banner 728x90

TULISAN SEORANG PROFESOR, DOKTOR DAN DOKTER TENTANG PENANGANAN INFEKSI COVID-19, BAGUS SEKALI ! In ( g ) syaa Allooh bermanfa’at untuk para sedulur…

TULISAN SEORANG PROFESOR, DOKTOR DAN DOKTER TENTANG PENANGANAN INFEKSI COVID-19, BAGUS SEKALI ! In ( g ) syaa Allooh bermanfa’at untuk para sedulur…
Ikan Patin, Kaya Omega-3 ! Sangat bagus untuk OtoImun

Tulisan Bagus !

Para dokter sekarang mulai share ini, agak nyesel juga sih… Kenapa gak dari dulu, tapi sudahlah yang penting mending terlambat daripada enggak sama sekali…

Ikhtiar Terbaik Sa’at Anda Terpaksa Terpapar Covid-19

(Prof. Dr. Ong Koeswandi, Skc)

Guys, terpapar covid pasti gak ada yang mau, tapi jika sudah terlanjur mau gimana lagi ?
Kali ini, saya ingin membagikan sedikit cerita yang semoga bermanfa’at.

Lah memangnya saya siapa kok cerita perawatan covid ?

Ok, gini, cerita aja :
Saya adalah seorang Prof. Doktor spesialis Covid-19 yang sa’at ini melakukan ” tele rawat ” lebih dari 300 pasien isoman di 20 kota berbeda atas permintaan mereka. Setiap hari saya mendampinginya.

Seorang Profesor Doktor sebenarnya adalah dokter yg tidak merawat pasien secara langsung seharusnya. Tapi ini terpaksa karena panggilan kemanusiaan dan membantu pasien isoman. Harusnya ia adalah tempatnya dokter berkonsultasi. Dokternya, ya dokter kalau orang bilang.

Semoga ‘ share ‘ ini membantu mencegah kematian mereka yang terpapar covid. Menurunkan mortalitas pengidap COVID-19 !

Oke, ” Pertama “
pahami dulu Covid.
Covid adalah infeksi virus SARS COV-2.
Lawan ( obat ) virus hanyalah ” antibodi ” yang diproduksi oleh tubuh kita. Obat – obatan itu hanya ” inhibitor cegah virus ber-replikasi “, juga obat yang meringankan symptom ( gejala ) saja dan tidak membunuh virus. Antibodilah yg bisa ” makan “/membunuh virus.

Untuk memproduksi antibodi dibutuhkan :

  • Protein
  • Vitamin lengkap terutama C, D dan E
  • Air ( minum ) cukup
  • Kalori
  • Istirahat ( tidur ).
    Imun tubuh diproduksi optimal sa’at tidur.

” Kedua “,
kita bandingkan kondisi yang terjadi pada pasien covid.
Kami amati orang terkena covid keluhan yang paling mengganggu adalah ” batuk, radang tenggorok dan sakit perut “.
Walhasil nafsu makan drop. Ketika nafsu makan buruk, maka mereka mulai makan bubur atau nasi putih dengan sedikit lauk.
Ayo silahkan cek mereka yang kena covid, rata – rata kualitas makannya jadi buruk karena tak enak. Parahnya lagi karbo dan gula adalah makanan virus. Blunderkan … ?

So, ini adalah ” pintu awal perburukan “. Jika hal ini bertahan di atas 3 hari, maka hasilnya mereka akan lemas dan memburuk kondisinya.

Setelah itu karena batuk dan tidak nyaman, maka ” pintu masuk perburukan yang kedua ” adalah pasien mulai kurang tidur.
Kurang istirahat !!

” Pintu masuk perburukan yg ketiga “, tidak jarang pasien juga kurang minum serta asupan vitamin dan mineral yang buruk.

Nah, ingat lawan virus adalah antibodi… Sayangnya kondisi covid menyebabkan pasien :

  • Asupan ( nutrisi ) buruk,
  • Kurang Ninum
  • dan Kurang Tidur,
    maka antibodi tak terproduksi dengan baik. Walhasil kesehatan makin menurun dan menurun terus. Tak jarang kematian disebabkan oleh ‘ treatment ‘ awal yang buruk seperti ini. Pasien meninggal dunia padahal seharusnya masih ada harapan hidup.

” Nah jangan – jangan banyak pasien meninggal karena kurang makan dan kurang minum.
Inilah hebatnya Virus Sars Cov-2, ia memblokade jalur utama asupan kita. “

Oleh karena itu, sesulit apapun, paksakanlah untuk :

  1. Makan.
    Makanlah yang tinggi protein seperti telur, susu, kedelai, daging, ayam, ikan
    ” tetap harus masuk “, bahkan lebih dari biasanya pada sa’at sehat. Walau tenggorokan sakit dan makan tidak ada rasanya. Paksakan makan, anggap itu obat !!
    Kalau muntah, makan lagi. Itu ‘ battleground ‘ anda.
  2. Konsumsi multivitamin dan fokuskan pada C, D dan E.
  3. Minum sekitar 2 botol besar air mineral ( 3 liter ) sehari.
  4. Tidur yang cukup, kendalikan psikis dengan optimisme dan hiburan atau ibadah dekatkan diri kepada Tuhan, tergantung selera.
  5. Obati gejala – gejalanya. ( Maaf ” obat harus atas petunjuk dokter “, maka saya tidak menuliskannya ).

Syukurlah dalam beberapa kasus, terapi ini berhasil mengubah pasien yang tadinya sudah tampak pucat dan lemas bisa kembali bangkit.
Semoga dapat menurunkan mortalitas COVID-19.

Oh iya satu lagi,
yang sehat *jangan lupa *” divaksin ! “*.
Vaksin memancing tubuh kita memproduksi antibodi lebih dulu sebelum terpapar betulan. Dan sel memori kita mencatat kode protein virus covid.
Jadi, amit – amit suatu hari terpapar, tubuh lebih siap dan langsung ” perang ” melawan virus SARS COV 2. Sehingga menurunkan resiko gejala infeksinya.

Demikian sharing saya, terimakasih dan semoga bermanfa’at.
Salam.

Prof. Dr. Ong Koeswandi Skc
[ kiriman seorang teman ]

Ulasan :

Kita hanya bisa berusaha keras untuk :

  1. Bagaimanapun caranya tubuh kita beri asupan nutrisi makanan bergizi dan sehat.
  2. Sebagai upaya pencegahan lakukan Vaksin !
    [ Allooh yang tentukan masalah nyawa makhkuk hidup, kita sebagai manusia hanya bisa menjaga dan berusaha perpanjang usia dengan jaga kesehatan ]
  3. Mulai sekarang kita tanam sendiri tanaman dan tumhuhan organik untuk kemandirian dan ketahanan pangan kita sendiri.
  4. Minta selalu perlindungan pada Allooh Tuhan YME setiap kita mau makan dan minum.
  5. Kita du’a -kan semoga bangsa dan negara Indonesia cepat bisa wujudkan kemandirian dan ketahanan pangan tanpa bergantung sedikitpun pada asing, aamiiin

Bandung, Kamis, 22 Juli 2021

Zaki CJI

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan