirst-goto-HerdImmunity

2021MandiriPangan2022DaulatPangan

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan